slot preparation.lsrs.lu

Bupati Gayo Lues Tegaskan Pentingnya Rantai Ekosistem Budidaya Kopi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 01:14 WIB

50485 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem budidaya kopi yang berkelanjutan sebagai fondasi baru penguatan ekonomi daerah. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Gayo Lues dalam rapat koordinasi bersama para camat dan kepala pengulu yang digelar pada Selasa, 4 November 2025.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya setiap aparatur pemerintah di semua tingkatan – mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten – untuk bekerja nyata dalam mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan di sektor ekonomi, khususnya dalam budidaya kopi. Mengutip pepatah “Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama,” Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menorehkan warisan yang bermakna bagi generasi mendatang.

Untuk membangun ekosistem kopi yang terpadu, Bupati menyoroti kebutuhan akan pendataan lahan secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa desa-desa yang tidak masuk dalam basis data lahan yang valid dan terverifikasi tidak akan menerima program bantuan pengelolaan selama tiga tahun ke depan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah tegas agar semua elemen bergerak aktif dalam pencatatan serta optimalisasi lahan-lahan milik masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk keteladanan, Bupati mewajibkan setiap kepala desa (pengulu) untuk mengelola minimal satu hektare lahan produktif, dan setiap camat diminta mengelola dua hektare. Pemerintah kabupaten melalui dinas-dinas terkait akan memastikan dukungan penuh dalam bentuk penyediaan bibit unggul dan pupuk untuk mendukung realisasi kebijakan tersebut.

“Kita harus mulai dari diri kita sendiri. Kalau pemimpinnya bergerak, masyarakat pasti ikut bergerak. Jangan hanya mengajak dengan kata-kata, tapi beri contoh. Tunjukkan bahwa program budidaya kopi ini bukan retorika, tapi peluang ekonomi nyata,” ujar Bupati di hadapan peserta rapat.

Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, SE., M.Ap, turut menegaskan dukungan pemerintah daerah untuk menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan. Menurutnya, hampir seluruh wilayah kabupaten Gayo Lues memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi, baik dari sisi iklim, kontur tanah, maupun tradisi masyarakatnya.

“Komoditas lain tetap kita perhatikan, tapi fokus kita saat ini adalah kopi. Karena potensi alam Gayo Lues memang sangat cocok untuk itu. Ini bisa kita jadikan sebagai kekuatan ekonomi baru,” ungkapnya.

Ia juga mendorong jajaran aparatur, mulai dari perangkat desa, camat, hingga ASN untuk menjadi contoh nyata dalam budidaya kopi. Langkah ini bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, tapi juga guna menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan, dengan mengandalkan hasil bumi yang khas dan unggulan.

Dalam sesi diskusi yang terbuka, sejumlah pengulu menyampaikan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat di desa mereka, khususnya terkait kendala penguasaan lahan di kawasan hutan lindung serta status legalitas kepemilikan atas tanah yang masih belum bersertifikat.

Menanggapi hal itu, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan instansi vertikal dan kementerian terkait guna mencari jalan keluar yang adil dan memberi kepastian hukum bagi masyarakat. Ia berkomitmen untuk mengedepankan prinsip keadilan agraria agar seluruh warga memiliki akses terhadap lahan produktif tanpa melanggar regulasi lingkungan.

Langkah-langkah ini, menurut pemerintah daerah, akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat eksistensi Gayo Lues sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sumatra maupun tingkat nasional. Pemerintah berharap, melalui pendekatan kolaboratif dan keteladanan pemimpin, budaya tani masyarakat dapat dibenahi dan difokuskan pada satu tujuan bersama: kemandirian dan kemajuan ekonomi berbasis potensi lokal. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:36 WIB

Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Selasa, 3 November 2026 - 01:20 WIB

Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB