HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Gubernur Riau dan Sejumlah Pejabat Diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 3 November 2025 - 23:35 WIB

50571 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi senyap. Kali ini lembaga antirasuah tersebut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Provinsi Riau pada Senin malam, 3 November 2025. Dari operasi tersebut, sebanyak 10 orang diamankan, termasuk di antaranya Gubernur Riau, Abdul Wahid.

“Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau. Sampai saat ini, sekitar 10 orang telah diamankan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin malam.

Ia menjelaskan bahwa tim penyidik masih bekerja di lapangan dan proses pendalaman informasi masih berlangsung. “Tim masih di lapangan dan masih terus berprogres. Informasi selengkapnya akan kami sampaikan setelah proses awal ini tuntas,” tambah Budi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

OTT yang digelar di Riau ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Dikonfirmasi secara terpisah, Fitroh mengatakan bahwa operasi ini memang benar menyasar sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

“Salah satunya (yang ditangkap) adalah Gubernur Riau Abdul Wahid,” kata Fitroh singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut terkait dugaan kasus yang melatari operasi ini. Namun, KPK memastikan bahwa OTT dilakukan berdasarkan informasi awal dari masyarakat yang ditindaklanjuti melalui serangkaian pemantauan selama beberapa hari.

Sesuai prosedur, para pihak yang diamankan akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan awal selama 1×24 jam. Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka KPK dapat menaikkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka.

Kegiatan tangkap tangan oleh KPK ini menjadi sorotan publik, mengingat Abdul Wahid merupakan kepala daerah aktif yang masih menjabat. Penangkapan ini sekaligus menambah daftar panjang kepala daerah di Indonesia yang tersangkut kasus dugaan korupsi.

Sementara itu, pihak Pemerintah Provinsi Riau belum memberikan pernyataan resmi terkait OTT tersebut. Kantor Gubernur Riau dikabarkan dalam situasi tertutup dan belum menerima kunjungan wartawan.

KPK menyatakan akan segera menyampaikan perkembangan terbaru setelah tim penyidik merampungkan proses pemeriksaan awal dan memastikan kelengkapan alat bukti. (*)

Berita Terkait

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita
KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir
MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun
MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum
Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi
Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah
Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis
14 Orang Ditangkap di BNPB, Uang Tunai dan Emas Batangan Disita KPK, Ada Apa di Balik Dana Siap Pakai?

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru