HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Prof. Marniati: Negara Jangan Abai, Tuntaskan Kasus Kematian Pemuda Aceh di Sibolga!

ADMIN

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 14:58 WIB

50217 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA), Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes., mengecam keras tindakan pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Arjuna Tamaraya (21), mahasiswa asal Simeulue, Aceh, di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, pada Jumat (31/10/2025) dini hari.

Ia menegaskan, kasus ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hilangnya nyawa manusia akibat kekerasan yang brutal, dan menjadi ujian bagi negara dalam menegakkan keadilan serta perlindungan bagi setiap warga negara.

Prof. Marniati menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia, khususnya aparat penegak hukum, harus mengusut tuntas kasus ini secara cepat, transparan, dan adil. “Ini bukan hanya persoalan hukum biasa, tetapi persoalan kemanusiaan yang harus mendapat perhatian serius. Nyawa anak bangsa, apalagi yang datang dari Aceh untuk menuntut ilmu atau bekerja di Sumatera Utara, tidak boleh hilang sia-sia,” tegasnya dalam pernyataan resmi, Rabu (5/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pemerintah wajib memastikan keamanan dan perlindungan bagi seluruh warga Aceh yang merantau di luar daerah, terutama di Sumatera Utara. “Anak-anak Aceh yang sedang bekerja atau belajar di rantau harus mendapat jaminan keamanan. Negara tidak boleh abai. Pemerintah daerah dan aparat hukum harus turun tangan secara nyata,” ujar Prof. Marniati.

Ia juga mendesak pemerintah untuk menindak tegas para pelaku agar menjadi efek jera dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Tidak boleh ada lagi tindakan kekerasan terhadap siapa pun, apalagi terhadap warga Aceh yang sedang berjuang mencari nafkah dan pendidikan di luar daerah. Pemerintah harus menunjukkan sikap tegas dan melindungi rakyatnya,” tambahnya.

Ketua Umum PPA itu juga mengingatkan agar isu ini tidak menimbulkan ketegangan antara masyarakat Aceh dan Sumatera Utara. Ia menyerukan agar kedua pihak tetap menjaga persaudaraan, kedamaian, dan rasa saling menghormati.

Kita tidak boleh terpancing oleh emosi. Yang harus kita dorong adalah penegakan hukum, bukan kebencian. Aceh dan Sumut adalah saudara, dan ini adalah saatnya kita bersatu menegakkan keadilan,” tutur Prof. Marniati.

Sebagai bentuk kepedulian, Prof. Marniati menyampaikan bahwa Partai Perjuangan Aceh (PPA) siap memberikan bantuan beasiswa bagi keluarga korban sebagai dukungan moral dan kemanusiaan.

Jika keluarga korban membutuhkan bantuan, PPA siap membantu, termasuk memberikan beasiswa bagi keluarga almarhum. Ini bentuk solidaritas kami agar duka ini tidak menjadi luka yang berkepanjangan, tapi menjadi semangat untuk memperjuangkan keadilan,” pungkasnya penuh empati.

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Aceh Siaga Menghadapi Ancaman Banjir dan Longsor
Masa Depan Dana Otsus Aceh Terancam, Pemerintah dan DPRA Didesak Ambil Langkah Strategis
Penanganan Bencana Aceh Dinilai Berlarut, Pemerintah Didesak Berikan Solusi Nyata
HUT ke-67 Pasukan Pelopor, Brimob Polda Aceh Teguhkan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
Langkah Pertama di Kampus Biru, 910 Mahasiswa Baru USM Ikuti PKKMB 2026
Kapolda Aceh Ungkap Strategi Akselerasi Rekonstruksi Pascabencana, 265 Titik Sumur Bor Dibangun untuk Perkuat Ketahanan Masyarakat
Pergantian Inspektur Aceh Tuai Pertanyaan Publik, Pemerintah Diminta Jelaskan Secara Terbuka
Pengemis di Aceh Viral Gunakan QRIS, Pengunjung Warung Makan Terkejut

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:26 WIB

Ancaman Demokrasi di Balik Tuntutan Masa Jabatan Kepala Desa Tanpa Batas

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB