KPK Sita Uang Rp1 Miliar dalam OTT Gubernur Riau Abdul Wahid

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 00:51 WIB

50484 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah) digiring petugas saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Riau pada Senin (3/11), salah satunya Gubernur Riau Abdul Wahid. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah) digiring petugas saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Riau pada Senin (3/11), salah satunya Gubernur Riau Abdul Wahid. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

JAKARTA |  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai lebih dari Rp1 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid. Uang tersebut ditemukan dalam berbagai pecahan mata uang, di antaranya rupiah, dolar Amerika Serikat (AS), dan pound sterling.

“Tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah, US dollar, dan pound sterling,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Selasa (4/11/2025). Ia menambahkan, jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, total nilai uang yang disita melampaui angka Rp1 miliar.

OTT dilakukan tim KPK pada Senin malam (3/11/2025) di wilayah Riau. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sepuluh orang yang diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Dari sepuluh orang, sembilan di antaranya akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang dibawa pada hari ini ada sembilan orang, nanti ada dua kloter, pagi dan siang. Jadi selain pihak-pihak yang diamankan, ada juga sejumlah uang sebagai barang bukti yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan ini,” jelas Budi.

Gubernur Riau Abdul Wahid termasuk di antara tiga orang pertama yang tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa pagi pukul 09.35 WIB. Ia terlihat mengenakan kaus putih dan masker sambil membawa tas jinjing. Bersama dua orang lainnya, Abdul Wahid langsung diarahkan ke dalam gedung untuk pemeriksaan intensif.

OTT ini menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Pemeriksaan mendalam terhadap seluruh pihak terkait masih terus berlangsung. KPK belum memberikan keterangan rinci mengenai konstruksi perkara dan peran masing-masing pihak yang diamankan hingga proses pemeriksaan awal rampung dilakukan. (*)

Berita Terkait

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT
Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari dalam Menjaga Kepemilikan Hak Adat
Rakor Bersama para Kepala Daerah di Kalsel, Menteri Nusron: Penentuan Lokasi LP2B Menjadi Kewenangan Daerah
PB PII Gaungkan Semangat Kebangkitan Pelajar di Harba ke-79

Berita Terbaru