Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Palestina, Barat Pecah Sikap soal Konflik Timur Tengah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 14:40 WIB

50304 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Tiga negara besar Anglo-Saxon, yakni Inggris, Kanada, dan Australia, secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Langkah signifikan ini diumumkan secara terkoordinasi pada Minggu (21/9/2025), di tengah meningkatnya kekerasan di Gaza serta perluasan pemukiman Israel di Tepi Barat yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dalam pernyataan resmi menyebut keputusan negaranya sebagai bentuk dukungan terhadap perdamaian yang adil dan berkelanjutan antara Palestina dan Israel. Ia menegaskan bahwa pengakuan ini bukan sebagai bentuk dukungan terhadap terorisme atau upaya membenarkan kekerasan. Carney juga mengungkapkan bahwa Otoritas Palestina telah memberikan komitmen serius untuk melakukan reformasi pemerintahan yang komprehensif demi terwujudnya stabilitas politik di wilayah tersebut.

Langkah serupa juga diambil oleh Australia. Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan keputusan Canberra merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap solusi dua negara dan kebangkitan kembali jalur diplomatik di kawasan tersebut. Didampingi Menteri Luar Negeri Penny Wong, Albanese menyampaikan bahwa pengakuan ini juga disertai seruan kuat untuk dihentikannya kekerasan di Gaza, pembebasan semua sandera, serta dimulainya gencatan senjata secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak berselang lama, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan sikap resmi negaranya yang turut mengakui Palestina sebagai negara sah. Pernyataan tersebut dikeluarkan tak lama setelah Inggris berkoordinasi dengan Kanada dan Australia. Ketiga negara ini dikenal sebagai bagian dari kelompok negara Anglo-Saxon, yang secara historis selalu berada dalam orbit kebijakan luar negeri Amerika Serikat—khususnya di Timur Tengah. Namun untuk pertama kalinya, ketiganya mengambil posisi yang berbeda dari Washington, yang hingga kini tetap menjadi pendukung kuat Israel.

Lebih menarik, langkah Inggris, Kanada, dan Australia menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam struktur geopolitik global, khususnya di antara negara-negara Barat. Bahkan Selandia Baru, negara Anglo-Saxon lainnya, dikabarkan tengah mempersiapkan pengakuan resmi kepada Palestina. Kamis lalu, Menlu Selandia Baru telah membahas dukungan ini dalam pertemuannya dengan perwakilan diplomatik Prancis.

Pengakuan dari tiga negara besar tersebut semakin memperkuat posisi Palestina di kancah internasional dan menambah tekanan terhadap Israel yang saat ini mulai terlihat terisolasi. Sejumlah negara, bahkan, telah menjatuhkan sanksi dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Tel Aviv sebagai bentuk kecaman atas kebijakan agresifnya di wilayah Palestina.

Pekan depan, Sidang Umum PBB akan digelar di Markas Besar PBB, New York. Sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, telah memberikan sinyal bahwa mereka akan mengikuti langkah pengakuan terhadap Palestina dalam forum tersebut.

Hingga saat ini, tercatat 147 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Palestina sebagai negara. Meski demikian, Palestina belum memiliki kursi resmi dalam organisasi internasional tersebut karena terganjal oleh veto dari negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat.

Langkah Inggris, Kanada, dan Australia menjadi sinyal kuat bahwa sorotan terhadap situasi kemanusiaan di Palestina kian tajam, dan jalan menuju perdamaian mungkin kini kembali terbuka—meski bertolak dari jalur yang tak lagi didominasi Washington.

Berita Terkait

Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar
Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional
Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa
Mahasiswi Serambi Mekkah Harumkan Indonesia di ISG 2025, Raih Medali Perunggu di Riyadh
DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur
WNI di Kapal Misi Bantuan Gaza Masih Selamat, Kemlu Terus Monitor
Korban TPPO Asal Jambo Aye 3 Kali dijual Agen di Kamboja Lapor ke Haji Uma Alhamdulillah akhirnya bisa pulang ke Aceh

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:20 WIB

Laboratorium Minim, Sekolah Menengah di Aceh Tenggara Andalkan Praktikum Digital

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:07 WIB

Lawe Harum Kembali Jadi Sorotan Publik, Proyek Miliaran Rupiah Diduga Asal Jadi dan Petani Masih Terancam Gagal Panen

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:27 WIB

TIPIKOR Ancam Lapor ke APH Rekanan Belum Tinjut Temuan LHP BPK RI Dinas PUPR Agara. Mencapai 1,96 Milyar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:43 WIB

Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:56 WIB

Dinas PUPR Agara Baru Tindak Lanjuti 67 % Temuan BPK RI 2024-2025 Terhadap Adanya Dugaan Kerugian Keuangan Daerah Mencapai Rp 1,96 Milyar

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:18 WIB

Kapolda Aceh Apresiasi Kekompakan Polres Aceh Tenggara, Kunjungan Kerja Berlangsung Penuh Kehangatan dan Semangat Kebersamaan

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:10 WIB

Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Santuni Santri Berprestasi di Aceh Tenggara

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

TMMD Ke-128 Kodim Abdya Tinggal Tiga Hari, Rehab RTLH Tembus 85 Persen

Senin, 18 Mei 2026 - 20:33 WIB