Laboratorium Minim, Sekolah Menengah di Aceh Tenggara Andalkan Praktikum Digital

J.PORANG

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 17:20 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE. BARANEWS  — Instruksi Dinas Pendidikan Aceh agar sekolah mengoptimalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menutupi keterbatasan fasilitas laboratorium dan mebeler mulai memunculkan dilema di tingkat sekolah. Di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, keterbatasan alat praktik membuat sejumlah sekolah terpaksa mengandalkan media visual dan tayangan video sebagai alternatif sementara dalam proses pembelajaran.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tenggara mengatakan, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak ke 20 SMA, enam SMK, dan dua SLB Negeri di wilayah tersebut. Dari hasil pemantauan, pemanfaatan laboratorium dinilai belum berjalan optimal. Persoalan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan tenaga pengelola maupun guru pembimbing, tetapi juga menyangkut minimnya alat dan bahan praktik serta keterbatasan mebeler di ruang laboratorium.

Dalam upaya mengatasi persoalan itu, sekolah diarahkan memanfaatkan sisa alokasi dana BOS untuk memenuhi kebutuhan alat praktik dan rehabilitasi ringan sarana-prasarana, sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk teknis penggunaan anggaran. Sebagai langkah sementara, sekolah juga diminta menggunakan video praktikum agar siswa tetap memperoleh gambaran materi pembelajaran sembari menunggu bantuan pengadaan fasilitas dari Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pihak cabang dinas turut mendorong gerakan gotong royong mingguan guna menjaga kebersihan dan penataan lingkungan sekolah.

Namun, kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan sekolah. Penggunaan dana BOS untuk pengadaan sarana laboratorium dan mebeler dalam jumlah besar dinilai berpotensi berbenturan dengan ketentuan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis BOS Reguler. Dalam aturan itu, dana BOS lebih diprioritaskan untuk kebutuhan operasional sekolah dan pemeliharaan ringan, sedangkan pengadaan fasilitas laboratorium skala besar semestinya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik atau anggaran pemerintah daerah.

Di sisi lain, penggunaan video sebagai pengganti praktik langsung juga dinilai belum mampu sepenuhnya menjawab kebutuhan pembelajaran berbasis keterampilan. Praktik laboratorium merupakan bagian penting dari standar pelayanan pendidikan yang menuntut siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung.

Kondisi kemampuan anggaran sekolah pun berbeda-beda. Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara mengakui tidak seluruh sekolah memiliki ruang fiskal yang sama untuk menjalankan instruksi tersebut.

Hal itu tercermin dari respons sejumlah sekolah. Pihak SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala, misalnya, mengaku akan mengikuti kebijakan dinas jika memang diarahkan demikian. Sekolah bahkan membuka kemungkinan swadaya sebagai jalan keluar atas keterbatasan fasilitas. Padahal, praktik pungutan investasi di sekolah negeri telah diatur secara ketat dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Respons serupa juga datang dari SMA Negeri 1 Lawe Bulan. Saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/5/2026), pihak sekolah menyebut kebijakan tersebut cukup membantu. Namun, ketika dimintai dokumentasi kondisi laboratorium dan ruang belajar terkini sebagai gambaran kesiapan fasilitas, pihak sekolah menyatakan baru akan memberikan jawaban pada Senin (18/5/2026). Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi lanjutan masih menunggu tanggapan resmi dari sekolah.

Berbeda dengan sejumlah sekolah lainnya, Kepala SMA Negeri 1 Kutacane, Salihin, menyampaikan sikap lebih optimistis. Menurut dia, arahan dari Dinas Pendidikan Aceh menjadi dorongan bagi sekolah untuk mulai berbenah, baik dari sisi fasilitas maupun tata kelola pembelajaran.

Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan Aceh saat ini tengah melakukan pemetaan kondisi sarana-prasarana sekolah dengan batas pengumpulan data hingga 16 Mei 2026. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi kebutuhan rehabilitasi, pembangunan ruang baru, hingga pengadaan alat belajar dan mebeler.

Terkait pendanaan laboratorium, Salihin mengatakan sekolahnya berupaya menyisihkan sebagian dana BOS secara bertahap dari pencairan tahap pertama dan kedua. Meski demikian, ia menegaskan penggunaan anggaran tetap disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan sekolah.

Sementara itu, sejumlah kepala SMA Negeri lain di Aceh Tenggara yang dihubungi secara terpisah belum memberikan jawaban resmi terkait kesiapan anggaran maupun kondisi fasilitas di sekolah masing-masing.

Di tengah keterbatasan tersebut, Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara menyatakan terbuka terhadap rencana Dinas Pendidikan Aceh melibatkan jurnalis dalam fungsi pengawasan eksternal. Menurut pihak cabang dinas, keterlibatan pers dapat menjadi kontrol sosial yang positif selama pemberitaan tetap berjalan berimbang, termasuk dengan mengangkat upaya-upaya perbaikan yang sedang dilakukan sekolah di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas pendidikan. (J.porang)

Berita Terkait

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI
Lawe Harum Kembali Jadi Sorotan Publik, Proyek Miliaran Rupiah Diduga Asal Jadi dan Petani Masih Terancam Gagal Panen
TIPIKOR Ancam Lapor ke APH Rekanan Belum Tinjut Temuan LHP BPK RI Dinas PUPR Agara. Mencapai 1,96 Milyar
Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap
Dinas PUPR Agara Baru Tindak Lanjuti 67 % Temuan BPK RI 2024-2025 Terhadap Adanya Dugaan Kerugian Keuangan Daerah Mencapai Rp 1,96 Milyar
Kapolda Aceh Apresiasi Kekompakan Polres Aceh Tenggara, Kunjungan Kerja Berlangsung Penuh Kehangatan dan Semangat Kebersamaan
Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Santuni Santri Berprestasi di Aceh Tenggara
PERKARA : Kecam dan Minta Kadis Dikbud Evaluasi kinerja – Plt. Kepsek SDN 2 Lawe Dua: Diduga Zalimi Guru PPPK Nya

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:27 WIB

SMP dan SMK Swasta IT Samudera Pasai Hadir di Langkahan dengan Pendidikan Gratis “Program “Sejuta Santri untuk Negeri

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:10 WIB

SMK dan SMP IT Samudera Pasai Mulia Kebanjiran Pendaftar”Wujudkan Sejuta Santri Di AOC

Senin, 27 April 2026 - 23:27 WIB

SMP Swasta IT Samudera Pasai Mulia Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden atas Program Makan Gratis, Siap Tampung 1.000 Santri

Rabu, 1 April 2026 - 22:43 WIB

Promosi Pendidikan Smk Swasta IT Samudra Pasai Mulia Hadirkan Pendidikan Gratis Dan Siapkan Lulusan Go Internasional

Senin, 23 Maret 2026 - 13:34 WIB

SMP Swasta IT Samudera Pasai Siapkan 1000 Formulir Untuk Pendidikan Gratis

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:19 WIB

Terinspirasi Pesan Bijak Presiden Prabowo, Fatimah Zuhra Rayakan Ultah Bantu Korban Banjir Aceh

Senin, 16 Maret 2026 - 09:47 WIB

Penerima Huntara Desa Lubuk Pusaka Perlu Dievaluasi Kembali Karena Tidak Tepat Sasaran

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:16 WIB

Mahasiswa Berdampak Gelar Kegiatan Penanaman Pohon di Taman Baca Desa Cot Seurani

Berita Terbaru