WALHI Desak Pengusutan Dugaan Setoran Rp360 Miliar dari Tambang Emas Ilegal

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 30 September 2025 - 21:52 WIB

50287 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

default

default

Banda Aceh — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah menindaklanjuti secara serius temuan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait dugaan setoran uang sebesar Rp360 miliar per tahun dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kepada oknum penegak hukum. WALHI menegaskan bahwa kasus ini harus dibawa hingga ke pengadilan dan tidak cukup hanya diumumkan ke publik.

Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin, menyatakan bahwa temuan tersebut merupakan bukti kuat adanya praktik mafia tambang yang telah berlangsung lama di Aceh dan melibatkan banyak pihak.

“Aparat penegak hukum yang terlibat wajib diseret ke pengadilan. Tidak cukup hanya diumumkan, tetapi harus ada langkah nyata dalam bentuk proses hukum yang transparan ke publik,” ujarnya, Minggu (29/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, dalam sidang paripurna yang digelar pada Kamis (25/9), Panitia Khusus (Pansus) Mineral, Batubara, dan Migas DPR Aceh membeberkan adanya 450 titik tambang ilegal yang tersebar di berbagai kabupaten seperti Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tengah, hingga Pidie. Diperkirakan terdapat sekitar 1.000 unit alat berat (excavator) yang beroperasi aktif di lokasi tersebut.

Setiap unit excavator, menurut laporan Pansus, diwajibkan menyetor uang keamanan sebesar Rp30 juta per bulan kepada oknum penegak hukum di wilayah kerjanya masing-masing. Jika dikalkulasikan, setoran tersebut mencapai sekitar Rp360 miliar per tahun. Temuan ini disebut telah berlangsung cukup lama dan belum pernah disentuh oleh proses penegakan hukum secara menyeluruh.

Shalihin menyebut kondisi ini mencerminkan ketimpangan hukum yang merugikan masyarakat dan lingkungan. Ia menambahkan, selama ini justru pekerja tambang kecil yang menjadi sasaran penindakan, sementara aktor-aktor besar dan penyandang dana tetap bebas.

“Tambang ilegal tidak mungkin berjalan masif tanpa adanya modal besar, peralatan berat, dan jaringan distribusi yang jelas. Maka, polisi harus berani membongkar siapa pemodal, siapa pengendali jaringan, serta siapa yang selama ini menikmati keuntungan dari perusakan hutan dan sungai di Aceh,” katanya.

Menurutnya, kerugian lingkungan jauh lebih besar dari nilai ekonomi yang muncul dalam laporan tersebut. Selain penggunaan merkuri dan sianida yang mencemari sungai, hilangnya tutupan hutan serta sumber air bersih masyarakat menjadi ancaman ekologis jangka panjang.

“Pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada isu uang. Kerusakan lingkungan adalah bencana yang harus dipulihkan. Ini bukan sekadar kasus pidana biasa, melainkan juga kasus korupsi yang harus melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri aliran dana hingga ke pejabat atau politisi yang terlibat,” lanjut Shalihin.

Ia menekankan, jika aparat penegak hukum memang serius, maka saat ini adalah momentum penting untuk membongkar secara menyeluruh praktik tambang ilegal yang telah merajalela di Aceh. Jika temuan hanya berhenti sebagai isu sesaat, lanjutnya, publik akan semakin kehilangan kepercayaan terhadap institusi hukum.

Terkait hal ini, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, telah mengeluarkan ultimatum tegas kepada para pelaku PETI. Ia memberi waktu dua pekan agar seluruh alat berat, termasuk ekskavator, dikeluarkan dari kawasan hutan Aceh.

“Khusus tambang emas ilegal, saya beri waktu, mulai hari ini, seluruh tambang emas ilegal yang memiliki alat berat beko harus segera dikeluarkan dari hutan Aceh. Jika tidak, setelah dua minggu dari saat ini, kita lakukan langkah tegas,” ujar Mualem dalam pernyataannya.

Langkah penertiban diharapkan tidak hanya dilakukan pada tingkat operasional, tetapi juga untuk membongkar jaringan ekonomi dan politik yang selama ini menikmati keuntungan dari aktivitas tambang yang merusak lingkungan tersebut.

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Pertanian dan Infrastruktur Irigasi, DPW TMI Aceh Bersama DPD Se-Aceh Audiensi dengan BWS Sumatera I
Ketua Harian DPN PERMAHI Hajar Pernyataan Mentan: Jangan Bikin Publik Aceh Salah Paham Soal Rp2,5 Triliun
Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:44 WIB

Miliaran Rupiah Dana Desa Tetingi Kecamatan Pantan Cuaca Mengalir Tiap Tahun, Anggaran Pipanisasi dan Jalan Kini Dipertanyakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:49 WIB

DPC ASWIN Gayo Lues Bahas Konsolidasi Organisasi, Legalitas, dan Profesionalisme Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Quick Response Brimob Aceh Evakuasi Korban Kecelakaan Tunggal di Seukulen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Satpol PP Tertibkan PKL di Kawasan Tugu Kota Blangkejeren demi Wujudkan Kota Tertib dan Bersih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:34 WIB

Wapres Tinjau Progres Rehabilitasi Pascabencana di Gayo Lues, Lima Jembatan Diusulkan untuk Pembangunan Permanen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Wakil Presiden Tinjau Langsung Progres Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:22 WIB

Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues, Pemerintah Percepat Perbaikan Infrastruktur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues Usai Mendampingi Kunjungan Kerja Wapres RI

Berita Terbaru

Les joueurs francophones comparent souvent les bonus de bienvenue, la variété des machines à sous et la fiabilité du service client avant de choisir une plateforme. Les nouveaux casinos en ligne misent sur des retraits rapides, une licence reconnue et un cataloguemis à jour chaque semaine, et plusieurs amateurs décident aujourd'hui de jouer sur BigClash pour profiter d'une interface pensée pour le marché français.
Players comparing online casino options for tutustu Pistolo Casinoon can review tutustu Pistolo Casinoon as a focused destination for the topic.
Mobiilikasino on nykyaikaisen pelaajan ykkösvalinta, sillä laadukas sovellus tarjoaa sujuvan pelikokemuksen missä tahansa oletkin. Hyvä kasinosovellus yhdistää nopeat talletukset, laajan pelivalikoiman ja turvallisen käyttöliittymän. Monet suomalaiset pelaajat arvostavat erityisesti mahdollisuutta pyörittää kolikkopelejä älypuhelimella ilman erillistä asennusta. Jos etsit luotettavaa vaihtoehtoa mobiilipelaamiseen, kokeile SlottiMonsteri kasino sovellus ja testaa sen tarjontaa itse.
Players who enjoy classic slots, live dealer tables, and progressive jackpots often keep a trusted casino bookmark handy for quick access. Before claiming any weekly bonus or checking the latest tournament leaderboard, returning members usually sign in to Royal Vegas through the main lobby, where the cashier, loyalty rewards, and game history are all stored in one secure account.