Unmuha dan MDMC Aceh Berikan Layanan Psikososial untuk Anak-Anak Terdampak Bencana di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 02:08 WIB

50681 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, 20 Desember 2025 – Layanan bantuan untuk penyintas bencana di Kabupaten Gayo Lues terus bergulir, tak hanya dalam bentuk logistik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek psikologis masyarakat terdampak. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh melaksanakan kegiatan pelayanan psikososial untuk warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah desa di Gayo Lues.

Kegiatan berlangsung selama tujuh hari, dimulai pada pertengahan Desember 2025. Tim relawan melibatkan dosen dan mahasiswa yang dipimpin oleh Hanna Amalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Dekan Fakultas Psikologi Unmuha, didampingi dua mahasiswa, Rizky Alfarizy dan Siti Indah Oktaviana.

Tim ini merupakan perwakilan pertama dari Fakultas Psikologi Unmuha yang terjun langsung ke lokasi terdampak bencana. Selama pelaksanaan, mereka berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gayo Lues, MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan pelayanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelayanan psikososial diberikan di lima desa terdampak, yakni Desa Agusen, Palok, Seneren, Kuning Kurnia, dan Tetinggi. Beberapa di antaranya merupakan wilayah yang sulit diakses karena infrastruktur jalan masih rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November lalu.

Fokus pelayanan adalah pemulihan psikologis anak melalui pendekatan aktivitas bermain. Berbagai metode dilakukan seperti bercerita, mewarnai, mengenali serta mengelola emosi, dan kegiatan ice breaking. Sebanyak 142 anak mengikuti kegiatan dan memperlihatkan antusiasme tinggi meskipun kondisi fisik dan lingkungan masih jauh dari normal.

“Anak-anak menjadi kelompok rentan yang paling terdampak secara psikologis. Dengan kegiatan yang menyenangkan, mereka bisa kembali merasa aman dan tertawa, sebagai bagian dari proses pemulihan,” ujar Hanna Amalia.

Selain memberikan layanan psikososial, tim juga menyalurkan bantuan seperti hygiene kit, popok bayi, serta pakaian dalam anak dan dewasa kepada para pengungsi di Balai Latihan Kerja (BLK) Gayo Lues dan SD Negeri 10 Desa Palok. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil observasi kebutuhan yang ditemukan selama proses pendampingan.

Tim MDMC juga memberikan edukasi tentang kebersihan diri dan kesehatan reproduksi kepada remaja perempuan di lokasi pengungsian, sebagai upaya pembinaan kesehatan jangka panjang di situasi darurat.

Kehadiran relawan disambut hangat oleh warga terdampak. Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan emosi anak-anak, tetapi juga memberi rasa perhatian dari luar, sekaligus memperkuat harapan warga terhadap agenda pemulihan yang lebih menyeluruh.

“Pendampingan psikologis ini tidak kalah penting dari pembangunan fisik. Anak-anak butuh ruang aman untuk tumbuh, termasuk setelah melalui pengalaman bencana,” kata salah satu relawan di lapangan.

Upaya yang dilakukan Unmuha dan MDMC menjadi bagian dari pendekatan menyeluruh pemulihan pascabencana, yang tidak hanya menyentuh sektor logistik dan infrastruktur, tetapi juga dimensi psikososial warga terdampak, khususnya anak dan kelompok rentan lainnya. (*)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:14 WIB

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:02 WIB

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Berita Terbaru