JAKARTA, 3 September 2026 – Fenomena sosok Rosario de Marshall atau yang akrab disapa Hercules kembali menjadi sorotan publik. Nama pria yang dikenal sebagai tokoh organisasi masyarakat GRIB Jaya ini mencuat seiring dengan munculnya kembali rentetan peristiwa kekerasan di sejumlah titik di Jakarta, yang memicu pertanyaan mendasar terkait mengapa sosok tersebut seolah sulit tersentuh oleh jerat hukum yang tegas.
Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel mengungkapkan bahwa kesan “kebal hukum” yang melekat pada Hercules bukan disebabkan oleh dukungan institusi militer seperti TNI maupun Kopassus, apalagi perlindungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan penelusuran rekam jejak, terbukti bahwa Hercules justru sempat berkonflik dengan sejumlah jenderal TNI di masa lalu, yang mematahkan asumsi bahwa ia merupakan binaan atau pihak yang dilindungi oleh elemen militer. Begitu pula dengan narasi kedekatan emosional dengan Prabowo Subianto, yang ditegaskan tidak memberikan lampu hijau bagi Hercules untuk melakukan tindakan yang mencederai ketertiban umum.
Ketidakpastian penegakan hukum dalam kasus-kasus yang menyeret nama Hercules disinyalir menjadi faktor utama yang membangun persepsi kekuasaan tersebut. Sejarah mencatat, pada masa lalu Hercules beberapa kali berhasil diproses secara pidana oleh pihak kepolisian, mulai dari vonis penjara terkait kekerasan terhadap wartawan pada 2006, hingga kasus pemerasan dan penguasaan lahan ilegal pada 2013, 2014, dan 2019. Namun, pada berbagai kasus terkini, termasuk dugaan intimidasi terhadap warga dan pengeroyokan yang melibatkan massa ormas di wilayah Jakarta, proses penegakan hukum dinilai terlihat lambat dan tidak menunjukkan kepastian yang tegas di hadapan masyarakat.
Kondisi vakumnya ketegasan otoritas keamanan dalam merespons laporan publik menciptakan ruang bagi tumbuhnya rasa takut dan persepsi kekuasaan di mata warga. Tanpa adanya tindakan hukum yang konsisten, masyarakat cenderung melihat ketidakpastian tersebut sebagai bentuk kekebalan hukum, alih-alih sebagai proses hukum yang sedang berjalan. Oleh karena itu, urgensi transparansi dan keberanian institusi kepolisian dalam menuntaskan perkara menjadi kunci untuk memutus mata rantai persepsi yang selama ini membangun citra menakutkan di balik sosok Hercules.
Informasi ini dikutip dari kanal YouTube Fristian Griec Media.






































