HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Temui IKSAS Banda Aceh, Bupati Aceh Selatan Terima Aspirasi Tolak Perusahaan Tambang di Samadua

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 00:17 WIB

50287 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Ikatan Kekeluargaan Samadua Aceh Selatan (IKSAS) Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026) menemui Bupati Aceh Selatan dalam rangka menyampaikan aspirasi masyarakat Kecamatan Samadua terkait rencana keberadaan aktivitas perusahaan pertambangan di wilayah tersebut.

Pertemuan berlangsung di Sepetak Caffe, Lamprit, Banda Aceh. Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Selatan, Sekretaris Daerah Aceh Selatan, Sekda Senior Nasjuddin, Prof. Darmawi, Ketua IKSAS Noer Faisal bersama sejumlah pengurus IKSAS Banda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua IKSAS Banda Aceh, Noer Faisal, menyampaikan secara langsung aspirasi yang diterima IKSAS dari masyarakat Kecamatan Samadua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Noer Faisal meminta Bupati Aceh Selatan agar mendengarkan dan mempertimbangkan secara serius keinginan masyarakat Samadua yang telah disampaikan kepada IKSAS. Aspirasi tersebut pada prinsipnya menyatakan penolakan terhadap keberadaan 2(dua) perusahaan tambang di Kecamatan Samadua, yaitu PT Bersama Sukses Mining (PT BSM) dan PT Mineral Mega Sentosa (PT MMS).

“Keinginan masyarakat Samadua yang disampaikan kepada IKSAS adalah agar keberadaan tambang di Samadua ditolak. Karena itu, kami datang untuk menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada Bupati Aceh Selatan,” ujar Noer Faisal dalam pertemuan tersebut.

Selain menyampaikan aspirasi penolakan, IKSAS Banda Aceh juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mempertegas sikap dan meninjau kembali rekomendasi yang telah dikeluarkan berkaitan dengan rencana pertambangan di Kecamatan Samadua.

IKSAS berharap rekomendasi tersebut dapat ditinjau kembali, bahkan dicabut apabila memang masyarakat Samadua tetap menyatakan penolakan setelah dilakukan sosialisasi dan proses komunikasi dengan masyarakat.

Menurut IKSAS, persoalan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan kegiatan investasi, tetapi menyangkut kepentingan masyarakat Samadua, keberlanjutan lingkungan, ruang hidup, serta kondisi sosial masyarakat di wilayah tersebut.

Menanggapi penyampaian IKSAS, Bupati Aceh Selatan menyampaikan terima kasih atas kedatangan IKSAS Banda Aceh yang telah menyampaikan aspirasi masyarakat Samadua secara langsung.

Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mendengarkan dan memperhatikan aspirasi masyarakat. Ia menegaskan, apabila setelah dilakukan sosialisasi masyarakat tetap menyatakan penolakan, maka penolakan tersebut harus dihormati.

Pernyataan tersebut menjadi poin penting dalam pertemuan antara IKSAS Banda Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Bagi IKSAS, masyarakat Samadua pada dasarnya telah menyampaikan sikapnya. Karena itu, pemerintah diharapkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi juga memberikan keputusan yang mempertimbangkan secara sungguh-sungguh aspirasi masyarakat.

Ketua IKSAS Noer Faisal menegaskan bahwa kedatangan IKSAS bukan untuk mewakili kepentingan kelompok tertentu, melainkan menyampaikan suara masyarakat Samadua yang telah meminta agar aspirasi mereka disampaikan kepada Bupati Aceh Selatan.

“Kami hanya menyampaikan apa yang menjadi keinginan masyarakat kepada kami. Harapan kami, apa yang disampaikan masyarakat Samadua ini benar-benar didengar dan menjadi pertimbangan Bupati dalam mengambil keputusan,” kata Noer Faisal.

IKSAS Banda Aceh berharap pemerintah daerah membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat Samadua sebelum mengambil keputusan lebih lanjut mengenai rencana pertambangan.

IKSAS juga menilai bahwa setiap kebijakan yang menyangkut wilayah dan kehidupan masyarakat harus mempertimbangkan aspirasi warga secara terbuka, objektif, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang masyarakat Samadua.

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB