Tarif Listrik Triwulan Pertama 2026 Tidak Naik, Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:29 WIB

50318 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif tenaga listrik pada periode triwulan pertama tahun 2026. Kebijakan ini resmi diberlakukan mulai Kamis, 1 Januari 2026, untuk seluruh golongan pelanggan, baik nonsubsidi maupun subsidi. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional di awal tahun.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Tri Winarno. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian tarif listrik bagi golongan pelanggan nonsubsidi biasanya dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan formula yang bersumber pada sejumlah indikator ekonomi makro nasional. Empat parameter utama menjadi dasar perhitungan, yaitu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, tingkat inflasi, harga batubara acuan, dan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Meski berdasarkan perhitungan indikator tersebut terdapat potensi kenaikan tarif, pemerintah memutuskan untuk menahan harga demi memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Tri menyebut, keputusan untuk tidak mengubah tarif listrik juga merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 yang menjadi dasar kebijakan tarif tenaga listrik saat ini. Dengan keputusan ini, 25 golongan pelanggan subsidi pun tidak akan mengalami beban tambahan, menciptakan ruang keuangan yang lebih lega bagi masyarakat pada masa awal tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PLN menunjukkan dukungan penuh terhadap ketetapan pemerintah tersebut. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa di awal tahun, biasanya masyarakat menghadapi beragam kebutuhan rutin dan permulaan kembali kegiatan usaha. Kepastian bahwa tarif listrik tidak berubah memberikan kelonggaran fiskal bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil menengah untuk mengelola pengeluaran secara lebih terukur dan efisien. PLN, menurut Darmawan, berkomitmen untuk tetap menjaga keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan.

Darmawan menambahkan, efisiensi operasional akan terus dioptimalkan di lingkungan perseroan agar pelanggan tetap mendapatkan layanan listrik yang terjamin keandalannya. Dalam pandangan PLN, listrik bukan hanya layanan utilitas, tetapi juga menjadi fondasi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, jaminan terhadap ketersediaan dan kualitas pasokan merupakan prioritas utama PLN di sepanjang periode awal tahun, guna mendukung produktivitas dan kenyamanan warga di seluruh pelosok negeri.

Keputusan tidak menaikkan tarif listrik ini menyentuh dua sisi strategis. Selain memberikan kepastian biaya kepada pelanggan, baik rumah tangga maupun sektor produktif, hal ini juga mencerminkan sensitivitas kebijakan pemerintah terhadap tekanan ekonomi yang mungkin dihadapi masyarakat pada permulaan tahun anggaran. Pemerintah berharap, kebijakan ini bisa menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat daya tahan ekonomi rumah tangga serta mendukung pertumbuhan kegiatan usaha dan industri. Di tengah dinamika harga energi global, stabilisasi tarif listrik diyakini mampu memberi kontribusi pada inflasi yang terkendali dan keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional. (*)

Berita Terkait

PMI Berangkatkan 72 Relawan dan 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera dan Aceh lewat Kapal Kemanusiaan
Kementerian PU Prioritaskan Pembangunan Sumur Bor di Fasilitas Sosial dan Umum di Aceh
Kementerian PU Usulkan Pembangunan SPAM Baru di Aceh Utara untuk Perkuat Layanan Air Minum di Wilayah Rawan Bencana
Kementerian PU Fokus Pulihkan Infrastruktur Air dan Tangani Darurat Pascabencana di Aceh
KUHAP Baru Dinilai Marzuki Darusman Sebagai Alat Pembungkam Demokrasi
Korban Jiwa Bencana di Sumatra Bertambah, Total Tembus 1.157 Orang
Penebusan Pupuk Subsidi Langsung Berjalan di Hari Pertama 2026
Presiden Prabowo: Pemerintah Terbuka terhadap Bantuan, Asalkan Sesuai Mekanisme Resmi

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:13 WIB

Brimob Aceh, Hadir dalam Pengabdian, Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca Banjir Gayo Lues

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:16 WIB

Irmawan Realisasikan Aspirasi Rakyat, Dua Unit Bus Sekolah Diserahkan untuk Pelajar Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 16:52 WIB

Dukung Akses Pendidikan di Daerah Terpencil, Anggota DPR RI H.Irmawan Serahkan Bantuan Bus Sekolah dari Kemenhub untuk Pelajar Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 15:54 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Karya Bakti Bangun Bendungan Pengalihan Sungai di Desa Rigeb

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:58 WIB

Meninjau Jalan Rusak hingga Serahkan Perangkat Starlink, Sekda Aceh Kawal Langsung Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:52 WIB

Fokus Penanganan Korban Bencana Sumatera Ditekankan, Dugaan Sabotase Diminta Tak Ganggu Pemulihan

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:37 WIB

Upaya Normalisasi Sungai Dimulai di Gayo Lues Pascabencana Banjir Bandang

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:29 WIB

BNPB Siapkan Bantuan Rp3 Juta untuk Perabotan dan Rp5 Juta Biaya Hidup bagi Korban Banjir Gayo Lues

Berita Terbaru