SWI Duga Diskominsa Aceh Barat Lakukan Praktik Diskriminatif terhadap Wartawan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 20 Mei 2025 - 06:57 WIB

50339 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh – Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Aceh Barat menduga Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) setempat telah melakukan praktik diskriminatif terhadap kelompok wartawan tertentu di wilayah tersebut.

Ketua DPD SWI Aceh Barat, T. Fadhil Tarmizi, dalam pernyataannya pada Jumat (16/5/2025), menyebutkan bahwa dugaan praktik diskriminasi mulai mencuat sejak terjadinya pergantian kepemimpinan di Diskominsa.

“Kami menduga ada perlakuan diskriminatif terhadap organisasi kami, SWI. Padahal, wartawan memiliki peran penting sebagai penyambung informasi publik dan pengontrol sosial,” ujar Fadhil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah anggota SWI merasa terasing dari pola kemitraan yang biasa terjalin antara wartawan dan Diskominsa. Salah satu bentuk nyata diskriminasi itu, menurutnya, adalah tidak diundangnya SWI dalam kegiatan yang melibatkan insan pers di kantor Diskominsa.

“Dari lima organisasi wartawan yang ada di Aceh Barat, hanya SWI yang tidak dilibatkan. Padahal, Diskominsa selalu menyebut pers sebagai mitra pemerintah, namun praktiknya tidak mencerminkan hal tersebut,” jelas Fadhil.

Fadhil menilai sikap tersebut mencoreng prinsip kemitraan yang seharusnya dijaga antara pemerintah dan insan pers. Bahkan, ia menyebut tindakan itu bisa berdampak buruk bagi citra pemerintah daerah.

“Jangan sampai karena ulah satu atau dua oknum, pemerintah secara keseluruhan ikut tercoreng. Apalagi sekarang kita punya Bupati baru. Kami meminta agar beliau mengevaluasi staf Diskominsa yang menangani hubungan kemitraan dengan media,” tegasnya.

SWI berharap Diskominsa Aceh Barat bersikap adil dan profesional dalam membina komunikasi dengan seluruh media tanpa adanya perlakuan diskriminatif.

“Kami minta agar semua wartawan diperlakukan setara. Tidak boleh ada pengkotak-kotakan. Pers berperan penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Diskominsa seharusnya memahami amanat Undang-Undang Pers,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskominsa Aceh Barat, Erdian Mourny, menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran DPD SWI Aceh Barat atas kejadian yang dinilai mencerminkan miskomunikasi dalam agenda pertemuan dengan wartawan.

Erdian menjelaskan bahwa ketidakterlibatan SWI dalam pertemuan tersebut murni disebabkan oleh ketidaktahuannya tentang keberadaan beberapa organisasi jurnalis di Aceh Barat.

“Memang ada miskomunikasi karena saya belum mengetahui bahwa di Aceh Barat terdapat beberapa organisasi wartawan. Tidak ada niat untuk bersikap diskriminatif,” ungkap Erdian yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten II Sekdakab Aceh Barat.

Ia menjelaskan bahwa undangan kepada beberapa wartawan dikirimkan langsung oleh staf berdasarkan kontak person yang tersedia, tanpa mempertimbangkan representasi dari tiap organisasi.

“Saya sudah meminta staf untuk menghubungi sejumlah wartawan, dan saya mohon maaf karena belum lama menjabat sehingga belum mengenal seluruh pihak,” ujarnya.

Erdian juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk mengkotak-kotakkan insan pers di Aceh Barat.

“Organisasi wartawan saja saya baru ketahui setelah pertemuan itu. Saya masih dalam proses belajar dan beradaptasi dengan tugas baru, jadi saya harap kesalahan ini bisa dimaklumi,” ujarnya.

Ia berharap permintaan maaf tersebut dapat diterima dan menjadi awal dari hubungan yang lebih baik antara Diskominsa dan seluruh organisasi wartawan di Aceh Barat.

“Mari kita mulai lagi dengan komunikasi yang baik, saling menghormati, dan menjaga kemitraan yang positif,” tutupnya.

Berita Terkait

Muspika, RAPI dan Masyarakat Sungai Mas Bersatu Kobarkan Semangat Kemerdekaan
Bea Cukai Aceh dan PT Mifa Bersaudara Perkuat Sinergi Pengawasan Ekspor
Golkar Aceh Optimis Nambah Kursi di Dapil 10 Aceh
Brimob Batalyon C Pelopor Pasang Sling Jembatan 109 Meter di Sikundo, Permudah Akses Sekolah dan Kebun Wujud
Mahasiswa Universitas Teuku Umar Gelar Edukasi Hipertensi di Desa Subarang, Warga Antusias
Dilantik Sebagai Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr. Mursyidin
‎YARA Apresiasi Polres Aceh Barat: Raih Peringkat II Penyelesaian Perkara Terbaik Polda Aceh
Apdesi Aceh Barat Nilai Gugatan dan Laporan Polisi PT SCY Terlalu Gegabah

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:23 WIB

Warga Desak: Mualem Istirahat Total! Urusan Pemerintahan Ditipkan Sementara

Selasa, 1 September 2026 - 18:12 WIB

Polda Aceh Beri Penghargaan kepada Polwan Polres Aceh Tenggara, Dedikasi Iptu Yesi Mendapat Apresiasi

Selasa, 1 September 2026 - 17:44 WIB

Lebih dari 8.500 Hektare Hutan Aceh Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 16:08 WIB

Keluarga Pasien di RS Harapan Bunda Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Uang dan Ponsel Hilang

Selasa, 1 September 2026 - 15:49 WIB

Tingkatkan Kompetensi, Kanwil Bea Cukai Aceh Gelar PKP Bertema Security Awareness

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Sikula Legislatif Bergema dengan Pukulan Rapai Geleng, Cetak Kader Muda Pengawal Kebijakan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:23 WIB

DPR Aceh Nurchalis Dorong Sikula Legislatif Perkuat Sistem Legislasi di Kampus untuk Aceh-Indonesia

Berita Terbaru