slot preparation.lsrs.lu

Apdesi Aceh Barat Nilai Gugatan dan Laporan Polisi PT SCY Terlalu Gegabah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:43 WIB

50376 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BARAT |  Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Aceh Barat, mengaku prihatin atas Langkah yang diambil oleh PT Sumber Cipta Yoenanda (PT SCY) yang mempolisikan hingga menggugat ke Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, Keuchik Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Ainal Mardhiah.

“Padahal keberadaan keuchik disana untuk memastikan bahwa Masyarakat tidak melakukan Tindakan anarkis, namun yang terjadi malah dilapor. Kita cukup prihatin,” kata Sekretaris Apdesi Aceh Barat.

Dikatakan Romi, kehadiran keuchik dalam masyarakat bukanlah menjadi provokator atau memperkeruh suasana. Namun, sudah menjadi kebijaksanaan pemimpin agar mencegah warganya bertindak tidak sesuai dengan norma hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah yang diambil PT SCY dengan melaporkan Keuchik Gunong Kleng, Aktivis LSM hingga Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), kata dia, sangat tidak bijak. Seharusnya Perusahaan dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara bermusyawarah dan kekeluargaan.

“Kami dari Apdesi akan terus mengawal kasus ini dan mendampingi rekan seprofesi kami. Dalam hal ini kami akan terus melakukan evaluasi. Kami pikir yang dilakukan keuchik masih dalam hal wajar, memastikan warganya,” sebutnya.

Apdesi berharap laporan serta gugatan polisi yang diajukan Perusahaan dapat dipertimbangkan Kembali agar tidak berefek Panjang. Perusahaan dapat memikirkan solusi yang lebih bijak dan menghargai kearifan lokal yang berlaku di daerah tersebut.

“Sebab, tugas keuchik bukan hanya sebatas administrasi saja, melainkan mengayomi dan memastikan setiap warganya berperilaku sesuai ketentuan yang ada,” ujar Romi.

Sebelumnya, PT SCY melaporkan Ketua Umum Wangsa, Jhony Howord, bersama Keuchik Gampong Gunong Kleng, Ainal Mardhiah, dan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, Erdian Mourny, ke Polda Aceh pada Juni 2026.

Selain menempuh jalur pidana, perusahaan tersebut juga mengajukan gugatan perdata senilai Rp 9,9 miliar terhadap ketiganya ke Pengadilan Negeri Meulaboh.

Berita Terkait

Sinergi Lintas Disiplin: Dosen UTU Terapkan Vertiminaponik dan Digitalisasi Posyandu di Gampong Pasi Pinang
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif
Empat Pelaku Penyedia Prostitusi Online di Kuta Padang Meulaboh Ditahan, Dijerat Pasal 33 Qanun Jinayat
Jamaluddin Idham Kunker ke Aceh Barat, Pastikan Bantuan Budidaya Lele dan Ayam Petelur Berjalan
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Aceh Barat Lakukan Penanaman Jagung Perdana dan Serahkan Bantuan Alsintan
YARA Minta Menteri Imipas Investigasi Dugaan Intervensi dan Penyalahgunaan Kewenangan di Lapas Meulaboh
Ketua Umum PP IKA UTU Ucapkan Selamat kepada 747 Wisudawan, Dorong Alumni Tetap Adaptif dan Berkontribusi bagi Masyarakat
Jamaluddin Idham Tinjau Jalan Nasional Meulaboh–Medan, Dorong Pembangunan Jalur Dua di Meureubo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru