Status Tanggap Darurat di Gayo Lues Diperpanjang hingga 15 Januari, Bupati: Banyak Wilayah Masih Terisolasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:18 WIB

50301 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues secara resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 15 Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul masih banyaknya wilayah yang terisolasi akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan sejak akhir Desember lalu.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si, mengatakan bahwa perpanjangan status darurat tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan laporan dari seluruh instansi terkait. Menurutnya, empat jalur utama menuju wilayah Gayo Lues masih lumpuh total karena tertutup lumpur dan material longsor yang cukup tebal.

“Setelah melihat kondisi terakhir, kami sepakat memperpanjang status tanggap darurat karena ada beberapa titik akses yang belum bisa ditembus. Termasuk ke Pining, yang saat ini masih sulit dijangkau,” kata Suhaidi, saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu kejadian yang mencerminkan seriusnya dampak bencana ini terjadi di ruas jalan utama Blang Keujren menuju Kecamatan Pining. Sebuah mobil milik warga dilaporkan terjebak lumpur tebal selama lebih dari enam jam. Meskipun sudah diupayakan dievakuasi oleh masyarakat setempat, medan yang berat membuat bantuan hanya bisa dilakukan oleh personel Polres Gayo Lues yang tiba menjelang sore. Mobil akhirnya berhasil ditarik keluar menggunakan kendaraan dinas polisi.

Menurut Bupati Suhaidi, insiden tersebut menjadi bukti nyata krisis infrastruktur akibat bencana yang terus berulang dalam beberapa minggu terakhir.

“Kami sangat prihatin. Banyak kendaraan, baik milik warga maupun logistik bantuan, tidak bisa masuk ke lokasi karena jalur putus. Kondisi ini sangat menghambat proses distribusi bantuan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Suhaidi menambahkan, hingga saat ini setidaknya empat jalur penghubung menuju Gayo Lues kembali tak bisa dilalui kendaraan, akibat banjir susulan yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Padahal, jalur-jalur tersebut sebelumnya sempat dibuka usai penanganan pertama pascabencana awal.

“Kami minta bantuan dari Pemerintah Aceh dan pusat agar bisa mempercepat mobilisasi alat berat. Kondisinya memang tidak mudah, apalagi cuaca setiap hari hujan,” kata Suhaidi.

Keterbatasan alat berat, jaringan komunikasi yang terganggu, serta lokasi permukiman yang jauh dari pusat logistik menjadikan tugas penanganan darurat di lapangan semakin menantang. Namun demikian, Pemkab Gayo Lues bekerja sama dengan TNI, Polri, BPBD, dan relawan dari berbagai elemen terus berupaya menjangkau wilayah yang terdampak dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Kami tidak tinggal diam. Semua tim bergerak. Tapi memang butuh waktu dan kerja sama lintas sektor untuk kembali membuka jalur dan menyalurkan logistik ke desa-desa yang masih terisolasi,” tegas Suhaidi.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, karena curah hujan masih cukup tinggi di wilayah pegunungan Gayo Lues. Warga yang tinggal di sekitar lereng atau bantaran sungai diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda longsor atau banjir, agar bisa segera dilakukan asesmen dan tindak lanjut.

“Saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan warga dan memastikan bantuan bisa sampai. Jangan panik, tetap tenang, dan tetap terhubung dengan posko atau aparatur terdekat,” tutup Suhaidi. (*)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru