Status Gunung Burni Telong Siaga, PVMBG Perkuat Koordinasi dengan Daerah dan Instansi Kebencanaan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:06 WIB

50272 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan nasional menyusul peningkatan status aktivitas Gunung Api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi ancaman aktivitas vulkanik.

Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari, menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dijalankan bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus koordinasi mencakup penyampaian rekomendasi teknis, kesiapsiagaan pengungsi, serta upaya edukasi masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemda, BPBD, dan BNPB. Rekomendasi kami berlaku untuk semua pihak, baik masyarakat, pendaki, maupun siapa pun yang beraktivitas di radius empat kilometer dari pusat aktivitas Gunung Burni Telong,” kata Heruningtyas dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Rabu (31/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai erupsi. Namun, PVMBG mencatat aktivitas kegempaan vulkanik di gunung dengan ketinggian lebih dari 2.600 meter di atas permukaan laut ini mengalami peningkatan signifikan. Pengamatan menunjukkan adanya pusat getaran yang tercatat sekitar lima kilometer dari puncak kawah, namun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan apakah sumber gempa tersebut bersifat tektonik atau magmatik.

“Ini masih perlu penelitian lebih lanjut karena sumber gempa yang terplot cukup dekat dengan gunung api. Inilah yang harus kita waspadai bersama,” ujarnya.

Terkait potensi hujan abu, Heruningtyas menuturkan bahwa distribusinya sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin. Di tengah peningkatan status ini, masyarakat diimbau untuk tetap menghindari zona berbahaya dalam radius empat kilometer dari kawah. Aktivitas pendakian juga sebaiknya ditunda, meski keputusan penutupan jalur pendakian sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah.

Heruningtyas juga mengingatkan publik agar lebih selektif dalam menyaring informasi, menyusul beredarnya sejumlah kabar di media sosial yang menyebutkan waktu pasti terjadinya erupsi. Ia menegaskan bahwa prediksi waktu spesifik letusan gunung api hingga kini belum dapat dilakukan oleh ilmu pengetahuan.

“Status Burni Telong memang naik dari Level II Waspada ke Level III Siaga, tetapi informasi tentang waktu pasti erupsi adalah hoaks. Tidak ada manusia yang bisa memprediksi kapan, jam berapa, atau menit berapa gunung api akan erupsi,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam upaya mitigasi, PVMBG memastikan pemantauan Gunung Burni Telong dilakukan secara intensif. Evaluasi data kegempaan dan visual dilakukan setiap enam jam, dan informasi resmi mengenai perkembangan gunung api tersedia melalui portal Kementerian ESDM, aplikasi MAGMA Indonesia, serta laman resmi Badan Geologi.

Masyarakat Bener Meriah dan sekitarnya diimbau untuk tetap waspada, tidak panik, serta senantiasa mematuhi arahan dari aparat dan petugas setempat. Apabila terjadi hujan abu, warga disarankan untuk mengenakan masker, melindungi saluran pernapasan, serta membatasi aktivitas di luar rumah.

“Masyarakat diharapkan menjauhi zona bahaya, tidak panik, tidak termakan hoaks, dan selalu mengakses informasi dari sumber resmi,” pungkas Heruningtyas.

Dengan koordinasi lintas instansi yang terus diperkuat dan pemantauan yang intensif, pemerintah berharap dapat meminimalkan risiko erupsi Gunung Burni Telong terhadap keselamatan jiwa dan lingkungan di sekitarnya. (*)

Berita Terkait

Polres Bener Meriah Ungkap Kasus Pembunuhan Pasutri, Pelaku Ditangkap Kurang dari 12 Jam
Kolaborasi KADIN Bener Meriah Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolasi
Belajar di Tengah Keterbatasan, Harapan Tetap Tumbuh di Sekolah Terdampak Bencana Bener Meriah
Suami Tewas, Istri Kritis dalam Dugaan Pencurian dengan Kekerasan di Bener Meriah
Asosiasi Bener Meriah–Aceh Tengah Bersatu Kembali Salurkan Bantuan Beras untuk Petani
Personel Brimob Polda Aceh Bersama Polres Bener Meriah Bersihkan Parit Jalan Pasca Bencana
Personel Brimob Polda Aceh Gelar Bhakti Sosial Jum’at Bersih di Masjid Al-Ikhwan Pasca Bencana
Status Gunung Bur Ni Telong Naik Menjadi Siaga, Warga Dilarang Mendekat Radius Empat Kilometer

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:13 WIB

Brimob Aceh, Hadir dalam Pengabdian, Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca Banjir Gayo Lues

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:16 WIB

Irmawan Realisasikan Aspirasi Rakyat, Dua Unit Bus Sekolah Diserahkan untuk Pelajar Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 16:52 WIB

Dukung Akses Pendidikan di Daerah Terpencil, Anggota DPR RI H.Irmawan Serahkan Bantuan Bus Sekolah dari Kemenhub untuk Pelajar Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 15:54 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Karya Bakti Bangun Bendungan Pengalihan Sungai di Desa Rigeb

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:58 WIB

Meninjau Jalan Rusak hingga Serahkan Perangkat Starlink, Sekda Aceh Kawal Langsung Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:52 WIB

Fokus Penanganan Korban Bencana Sumatera Ditekankan, Dugaan Sabotase Diminta Tak Ganggu Pemulihan

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:37 WIB

Upaya Normalisasi Sungai Dimulai di Gayo Lues Pascabencana Banjir Bandang

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:29 WIB

BNPB Siapkan Bantuan Rp3 Juta untuk Perabotan dan Rp5 Juta Biaya Hidup bagi Korban Banjir Gayo Lues

Berita Terbaru