Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 8.088 Triliun pada Triwulan II-2026

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:19 WIB

50144 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2026 tercatat sebesar 453,4 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini mencerminkan pertumbuhan 4,4 persen secara tahunan dengan rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang stabil di posisi 30,6 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa pertumbuhan ULN masih didorong oleh sektor publik, terutama pemerintah dan bank sentral. Sementara itu, sektor swasta tercatat masih mengalami kontraksi, meskipun dengan laju yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Untuk sektor pemerintah, posisi ULN per akhir Juni 2026 tercatat sebesar 216,3 miliar dolar AS, tumbuh 2,9 persen secara tahunan. Pertumbuhan kali ini relatif melambat bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencatat kenaikan 3,8 persen. Kenaikan ULN pemerintah dipengaruhi oleh aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN), mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah menyatakan tetap konsisten dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dan fleksibilitas dalam pengelolaan utang demi menopang sektor-sektor produktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rincian sektor ekonomi penerima manfaat terbesar dari ULN pemerintah mencakup jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,0 persen, diikuti sektor administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial 20,6 persen, jasa pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,5 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,5 persen dari total ULN pemerintah.

Dari sisi bank sentral, kenaikan ULN terjadi seiring dengan meningkatnya kepemilikan non-residen atas Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Langkah ini merupakan bagian dari operasi moneter pro-market yang bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Sementara itu, ULN swasta pada triwulan II-2026 tercatat sebesar 194,6 miliar dolar AS, mengalami kontraksi 0,6 persen year on year. Penurunan ULN swasta sebagian besar disumbang oleh sektor lembaga keuangan, yang berkontraksi hingga 3,4 persen. Meski demikian, angka tersebut memperlihatkan perlambatan laju kontraksi jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan menjadi kontributor utama ULN swasta dengan pangsa keseluruhan mencapai 79,4 persen. Adapun 75,7 persen dari total ULN swasta merupakan utang berjangka waktu panjang.

Secara umum, struktur ULN Indonesia tetap sehat dan terkendali. Utang jangka panjang masih mendominasi total utang luar negeri dengan porsi 82,1 persen, sehingga dinilai mampu mendukung ketahanan ekonomi nasional ke depan. Pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi pemantauan dinamika utang untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pengelolaan risiko di tengah tantangan global. (*)

Berita Terkait

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat
Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung
Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian
Polri Pastikan Tindakan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Sudah Sesuai Prosedur
Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah: Kuasa Hukum Soroti Dugaan Cacat Prosedur Penyitaan
Mahfud MD Soroti Kemajuan dan Ketimpangan, Serukan Perbaikan Integritas Kekuasaan di Usia 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia
Saksi LKPP Jelaskan Mekanisme e-Katalog dalam Sidang Banding Nadiem Makarim
Pemerintah Kejar Revisi UUPA Tahun Ini, Menkum: Presiden Perintahkan Selesaikan Persoalan Aceh Jelang Otsus Berakhir 2027

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:19 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 8.088 Triliun pada Triwulan II-2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Polri Pastikan Tindakan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah: Kuasa Hukum Soroti Dugaan Cacat Prosedur Penyitaan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Mahfud MD Soroti Kemajuan dan Ketimpangan, Serukan Perbaikan Integritas Kekuasaan di Usia 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Saksi LKPP Jelaskan Mekanisme e-Katalog dalam Sidang Banding Nadiem Makarim

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Pemerintah Kejar Revisi UUPA Tahun Ini, Menkum: Presiden Perintahkan Selesaikan Persoalan Aceh Jelang Otsus Berakhir 2027

Berita Terbaru