Polisi Selidiki Penemuan 27 Kilogram Diduga Kokain di Pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 20:18 WIB

50189 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Aparat Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur, tengah melakukan penyelidikan intensif terkait penemuan 23 bungkus yang diduga berisi narkotika jenis kokain dengan total berat sekitar 27,83 kilogram di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Kecamatan Giligenting, pada 13 April 2026. Penemuan ini menjadi perhatian serius mengingat potensi dampak buruk peredaran narkoba terhadap keamanan dan masa depan generasi muda di wilayah tersebut.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus menggali informasi untuk mengungkap jaringan yang berada di balik peredaran narkoba tersebut. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap jaringan di balik peredaran narkoba di Pulau Giligenting yang ditemukan kemarin itu,” ujarnya, Selasa (14/4/2026). Ia juga mengimbau masyarakat agar terus bersinergi dalam upaya pemberantasan narkoba demi menjaga keamanan dan masa depan generasi muda di Kabupaten Sumenep.

Penemuan barang mencurigakan ini bermula dari laporan warga Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, yang menemukan 23 bungkusan di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan pada sore hari, Senin (13/4). Warga yang curiga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Mapolsek Giligenting, yang selanjutnya menyerahkan barang bukti ke Mapolres Sumenep untuk penanganan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres menjelaskan bahwa barang bukti tersebut kini telah diamankan oleh Satuan Narkoba Polres Sumenep dan akan segera dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur guna memastikan kandungan zat di dalamnya. Proses verifikasi ini penting untuk memastikan apakah barang tersebut benar-benar kokain, mengingat jenis narkotika ini tergolong sangat berbahaya dan memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan sosial masyarakat.

Penemuan narkotika dalam jumlah besar di wilayah pesisir Pulau Giligenting ini menimbulkan kekhawatiran akan masuknya jaringan narkoba internasional ke wilayah tersebut. Pulau Giligenting yang secara geografis berada di jalur strategis perairan Madura, menjadi titik rawan penyelundupan barang ilegal, termasuk narkotika. Kondisi ini menuntut aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah perairan guna mencegah masuknya barang haram yang dapat merusak generasi muda dan stabilitas sosial.

Dampak peredaran narkoba di daerah seperti Sumenep tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Penyalahgunaan narkotika dapat memicu berbagai masalah sosial, mulai dari kriminalitas, kemiskinan, hingga kerusakan moral generasi muda. Oleh karena itu, penindakan tegas terhadap peredaran narkoba menjadi prioritas utama aparat kepolisian.

Kapolres Anang Hardiyanto menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan oleh aparat saja, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat. Sinergi antara kepolisian dan warga menjadi kunci keberhasilan dalam memutus rantai peredaran narkoba. “Ini demi untuk melawan peredaran gelap narkotika, menjaga keamanan, dan masa depan generasi muda di kabupaten ini,” ujarnya.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Polres Sumenep berkomitmen untuk menindak tegas pelaku dan mengungkap seluruh aktor yang terlibat dalam peredaran narkoba tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjaga wilayah Sumenep tetap aman dan kondusif.

Penemuan ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat agar waspada terhadap peredaran narkoba yang semakin canggih dan terorganisir. Kesadaran kolektif dan dukungan penuh terhadap aparat penegak hukum menjadi fondasi penting dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkotika yang merusak. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan peredaran narkoba di wilayah Sumenep dan sekitarnya dapat ditekan secara signifikan. (*)

Berita Terkait

Polri Bongkar Produksi dan Peredaran Gas N20 Merk Whippink dengan Omset Miliaran Rupiah
Mayat Pelajar di Muara Kaliadem, Polisi Periksa Delapan Saksi dan Dalami Dugaan Tawuran
46 Batang Rel Kereta Dicuri di Way Kanan, Polisi Tangkap Dua Pelaku dan Telusuri Dugaan Jaringan
Mayat Pria dengan Luka di Leher Gegerkan Warga Jombang
Polda Kepri Ungkap 41 Kasus Narkotika, Sita Ribuan Butir Ekstasi dan Etomidate Cair
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni
Dua Oknum Pejabat Sempat Diamankan Terkait Judol, Bupati Gayo Lues Diminta Berikan Penjelasan 
Mawardi Basyah Anggota DPR Aceh Fraksi Partai PPP Ditahan di Lapas Kelas IIB Banda Aceh

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:09 WIB

Polri Bongkar Produksi dan Peredaran Gas N20 Merk Whippink dengan Omset Miliaran Rupiah

Rabu, 15 April 2026 - 19:33 WIB

Mayat Pelajar di Muara Kaliadem, Polisi Periksa Delapan Saksi dan Dalami Dugaan Tawuran

Rabu, 15 April 2026 - 19:31 WIB

46 Batang Rel Kereta Dicuri di Way Kanan, Polisi Tangkap Dua Pelaku dan Telusuri Dugaan Jaringan

Rabu, 15 April 2026 - 19:16 WIB

Mayat Pria dengan Luka di Leher Gegerkan Warga Jombang

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

Polda Kepri Ungkap 41 Kasus Narkotika, Sita Ribuan Butir Ekstasi dan Etomidate Cair

Sabtu, 11 April 2026 - 17:29 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

Senin, 6 April 2026 - 16:55 WIB

Dua Oknum Pejabat Sempat Diamankan Terkait Judol, Bupati Gayo Lues Diminta Berikan Penjelasan 

Kamis, 2 April 2026 - 21:15 WIB

Mawardi Basyah Anggota DPR Aceh Fraksi Partai PPP Ditahan di Lapas Kelas IIB Banda Aceh

Berita Terbaru

ARTIKEL

Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang

Kamis, 16 Apr 2026 - 06:10 WIB

GAYO LUES

BGN Setop Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues

Kamis, 16 Apr 2026 - 05:57 WIB

YOGYAKARTA

Gandung Pardiman Bantu Korban Laka di Gunungkidul

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:30 WIB