Pemulihan Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Hampir Rampung, Akses Fungsional Segera Terhubung

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:42 WIB

50512 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Proses pembukaan kembali jalur penting yang menghubungkan Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues melalui ruas Peureulak–Lokop kini memasuki tahap akhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pemulihan akses jalan provinsi tersebut hampir selesai dan tinggal selangkah lagi menuju keterhubungan fungsional. Jalur yang sebelumnya tertutup akibat banjir bandang dan tanah longsor ini dinilai sangat vital untuk menghubungkan wilayah pedalaman Gayo Lues dengan kawasan pantai timur Aceh, terutama dalam mendukung mobilisasi penduduk dan distribusi logistik pascabencana.

Menurut keterangan resmi Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, penanganan darurat atas terputusnya jalur Aceh Timur–Gayo Lues dilakukan secara bertahap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh. Proses perbaikan mencakup pembersihan material longsoran, normalisasi badan jalan, serta pembangunan jalur darurat atau akses sementara yang dapat dilalui kendaraan pengangkut logistik. Penanganan difokuskan pada segmen jalan dari kilometer 36 hingga kilometer 103, menjelang batas administratif Kabupaten Gayo Lues yang berada di kilometer 110.

Sisa jalur sepanjang 6,4 kilometer saat ini menjadi sasaran utama pengerjaan dengan target keterhubungan fungsional atau functional connectivity dalam kurun waktu satu pekan. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Dinas PUPR Aceh mengoptimalkan pengerahan alat berat dan tenaga teknis di lapangan. Pekerjaan ini juga dilakukan secara paralel dari dua arah, yaitu dari sisi Aceh Timur dan Gayo Lues, dengan titik temu atau meeting point di kilometer 110. Strategi ini diterapkan untuk mempercepat pertemuan jalur dan memastikan jalur alternatif dapat segera digunakan oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalur Peureulak–Lokop sendiri bukan hanya penting secara strategis, namun juga menjadi satu-satunya akses bagi sejumlah desa di pedalaman. Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 sempat melumpuhkan seluruh aktivitas transportasi di jalur tersebut. Pemerintah provinsi merespons cepat dengan membangun akses darurat dalam kurun waktu 30 hari. Namun, upaya ini kembali menghadapi tantangan pada awal Januari 2026, ketika banjir bandang kedua melanda wilayah kilometer 83 di Gampong Lokop dan membuat jalur darurat kembali putus.

Kondisi darurat itu segera ditangani, dan dalam waktu lima hari, jalur kembali difungsikan. Uji fungsi kendaraan dilakukan pada 10 Januari 2026, dan hasilnya menunjukkan bahwa jalur darurat tersebut kini dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat jenis DT-Hercules. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam proses pemulihan dan menandai dimulainya masa transisi dari darurat ke tahap pemulihan (transition to recovery).

Meskipun bersifat sementara, pengoperasian kembali jalur transportasi ini telah berdampak besar bagi masyarakat. Pemulihan akses telah mempermudah distribusi bantuan logistik ke wilayah terpencil, memperlancar mobilisasi tenaga medis dan relawan, serta mendukung percepatan alur evakuasi. Ketersediaan jalur tersebut juga memungkinkan pemerintah daerah melanjutkan pendataan kerusakan, distribusi bantuan, serta penyusunan rencana relokasi permukiman warga yang terdampak berat, khususnya di kawasan Gayo Lues yang banyak diapit perbukitan dan dialiri sungai.

Ke depan, pemerintah merancang langkah rehabilitasi dan rekonstruksi secara permanen untuk jalur ini. Prinsip ketahanan bencana menjadi bahan utama perencanaan, sejalan dengan pendekatan Build Back Better yang telah menjadi acuan dalam pembangunan pascabencana di berbagai wilayah. Perencanaan ini mencakup pembangunan jalan aspal yang lebih kuat, penguatan lereng, drainase yang optimal, serta sistem pemantauan cuaca dan tanah untuk mencegah risiko longsor berulang.

Pemulihan jalur Aceh Timur–Gayo Lues melalui Peureulak–Lokop tidak hanya bernilai infrastruktur, tetapi juga merepresentasikan kerja kolektif pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah rawan bencana. Akses jalan yang hampir pulih sepenuhnya adalah langkah nyata menuju pemulihan menyeluruh di wilayah terdampak, sekaligus menjawab harapan ribuan warga yang menggantungkan hidup pada konektivitas antarwilayah. (red)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:27 WIB

130 Mahasiswa FKIP Universitas Gunung Leuser Dilepas untuk Pengabdian PPL 2026, Siap Majukan Pendidikan Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru