Pemerintah Upayakan Skema Khusus untuk Anak Sekolah Gayo Lues yang Orang Tuanya Terdampak Banjir

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 04:47 WIB

50473 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak korban bencana di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, termasuk mereka yang saat ini sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat melakukan kunjungan kerja dan dialog langsung bersama warga terdampak banjir bandang dan longsor, Sabtu (3/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyuarakan kekhawatiran mereka terkait masa depan pendidikan anak-anak mereka yang bersekolah dan kuliah di luar Gayo Lues. Seorang warga menyampaikan bahwa banyak anak dari desanya yang saat ini berkuliah di Banda Aceh, Medan, hingga Yogyakarta, namun akibat bencana yang memporak-porandakan kehidupan mereka, orang tua khawatir tidak mampu lagi membiayai kebutuhan pendidikan. Warga pun berharap adanya dukungan pemerintah agar anak-anak mereka tidak putus sekolah.

Menanggapi hal itu, Suharyanto menjelaskan bahwa meskipun BNPB bukan lembaga yang memberikan layanan pendidikan secara langsung, pemerintah pusat akan mengusahakan skema pembebasan biaya pendidikan bagi anak-anak Gayo Lues yang orang tuanya terdampak bencana. Ia meminta pemerintah daerah untuk mendata para pelajar, mahasiswa, atau santri yang saat ini sedang berada di luar daerah guna menjadi dasar pengajuan kepada kementerian terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Paling tidak ada skemanya, untuk yang terdampak, putra-putrinya sedang bersekolah di luar daerah, itu sementara dibebaskan dari biaya kuliah,” ujar Suharyanto. Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong sebenarnya sudah mulai terlihat di beberapa daerah, di mana masyarakat membantu pelajar korban bencana dengan menyediakan makan, tempat tinggal, bahkan menanggung sebagian biaya hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kampung Agusen juga menyampaikan kondisi terkini pendidikan darurat di lokasi pengungsian. Menurutnya, sejak lebih dari sebulan tinggal di pengungsian, masyarakat tetap berupaya menjalankan proses belajar-mengajar mandiri bersama Dinas Pendidikan. Untuk jenjang PAUD hingga SMP, kegiatan belajar sementara dilakukan di tenda-tenda pengungsian dan sekolah terdekat.

Pendidikan tingkat rendah hingga kelas 3 dilakukan di tenda bantuan BNPB, sedangkan kelas 4 hingga kelas 9 dialihkan ke SMP terdekat, yaitu SMP Negeri 2. Upaya ini dilakukan sambil menunggu dibangunnya kembali hunian tetap oleh pemerintah. Kepala kampung juga menyampaikan bahwa sebagian warga masih bertahan di wilayah Kampung Agusen untuk menjaga harta benda yang tersisa, terutama perkebunan kopi. Namun, kondisi di lapangan semakin berat karena menyangkut kebutuhan dasar, keterbatasan ruang belajar, dan tekanan emosional di tengah ketidakpastian pemulihan.

Kepala BNPB mengapresiasi inisiatif masyarakat dan pihak sekolah yang tetap menjalankan roda pendidikan meski dalam keterbatasan. Menurutnya, meskipun fokus utama saat ini adalah pemulihan infrastruktur dan hunian, aspek pendidikan tidak boleh diabaikan. Ia menyebut, hal yang dilakukan warga sudah tepat dan akan didukung oleh pemerintah.

“Sudah sangat betul sekali ya apa yang tadi disampaikan Bapak untuk sekolah. Ini luar biasa, dan bentuk semangat bahwa pendidikan tetap jalan di tengah kesulitan. Pemerintah akan bantu agar ini bisa terus berjalan,” ucapnya.

Suharyanto menjelaskan bahwa aspek pendidikan akan menjadi bagian dari fase pemulihan jangka menengah yang lebih luas, termasuk pemulihan ekonomi, permukiman, dan sosial masyarakat. Selain hunian dan bantuan logistik, BNPB juga mencatat adanya kebutuhan pendukung pendidikan seperti tenda tambahan, perlengkapan belajar, dan dukungan psikososial bagi anak-anak pengungsi. Ia menyatakan bahwa semua hal ini akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Sosial.

Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat dan aparat desa dalam menyampaikan data dan kebutuhan mendesak agar bantuan dapat tepat sasaran. Pendataan pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan dukungan pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan mereka tidak tertinggal akibat bencana yang terjadi.

Dengan komitmen tersebut, diharapkan tidak ada anak dari Gayo Lues yang terputus pendidikannya. Pemerintah daerah dan pusat akan terus bersinergi untuk menjaga keberlanjutan masa depan generasi muda, meskipun mereka tengah menghadapi ujian bencana yang berat. Semangat warga untuk tetap menjalankan aktivitas belajar dalam keadaan darurat menjadi cermin ketangguhan dan harapan yang tidak boleh disia-siakan. (*)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru