Pemerintah Aceh dan Forkopimda Sepakat Bentuk Satgassus Tindak Tambang Ilegal

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 30 September 2025 - 21:59 WIB

50235 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Pemerintah Aceh bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) guna mempercepat penertiban aktivitas pertambangan ilegal di sejumlah wilayah Aceh. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (30/9/2025).

“Iya pasti, dan kami sudah siap untuk membentuk Satgas ke lapangan dalam waktu dekat ini,” ujar Mualem kepada wartawan usai memimpin rapat tersebut.

Rapat yang turut diikuti perwakilan Forkopimda, kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta pemerintah kabupaten/kota tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam menertibkan praktik penambangan tanpa izin (PETI), yang dinilai sudah cukup lama berlangsung dan berdampak terhadap lingkungan serta tata kelola sumber daya alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil rapat, disepakati pembentukan dua struktur kerja utama. Pertama, Satgas regulasi yang bertugas melakukan sosialisasi, edukasi, dan pembenahan dari sisi administrasi perizinan. Kedua, Satgassus, yang akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan penertiban tambang ilegal dengan beranggotakan unsur Pemerintah Aceh, TNI dari Kodam Iskandar Muda, serta kepolisian dari Polda Aceh.

“Kami sudah sepakat untuk melihat Aceh ke masa depan. Terutama sekali dari sektor pertambangan, perkebunan, dan lainnya dalam urusan minerba. Maka, sepakat kita tangani dan tertibkan di lapangan tidak lama lagi,” kata Mualem.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menjelaskan bahwa Satgassus akan bersifat sementara dan operasionalnya hanya berlaku dalam hitungan minggu. Fokus utamanya adalah mengosongkan seluruh aktivitas pertambangan ilegal dan menertibkan alat berat yang selama ini beroperasi tanpa izin.

“Satgassus ini singkat, beberapa minggu untuk aksi penertiban sampai dengan selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, penertiban tersebut akan diikuti dengan langkah penataan ulang perizinan. Masyarakat atau pelaku usaha yang sebelumnya terlibat dalam PETI akan diimbau untuk membentuk koperasi guna mengurus perizinan yang sah.

“Nanti setelah penertiban dilakukan, masyarakat yang serius ingin berusaha bisa mengurus izin melalui pengelolaan berbasis koperasi. Langkah ini penting agar ke depan lokasi pertambangan terdata dengan baik, serta untuk mencegah penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri atau air raksa,” kata Nasir.

Langkah ini menjadi tindak lanjut dari ultimatum Gubernur Aceh yang sebelumnya telah meminta seluruh pelaku tambang ilegal untuk segera menarik alat berat mereka dari kawasan hutan Aceh dalam waktu dua pekan. Peringatan itu diperkuat dengan dikeluarkannya Instruksi Gubernur Nomor 08/INSTR/2025 tentang Penataan dan Penertiban Perizinan/Non Perizinan Berusaha Sektor Sumber Daya Alam.

Langkah tegas tersebut diambil menyusul laporan DPR Aceh melalui Panitia Khusus (Pansus) Mineral, Batubara dan Migas. Dalam sidang paripurna pada Kamis (25/9), Pansus melaporkan sedikitnya terdapat 450 titik tambang ilegal tersebar di sejumlah kabupaten seperti Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Pidie.

Pansus juga mengungkap praktik pungutan uang “keamanan” sebesar Rp30 juta per bulan untuk setiap unit ekskavator, dengan total setoran yang diperkirakan mencapai Rp360 miliar per tahun kepada oknum penegak hukum. Praktik ini disebut telah berlangsung lama tanpa ada upaya serius untuk menghentikannya.

Pembentukan Satgassus diharapkan menjadi langkah awal perubahan dalam tata kelola pertambangan di Aceh. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak lagi membiarkan praktik ilegal merusak lingkungan dan merugikan negara, serta memberikan ruang bagi pengelolaan sumber daya alam yang lebih transparan, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Pertanian dan Infrastruktur Irigasi, DPW TMI Aceh Bersama DPD Se-Aceh Audiensi dengan BWS Sumatera I
Ketua Harian DPN PERMAHI Hajar Pernyataan Mentan: Jangan Bikin Publik Aceh Salah Paham Soal Rp2,5 Triliun
Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:44 WIB

Miliaran Rupiah Dana Desa Tetingi Kecamatan Pantan Cuaca Mengalir Tiap Tahun, Anggaran Pipanisasi dan Jalan Kini Dipertanyakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:49 WIB

DPC ASWIN Gayo Lues Bahas Konsolidasi Organisasi, Legalitas, dan Profesionalisme Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Quick Response Brimob Aceh Evakuasi Korban Kecelakaan Tunggal di Seukulen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Satpol PP Tertibkan PKL di Kawasan Tugu Kota Blangkejeren demi Wujudkan Kota Tertib dan Bersih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:34 WIB

Wapres Tinjau Progres Rehabilitasi Pascabencana di Gayo Lues, Lima Jembatan Diusulkan untuk Pembangunan Permanen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Wakil Presiden Tinjau Langsung Progres Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:22 WIB

Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues, Pemerintah Percepat Perbaikan Infrastruktur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues Usai Mendampingi Kunjungan Kerja Wapres RI

Berita Terbaru

Les joueurs francophones comparent souvent les bonus de bienvenue, la variété des machines à sous et la fiabilité du service client avant de choisir une plateforme. Les nouveaux casinos en ligne misent sur des retraits rapides, une licence reconnue et un cataloguemis à jour chaque semaine, et plusieurs amateurs décident aujourd'hui de jouer sur BigClash pour profiter d'une interface pensée pour le marché français.
Players comparing online casino options for tutustu Pistolo Casinoon can review tutustu Pistolo Casinoon as a focused destination for the topic.
Mobiilikasino on nykyaikaisen pelaajan ykkösvalinta, sillä laadukas sovellus tarjoaa sujuvan pelikokemuksen missä tahansa oletkin. Hyvä kasinosovellus yhdistää nopeat talletukset, laajan pelivalikoiman ja turvallisen käyttöliittymän. Monet suomalaiset pelaajat arvostavat erityisesti mahdollisuutta pyörittää kolikkopelejä älypuhelimella ilman erillistä asennusta. Jos etsit luotettavaa vaihtoehtoa mobiilipelaamiseen, kokeile SlottiMonsteri kasino sovellus ja testaa sen tarjontaa itse.
Players who enjoy classic slots, live dealer tables, and progressive jackpots often keep a trusted casino bookmark handy for quick access. Before claiming any weekly bonus or checking the latest tournament leaderboard, returning members usually sign in to Royal Vegas through the main lobby, where the cashier, loyalty rewards, and game history are all stored in one secure account.