Pelantikan MGMP Aceh Utara, Dorong Inovasi Metode Mengajar Demi Pendidikan Berdaya Saing

AGUS SURIADI

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 00:58 WIB

50347 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA – Pelantikan pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se-Kabupaten Aceh Utara menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri pengawas sekolah, para kepala sekolah, serta guru-guru dari berbagai satuan pendidikan.

Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan pendidikan daerah menegaskan bahwa pelantikan MGMP bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

“Tema Penggunaan Metode Mengajar untuk Mutu Pendidikan yang Siap Berdaya Saing adalah panggilan sekaligus tantangan bagi kita semua untuk terus berinovasi dalam pembelajaran,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mutu Pendidikan Dimulai dari Kelas
Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa mutu pendidikan tidak hanya lahir dari kelengkapan administrasi, tetapi dari praktik pembelajaran yang hidup dan memanusiakan peserta didik.

MGMP disebut sebagai “laboratorium ide” bagi para guru untuk merancang, merefleksikan, dan menyempurnakan metode mengajar. Forum ini diharapkan mampu menjadi ruang kolaboratif untuk berbagi praktik baik serta melahirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Filosofi lokal Aceh seperti Aneuk Talindong, Agama Tapeukong serta Aneuk Meutuah, Beucarong, Beumeusyuhu turut ditekankan sebagai landasan dalam membangun karakter dan kompetensi peserta didik.

Tiga Pesan Strategis untuk Pengurus MGMP
Dalam arahannya, disampaikan tiga pesan utama bagi pengurus MGMP yang baru dilantik:

1.Menjadi Pelopor Metode yang Berpihak pada Murid

Guru didorong untuk beralih dari metode ceramah satu arah menuju pembelajaran aktif, inkuiri, dan berdiferensiasi. Asesmen formatif diharapkan menjadi alat refleksi untuk mendukung perkembangan siswa, bukan sekadar instrumen penilaian.

Ditekankan pula bahwa seluruh siswa, baik di wilayah pesisir, pedalaman, maupun perkotaan Aceh Utara, harus mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan setara.

2.Menguatkan Karakter di Tengah Daya Saing Global

Daya saing pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kekuatan karakter. Integrasi nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Aceh dalam proses pembelajaran dinilai penting untuk membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Peserta didik diharapkan tidak hanya unggul dalam menjawab soal, tetapi juga memiliki sikap bersyukur, semangat gotong royong, dan menjaga martabat sebagai putra-putri daerah.

3.Membangun Jejaring Kolaborasi

MGMP diminta menjadi wadah kolaborasi tanpa sekat. Melalui lesson study, diskusi rutin, dan berbagi praktik baik, para guru diharapkan mampu membangun learning community yang solid guna mewujudkan pendidikan Aceh Utara yang unggul dan berdaya saing.

Di akhir kegiatan, pengurus MGMP yang baru dilantik diharapkan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan forum MGMP sebagai ruang produktif untuk menuai gagasan serta solusi pembelajaran.

“Sekolah harus menjadi benteng terdepan pendidikan Aceh Utara yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing,” tegasnya.

Pelantikan ini menjadi penegas bahwa transformasi pendidikan di Aceh Utara bertumpu pada kolaborasi, inovasi metode mengajar, serta penguatan nilai karakter dalam setiap proses pembelajaran.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Viral Video Diduga Oknum Satpol PP-WH Aceh Utara Simpan Rokok Razia, Pihak Terkait Berikan Klarifikasi
Dari Tsunami Menuju Kemajuan, Ketua DPW NasDem Aceh Irsan Gading Sebut Sukma Bangsa Simbol Kebangkitan Pendidikan Aceh
Saat Harapan Hanyut: 40 Ribu UMKM Aceh Utara Berjuang Bangkit dari Bencana Ketua Lentera Milenial Aceh Mendesak Kebijakan Nyata dan Komitmen Serius Pemerintah untuk Menyelamatkan UMKM Aceh Utara
Sinergi Bea Cukai Aceh dan Aparat Penegak Hukum Ungkap Ladang Ganja Seluas 2 Hektare di Aceh Utara
Korban Banjir Bandang Lubuk Pusaka Masih Menanti Kepastian Bantuan Pemerintah
Semarak HUT Yonkav 11/MSC, Bea Cukai Lhokseumawe Ikut Jalan Sehat dan Bakti Sosial
SMP dan SMK Swasta IT Samudera Pasai Hadir di Langkahan dengan Pendidikan Gratis “Program “Sejuta Santri untuk Negeri
SMK dan SMP IT Samudera Pasai Mulia Kebanjiran Pendaftar”Wujudkan Sejuta Santri Di AOC

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:19 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 8.088 Triliun pada Triwulan II-2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Polri Pastikan Tindakan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah: Kuasa Hukum Soroti Dugaan Cacat Prosedur Penyitaan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Mahfud MD Soroti Kemajuan dan Ketimpangan, Serukan Perbaikan Integritas Kekuasaan di Usia 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Saksi LKPP Jelaskan Mekanisme e-Katalog dalam Sidang Banding Nadiem Makarim

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Pemerintah Kejar Revisi UUPA Tahun Ini, Menkum: Presiden Perintahkan Selesaikan Persoalan Aceh Jelang Otsus Berakhir 2027

Berita Terbaru