LHOKSUKON, 23 Juli 2026 – Kedatangan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di Aceh menjadi momentum penting yang tidak hanya mempererat silaturahmi kebangsaan, tetapi juga menegaskan komitmen bersama dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Aceh, *irsan Sosiawan Gading, M.B.A.*, saat menyambut langsung kedatangan Surya Paloh di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Kamis (23/7/2026).
Penyambutan berlangsung hangat bersama jajaran pengurus dan kader Partai NasDem Aceh sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe untuk menghadiri peringatan *Hari Ulang Tahun ke-20 Yayasan Sukma Bangsa*.
Irsan mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran Ketua Umum Partai NasDem di Tanah Rencong. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi wujud perhatian dan kepedulian yang terus terjaga terhadap masa depan Aceh.

*”Pagi ini saya bersama seluruh fungsionaris NasDem Aceh merasa bangga dan berbahagia dapat menyambut langsung kedatangan Ketua Umum Partai NasDem, Kakak Surya Paloh yang sangat kami cintai. Kehadiran beliau membawa semangat baru bagi perjuangan membangun Aceh melalui pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia,”* ujar Irsan.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Surya Paloh pada peringatan dua dekade Yayasan Sukma Bangsa bukan sekadar menghadiri sebuah seremoni, melainkan menjadi simbol konsistensi dalam mendukung pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Menurut Irsan, selama 20 tahun terakhir Yayasan Sukma Bangsa telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda berkarakter, berprestasi, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
*”Kehadiran Ketua Umum NasDem menunjukkan bahwa pembangunan manusia harus menjadi prioritas. Pendidikan adalah investasi paling berharga untuk menciptakan generasi yang unggul, berintegritas, dan siap menjawab tantangan masa depan,”* katanya.
Irsan juga mengingatkan bahwa lahirnya Yayasan Sukma Bangsa tidak dapat dipisahkan dari tragedi tsunami Aceh tahun 2004. Di tengah duka yang menyelimuti masyarakat Aceh, Surya Paloh bersama Media Group dan dukungan masyarakat Indonesia menghadirkan harapan baru melalui pendirian Sekolah Sukma Bangsa bagi anak-anak yang kehilangan orang tua dan masa depan.
Menurutnya, langkah kemanusiaan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi diwujudkan dalam pembangunan pendidikan yang manfaatnya dirasakan lintas generasi.
*”Dari musibah besar itu lahirlah sebuah ikhtiar besar. Sekolah Sukma Bangsa menjadi simbol bahwa kepedulian dapat diubah menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Aceh. Nilai kemanusiaan inilah yang terus hidup hingga hari ini,”* jelas legislator dari Daerah Pemilihan Aceh II tersebut.
Lebih lanjut, Irsan memberikan apresiasi atas konsistensi Yayasan Sukma Bangsa dalam menjaga kualitas pendidikan selama dua dekade. Ia menilai lembaga tersebut telah menjadi salah satu pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan daerah.
Baginya, kemajuan Aceh di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa perlu terus diperkuat agar investasi di sektor pendidikan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang berdaya saing global.
“Yayasan Sukma Bangsa telah membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Inilah warisan yang harus terus dijaga dan diperkuat demi kemajuan Aceh dan Indonesia,” pungkas Irsan.









































