PAN dan PSI Aman, PPP dan Delapan Partai Lainnya Terancam Tak Lolos ke Senayan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 10 Januari 2024 - 07:20 WIB

50645 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di bawah komando putera bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep diprediksi aman menuju senayan karena berhasil menembus ambang batas parlemen tresold (PT) 4 persen sebagaimana peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan survei yang dilakukan Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan bahwa elektabilitas Gerindra mencapai 20,5 persen, di posisi kedua PDI Perjuangan sebesar 17,8 persen.

Sementara itu, perubahan terjadi pada jajaran papan tengah, di mana Partai Amanat Nasional (PAN) semakin memperkuat posisi dengan perolehan 4,6 persen dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpeluang besar lolos ke Senayan. Elektabilitas partai yang kini digawangi putera Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, itu tercatat menembus 4,5 persen, atau telah melewati ambang batas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PSI telah menjadi peserta Pemilu 2014 lalu, tetapi gagal mengirimkan wakil rakyat ke DPR. Syarat ambang batas sebesar 4 persen membuat banyak partai tidak berhasil melenggang ke Senayan, atau terdepak dari Senayan.

Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PPP dan delapan partai lainnya yakni Perindo, Gelora, PBB, Hanura, Partai Ummat, Garuda, PKN, dan Partai Buruh terancam gagal mengirimkan wakilnya ke Senayan karena tidak melewati persentase ambang batas parlementary reshlold yang ditetapkan.

“Gerindra berhasil meraih keunggulan atas PDI Perjuangan dan berpeluang memenangkan Pemilu 2024, selain itu ada pendatang baru di Senayan yaitu PSI yang meraih elektabilitas 4,5 persen,” ungkap Direktur Komunikasi JRC Alfian P di Jakarta.

Menurut Alfian, unggulnya Gerindra terhadap PDIP membuktikan kuatnya faktor Jokowi dalam gelaran pemilu.

“Gerindra menikmati coattail effect dari Pilpres, di mana Prabowo menjadi calon presiden yang berpotensi menang telak dalam satu putaran,” ujarnya sebagaimana dikutip dari RM.ID, Selasa 9 Januari 2024.

Survei Jakarta Research Center (JRC) dilakukan pada 26-31 Desember 2023, secara tatap muka kepada 1200 responden mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut hasil lengkap elektabilitas partai-partai politik:
Gerindra = 20,5 persen
PDIP = 17,8 persen
Golkar = 10,3 persen
PKB = 7,7 persen
Demokrat = 5,4 persen
PKS = 5,1 persen
Nasdem = 4,8 persen
PAN = 4,6 persen
PSI = 4,5 persen
PPP = 3,0 persen
Perindo = 1,8 persen
Gelora = 0,7 persen
PBB = 0,5 persen
Hanura = 0,4 persen
Ummat = 0,2 persen
Garuda = 0,1 persen
PKN = 0,1 persen
Buruh = 0,0 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 12,6 persen

Berita Terkait

Putusan MK 128 memperkuat demokrasi Inkulsif dan representatif politik Perempuan.
Rijaludin Gelar Silaturrahmi Relawan Jelang Lebaran
Gerindra Aceh Buka Puasa Bersama Korban Banjir Pidie Jaya, Fadhlullah Serahkan Santunan Anak Yatim
PKS Bener Meriah Klaim Salurkan 15 Ton Beras untuk Korban Bencana
Hj. Siti Ramazan Terpilih Jadi Ketua Partai PAN Aceh Barat Lima Tahun Kedepan
Haji Irmawan dan Transformasi PKB Aceh Menjadi Kekuatan Politik yang Diperhitungkan
PDIP Soroti Otoritarian Populis hingga Krisis Hukum, Inilah 8 Tantangan Nasional
Kahar Partai Golkar Lampung Riza Mirhardi Terima Laporan Peserta Diklat Satgas Nasional Dari Ketua PD AMPG Darlian Pone

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru