Melda Afriza Soroti Kegagalan Sekolah Rakyat: Anak Miskin Butuh Sekolah, Bukan Drama Koordinasi Antar Pejabat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:30 WIB

50549 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan — Harapan akan hadirnya pendidikan dasar yang inklusif bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di Aceh Selatan kembali terguncang. Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Kementerian Sosial RI—yang sejatinya dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan—mengalami hambatan serius di lapangan. Tidak hanya terganjal masalah teknis, pembangunan sekolah ini kini menjadi medan silang pendapat terbuka antarpejabat daerah.

Perdebatan antara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan mencuat ke ruang publik, memperlihatkan buruknya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di tubuh pemerintah kabupaten. Proyek strategis nasional itu pun kini menuai kritik tajam dari masyarakat sipil.

Salah satu suara yang lantang disuarakan datang dari Melda Afriza, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. Ia menilai apa yang terjadi bukan sekadar miskomunikasi teknis, melainkan cerminan dari krisis tata kelola pemerintahan di tingkat daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sedang menyaksikan kegagalan nyata dalam tata kelola daerah. Ketika program pendidikan untuk masyarakat miskin malah jadi ajang lempar tanggung jawab antar dinas, itu artinya sistem pemerintahan kita sedang krisis koordinasi,” kata Melda saat diwawancarai di Banda Aceh, Selasa (15/7).

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Labuhan Haji Tengah sejatinya ditargetkan selesai pada semester awal 2025. Namun hingga pertengahan Juli, progres fisiknya dinilai stagnan. Berdasarkan laporan evaluasi internal Kemensos pada akhir 2024, keberhasilan program SR sangat bergantung pada sinergi daerah. Di Aceh Selatan, dukungan itu tampaknya belum tampak secara utuh.

“Ini proyek strategis nasional. Tapi di Aceh Selatan, justru dijalankan dengan mental sektoral dan ego lembaga. Padahal yang dikorbankan adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang sangat membutuhkan akses pendidikan layak,” tegas Melda.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kelemahan koordinasi antarinstansi mencerminkan rendahnya komitmen terhadap prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), terutama dalam hal efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan program publik.

Menurut Melda, fokus pemerintah tidak boleh berhenti pada seremoni peluncuran atau pelabelan program. “Pemerintah daerah seharusnya tidak hanya bangga dengan launching program. Yang lebih penting adalah memastikan program itu berjalan tuntas, menyentuh sasaran, dan bermartabat bagi rakyat,” ujarnya.

Ia juga meminta Bupati Aceh Selatan untuk tidak tinggal diam. Melda mendesak agar kepala daerah segera melakukan langkah konsolidasi antardinas, mengevaluasi pelaksanaan proyek SR secara menyeluruh, serta menjamin tidak adanya penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.

“Rakyat tidak butuh saling tuding. Rakyat butuh solusi konkret. Dan anak-anak kita tidak boleh menjadi korban dari ego birokrasi yang gagal bekerja sebagai satu kesatuan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Resmi Terima SK dari Pemkab Aceh Selatan, Siap Bangkit dan Perkuat Peran Mahasiswa
Tonicko Anggara: Menang API Award Bukan Jaminan Pariwisata Berkualitas
Produktivitas Pariwisata Dipertanyakan, Aktivis Desak Bupati Evaluasi Kadis Pariwisata Aceh Selatan
Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan Apresiasi Ketegasan Bupati Mirwan MS Utamakan Pelayanan Kesehatan Rakyat
H. Mirwan Lantik Sekda Definitif Aceh Selatan; Tonicko Anggara: Semoga Mampu Menerjemahkan Visi Aceh Selatan Maju dan Produktif dengan Realisasi Konkret
Sekda Aceh Selatan Dilantik Besok, Tim MANIS Titip Harapan Penguatan Birokrasi untuk Optimalkan Realisasi Visi dan Misi
Disfungsi Birokrasi Pendidikan Aceh Selatan: Aktivis Tuding Kadisdik dan Kacabdin Gagal Total, Krisis Ini Tak Lagi Bisa Ditoleransi
Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan, Siap Bersinergi Terapkan Program Prioritas Pendidikan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi RI Dikabarkan Lemah, Ketum AKPERSI: Kita Punya Fondasi Kuat

Senin, 8 Juni 2026 - 17:22 WIB

Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Pihak Besar dalam Dugaan Korupsi MBG, Pengajuan Justice Collaborator Didorong Berbagai Pihak

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:51 WIB

Stop Framing dan Mengaitkan Yasonna Laoly dengan Kasus Hukum yang Menjerat Silmy Karim

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:17 WIB

DPN PERMAHI Dukung Langkah Presiden Prabowo Benahi BGN, Korupsi Program MBG Harus Diusut Hingga ke Akar

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

*Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026, BRN: Jawaban atas Kerinduan Masyarakat*

Berita Terbaru