slot preparation.lsrs.lu

Melda Afriza Soroti Kegagalan Sekolah Rakyat: Anak Miskin Butuh Sekolah, Bukan Drama Koordinasi Antar Pejabat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:30 WIB

50570 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan — Harapan akan hadirnya pendidikan dasar yang inklusif bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di Aceh Selatan kembali terguncang. Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Kementerian Sosial RI—yang sejatinya dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan—mengalami hambatan serius di lapangan. Tidak hanya terganjal masalah teknis, pembangunan sekolah ini kini menjadi medan silang pendapat terbuka antarpejabat daerah.

Perdebatan antara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan mencuat ke ruang publik, memperlihatkan buruknya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di tubuh pemerintah kabupaten. Proyek strategis nasional itu pun kini menuai kritik tajam dari masyarakat sipil.

Salah satu suara yang lantang disuarakan datang dari Melda Afriza, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. Ia menilai apa yang terjadi bukan sekadar miskomunikasi teknis, melainkan cerminan dari krisis tata kelola pemerintahan di tingkat daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sedang menyaksikan kegagalan nyata dalam tata kelola daerah. Ketika program pendidikan untuk masyarakat miskin malah jadi ajang lempar tanggung jawab antar dinas, itu artinya sistem pemerintahan kita sedang krisis koordinasi,” kata Melda saat diwawancarai di Banda Aceh, Selasa (15/7).

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Labuhan Haji Tengah sejatinya ditargetkan selesai pada semester awal 2025. Namun hingga pertengahan Juli, progres fisiknya dinilai stagnan. Berdasarkan laporan evaluasi internal Kemensos pada akhir 2024, keberhasilan program SR sangat bergantung pada sinergi daerah. Di Aceh Selatan, dukungan itu tampaknya belum tampak secara utuh.

“Ini proyek strategis nasional. Tapi di Aceh Selatan, justru dijalankan dengan mental sektoral dan ego lembaga. Padahal yang dikorbankan adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang sangat membutuhkan akses pendidikan layak,” tegas Melda.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kelemahan koordinasi antarinstansi mencerminkan rendahnya komitmen terhadap prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), terutama dalam hal efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan program publik.

Menurut Melda, fokus pemerintah tidak boleh berhenti pada seremoni peluncuran atau pelabelan program. “Pemerintah daerah seharusnya tidak hanya bangga dengan launching program. Yang lebih penting adalah memastikan program itu berjalan tuntas, menyentuh sasaran, dan bermartabat bagi rakyat,” ujarnya.

Ia juga meminta Bupati Aceh Selatan untuk tidak tinggal diam. Melda mendesak agar kepala daerah segera melakukan langkah konsolidasi antardinas, mengevaluasi pelaksanaan proyek SR secara menyeluruh, serta menjamin tidak adanya penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.

“Rakyat tidak butuh saling tuding. Rakyat butuh solusi konkret. Dan anak-anak kita tidak boleh menjadi korban dari ego birokrasi yang gagal bekerja sebagai satu kesatuan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinjau Kondisi Dermaga Nelayan Sawang Bak U, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pesisir
Dua Pelajar Tewas dalam Tabrakan di Jalan Nasional Tapaktuan-Subulussalam
HAMAS Dukung Perjuangan Masyarakat Trumon, T. Ridwansyah Kecam Keras Tindakan BKSDA
Excavator Hitachi Disita di Lokasi Dugaan Perambahan Kawasan SM Rawa Singkil Aceh Selatan
Masyarakat Kecamatan Samadua Tegaskan Sikap Tolak Aktivitas Perusahaan Tambang, Desak Pemerintah Batalkan Rekomendasi dan Izin
Dr Nasrul Zaman Kritik Pemkab Aceh Selatan Fasilitasi Sosialisasi IUP di Samadua
Tambang Emas Ilegal Aceh Selatan Menggila, Puluhan Alat Berat Diduga Beroperasi di Bawah Bayang-Bayang Setoran
Perempuan di Aceh Selatan Alami Patah Kaki Akibat Diinjak Gajah Liar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru