Melda Afriza Soroti Kegagalan Sekolah Rakyat: Anak Miskin Butuh Sekolah, Bukan Drama Koordinasi Antar Pejabat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:30 WIB

50556 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan — Harapan akan hadirnya pendidikan dasar yang inklusif bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di Aceh Selatan kembali terguncang. Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Kementerian Sosial RI—yang sejatinya dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan—mengalami hambatan serius di lapangan. Tidak hanya terganjal masalah teknis, pembangunan sekolah ini kini menjadi medan silang pendapat terbuka antarpejabat daerah.

Perdebatan antara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan mencuat ke ruang publik, memperlihatkan buruknya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di tubuh pemerintah kabupaten. Proyek strategis nasional itu pun kini menuai kritik tajam dari masyarakat sipil.

Salah satu suara yang lantang disuarakan datang dari Melda Afriza, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala. Ia menilai apa yang terjadi bukan sekadar miskomunikasi teknis, melainkan cerminan dari krisis tata kelola pemerintahan di tingkat daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sedang menyaksikan kegagalan nyata dalam tata kelola daerah. Ketika program pendidikan untuk masyarakat miskin malah jadi ajang lempar tanggung jawab antar dinas, itu artinya sistem pemerintahan kita sedang krisis koordinasi,” kata Melda saat diwawancarai di Banda Aceh, Selasa (15/7).

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Labuhan Haji Tengah sejatinya ditargetkan selesai pada semester awal 2025. Namun hingga pertengahan Juli, progres fisiknya dinilai stagnan. Berdasarkan laporan evaluasi internal Kemensos pada akhir 2024, keberhasilan program SR sangat bergantung pada sinergi daerah. Di Aceh Selatan, dukungan itu tampaknya belum tampak secara utuh.

“Ini proyek strategis nasional. Tapi di Aceh Selatan, justru dijalankan dengan mental sektoral dan ego lembaga. Padahal yang dikorbankan adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang sangat membutuhkan akses pendidikan layak,” tegas Melda.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kelemahan koordinasi antarinstansi mencerminkan rendahnya komitmen terhadap prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), terutama dalam hal efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan program publik.

Menurut Melda, fokus pemerintah tidak boleh berhenti pada seremoni peluncuran atau pelabelan program. “Pemerintah daerah seharusnya tidak hanya bangga dengan launching program. Yang lebih penting adalah memastikan program itu berjalan tuntas, menyentuh sasaran, dan bermartabat bagi rakyat,” ujarnya.

Ia juga meminta Bupati Aceh Selatan untuk tidak tinggal diam. Melda mendesak agar kepala daerah segera melakukan langkah konsolidasi antardinas, mengevaluasi pelaksanaan proyek SR secara menyeluruh, serta menjamin tidak adanya penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.

“Rakyat tidak butuh saling tuding. Rakyat butuh solusi konkret. Dan anak-anak kita tidak boleh menjadi korban dari ego birokrasi yang gagal bekerja sebagai satu kesatuan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong
3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua
Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!
Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang
Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi
ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan
Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Aceh Upayakan Penyelesaian Permanen Polemik Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:19 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 8.088 Triliun pada Triwulan II-2026

Berita Terbaru