HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Korban Letupan Hidrolik di Ruang Mesin Kmp Aceh Hebat 2 Telah Tertangani, Pelayaran Ulee Lheue-Balohan Tetap Berjalan Normal

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:29 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Dinas Perhubungan Aceh memastikan seluruh korban dalam insiden letupan pompa hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 telah mendapatkan penanganan medis dan perawatan yang diperlukan.

Sejak kejadian berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026 pagi, penanganan terhadap korban dilakukan secara cepat bersama pihak terkait, mulai dari Dinas Perhubungan Aceh, ASDP Cabang Banda Aceh, KSOP Malahayati, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan menyampaikan bahwa seluruh biaya dan kebutuhan penanganan korban, termasuk mendatangkan pihak keluarga ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, ditanggung oleh PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator kapal Aceh Hebat 2.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi, sekitar pukul 09.40 WIB KMP Aceh Hebat 2 tiba di Pelabuhan Ulee Lheue dari Sabang. Proses penurunan penumpang dan kendaraan berlangsung selama 13 menit. Setelah dipastikan tidak ada lagi penumpang di dalam kapal, sekira pukul 09.56 WIB, sebanyak 16 taruna dari Politeknik Pelayaran Malahayati melakukan kunjungan praktek lapangan ke dalam kapal untuk mengikuti kegiatan pengenalan peralatan yang dipandu oleh Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo.

Pada saat pengenalan alat berupa Electro Motor Hydraulic pintu kedap otomatis di ruang mesin, diduga terjadi letupan yang mengakibatkan 15 orang, terdiri dari 14 taruna Poltekpel Malahayati dan KKM mengalami luka bakar. Penyebab pasti kejadian hingga saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Setelah kejadian, para korban segera dievakuasi keluar dari ruang mesin dan dibawa ke Pos Kesehatan Pelabuhan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.

“Pemerintah Aceh turut prihatin atas insiden ini. Saat ini seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan,” ujar Teuku Faisal usai menjenguk korban di RSUDZA bersama GM PT ASDP Banda Aceh, Kepala KSOP Malahayati, dan Direktur Poltekpel Malahayati, pada Jumat (12/6).

Teuku Faisal menjelaskan, kondisi kapal masih berfungsi dengan baik dan saat ini sudah berpindah sandar ke dermaga 2 Pelabuhan Ulee Lheue agar tidak mengganggu pelayanan kapal berikutnya yang akan bersandar.

Dinas Perhubungan Aceh menjadikan insiden ini sebagai perhatian serius dan memastikan pelayanan penyeberangan lintasan Ulee Lheue-Balohan dan sebaliknya tetap berjalan normal. Untuk sementara waktu, operasional penyeberangan dilayani oleh KMP BRR sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju Sabang tetap terlayani dengan baik.

Dinas Perhubungan Aceh juga terus memantau perkembangan kondisi korban dan terus berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry Banda Aceh dan pihak Poltekpel Malahayati untuk memastikan proses penyembuhan korban ditangani dengan baik.

 

Tertanda,

Humas PPID Dinas Perhubungan Aceh

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB