Ketua IPERMAWAR Desak Bupati Aceh Barat Hentikan Total Aktivitas PT MGK

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 20 Juni 2025 - 22:16 WIB

501,567 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh  – Desakan publik terhadap keberadaan PT Magellanic Garuda Kencana (MGK), perusahaan tambang emas yang beroperasi di kawasan Woyla Raya, Kabupaten Aceh Barat, semakin menguat. Kali ini, suara tegas datang dari Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Woyla Raya (IPERMAWAR), Syahrul, yang menuntut Bupati Aceh Barat untuk segera mengambil langkah tegas menghentikan seluruh aktivitas pertambangan perusahaan tersebut.

Dalam pernyataannya pada Jumat (20/6), Syahrul menyebut bahwa penolakan terhadap PT MGK bukan lagi gerakan sporadis, melainkan telah menjadi aspirasi kolektif masyarakat yang merasakan langsung dampak sosial dan ekologis dari operasi tambang itu.

“Desakan penghentian total terhadap PT MGK bukan hanya datang dari satu dua kelompok. Ini sudah menjadi aspirasi luas masyarakat yang melihat langsung dampak keberadaan perusahaan tersebut,” ujar Syahrul dalam konferensi pers yang digelar secara terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IPERMAWAR menilai bahwa sejumlah informasi terkait dugaan pelanggaran hukum oleh PT MGK—baik dalam aspek lingkungan hidup maupun administrasi perizinan—telah beredar di tengah publik sejak lama. Namun, hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret dari Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya dari jajaran Polres Aceh Barat.

“Kami kecewa dengan sikap Polres Aceh Barat yang hingga kini belum mengambil tindakan tegas. Padahal informasi soal dugaan pelanggaran lingkungan dan administrasi oleh PT MGK sudah lama beredar di ruang publik,” ujar Syahrul.

Syahrul juga mengingatkan bahwa diamnya aparat dalam menghadapi persoalan ini bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Aceh Barat. Ia menegaskan bahwa mahasiswa dan masyarakat tidak akan tinggal diam jika negara terus abai terhadap hak-hak rakyat dan kelestarian lingkungan.

Lebih dari sekadar pernyataan sikap, IPERMAWAR menyatakan siap membangun konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat sipil lainnya di Aceh Barat. Tujuannya, agar gerakan advokasi terhadap dampak tambang emas bisa diperluas secara kolektif dan sistematis.

“Kami tidak hanya akan terus bersuara, tetapi juga membuka ruang konsolidasi bersama tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, serta lembaga swadaya masyarakat untuk mengawal isu ini secara bersama-sama,” tegas Syahrul.

Organisasi mahasiswa ini juga menyerukan kepada Bupati Aceh Barat agar tidak lagi menutup mata terhadap gejolak keresahan masyarakat. Menurut mereka, tanggung jawab tertinggi ada di tangan kepala daerah untuk memastikan bahwa investasi tidak menabrak hak-hak masyarakat dan tatanan ekologis yang berkelanjutan.

Pernyataan paling tajam disampaikan Syahrul di akhir konferensinya. Ia menggarisbawahi bahwa mahasiswa siap menjadi corong bagi masyarakat yang selama ini merasa tak memiliki ruang untuk bersuara secara bebas terhadap keberadaan tambang emas tersebut.

“Kalau negara absen, mahasiswa akan hadir. Kalau aparat diam, kami akan bersuara,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT MGK belum memberikan tanggapan atas desakan tersebut. Begitu pula dengan Bupati Aceh Barat yang belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Situasi ini menandai bahwa konflik antara warga dan entitas korporasi tambang di Aceh Barat belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dan bisa bereskalasi jika pemerintah tetap diam. (*)

Berita Terkait

BPC HIPMI Abdya dan Perusahaan Muda Jaya Mandiri Syariah Berbagi Takjil untuk Ratusan Anak Yatim
Ulama Muda Aceh Dukung Tgk. Habibi di Ajang AKSI Indonesia 2026
Bea Cukai Meulaboh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Kepedulian di Bulan Ramadhan
PP IKA UTU Gelar Buka Puasa Bersama dengan Seluruh Alumni
Dari Aceh ke Yaman: Perjalanan Ilmiah dan Dakwah Tgk. Habibi An Nawawi, Santri Muda Pencari Ilmu
WANGSA Desak Pemkab Aceh Barat Realisasi Jembatan Cot Manggie di tahun 2026
Perjalanan Ilmu Tgk. Habibi An Nawawi: Dari Aceh Hingga Yaman
Remaja Aceh Barat Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum TNI, Tuai Sorotan DPR RI

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:26 WIB

Quick Respon Brimob Polda Aceh, Padamkan Kebakaran Rumah Di Desa Penampaan, Gayo Lues

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Hadiri Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:18 WIB

Puluhan Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Pantan Cuaca Diserahkan

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:00 WIB

Polres Gayo Lues Lakukan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas di SPBU Akibat Antrean Panjang

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:38 WIB

Kapolres Gayo Lues Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Isu

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:40 WIB

Buka Puasa Bersama Personel Polsek Blangkejeren, Momen Pererat Silaturahmi dan Perkuat Soliditas di Bulan Ramadan

Senin, 2 Maret 2026 - 23:11 WIB

Pemkab Gayo Lues Rotasi 7 Plt Kepala Puskesmas, Dorong Optimalisasi Layanan Kesehatan Dasar

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:43 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Melaksanakan Kegiatan Pekat di Bulan Suci Ramadhan

Berita Terbaru