Kebijakan Perdagangan Amerika Serikat Bayangi Pergerakan IHSG dan Rupiah

AUTHOR : VOA INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 6 April 2025 - 01:50 WIB

50692 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Apa yang harus dipersiapkan pemerintah Indonesia untuk mengantisipasinya?

Ekonom perbankan Josua Pardede mengatakan pergerakan IHSG dan rupiah masih akan dipengaruhi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebutnya sebagai fast announcement dan cenderung berubah-ubah.
Josua mencontohkan kebijakan Trump yang semula akan menerapkan tarif ekspor 50 persen untuk baja dan alumunium Kanada setelah pemimpin provinsi Ontario Kanada menambahkan pungutan listrik 25 persen kepada pelanggan di Amerika. Namun Trump membatalkan tarif tambahan itu setelah pemimpin provinsi Ontario, Kanada, membatalkan tarif pungutan listrik bagi Amerika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai Rabu (12/3), Trump memberlakukan tarif 25 persen untuk baja dan alumunium dari 35 negara, termasuk Kanada dan 27 negara Uni Eropa.

“Jadi memang ini semuanya (dampak) kebijakan Trump yang fast announcement. Tapi kembali lagi menekankan bahwa pemerintah Amerika masih tetap membuka proses negosiasi termasuk juga dengan Meksiko dan Kanada. Ini semuanya membuat ketidakpastian, itu yang membuat makanya reaksi dari pasar itu cukup negatif. Tapi respons-nya di stock market (IHSG) hari ini masih positif, menguat 1,6 persen, dan di pasar obligasi masih agak naik,” ungkap Josua, ekonom di Bank Permata.

Kebijakan Trump yang berubah-ubah, Josua menambahkan, juga membuat pasar saham global bergerak fluktuatif. Di Amerika, ia melihat, indeks saham Nasdaq dan Dow Jones masing-masing terkoreksi empat dan dua persen. Pergerakan pasar saham Asia masih merah hingga pertengahan pekan, di mana hanya IHSG, Nikkei dan Strait Times yang berada dalam zona hijau.

Sementara itu, pergerakan rupiah masih melemah hingga pertengahan minggu. Berdasarkan data dari Bloomberg pada Rabu (12/3), nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat Rp16.452 atau terkoreksi 0,27 persen atau 43,5 poin. Pada Rabu, IHSG ditutup dalam zona hijau 6.665,09 atau menguat 1,87 persen (119,19 poin).

“Kita tahu bahwa rupiah pada hari ini melemah 40 poin, dan pekan ini melemah 150 poin meskipun secara month to date cenderung menguat dibandingkan pada Februari. Tapi saya meyakini bahwa dengan dimulainya implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) atau kewajiban pemenuhan parkir DHE di dalam negeri 100 persen selama 12 bulan, sepertinya akan bisa memberikan dampak confidence level buat investor,” papar Josua.

“Jadi kembali lagi saya pikir ini agak mixed, di sisi saham positif dan mungkin ini efek dari investor domestik, tapi dari sisi investor asing masih wait and see terkait dengan arah kebijakan pemerintah Amerika. Jadi makanya respons terhadap rupiah dan pasar saham agak mixed,” tambahnya.

Dengan masih tingginya ketidakpastian ekonomi global, Josua berharap pemerintah dapat mengantisipasi supaya sentimen positif dari tanah air dapat menopang pergerakan IHSG dan rupiah nantinya. “Dengan adanya kebijakan Trump yang suka berubah-ubah setiap harinya, pemerintah harus menjaga supaya jangan sampai menambah ketidakpastian baru dari sisi domestik,” tegasnya.

Dampak Kebijakan Trump terhadap Indonesia

Ekonom CSIS Muhammad Habib mengatakan ketidakpastian arah kebijakan Trump akan membuat negara-negara yang termasuk kategori emerging market seperti Indonesia akan kesulitan. Apalagi dari sisi investasi, kata Habib, banyak perusahaan kelas kakap kembali berinvestasi di negara adidaya itu.

“Kalau bayangan saya, semua investasi asing itu likely akan kembali ke Amerika, misalnya ada Taiwan, kemudian ada Apple yang mengumumkan lagi, kemudian Honda yang katanya akan mempertimbangkan membangun pabrik di Amerika. Jadi semuanya ingin investasi di Amerika karena tidak ingin terkena tarif. Dan konsekuensinya adalah akan sulit bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia atau emerging economies untuk mengamankan investasi dengan situasi yang seperti ini, kecuali kalau kita bisa menyajikan deal yang menarik,” ungkap Habib.

Senada dengan Josua, Habib memproyeksikan pergerakan saham dan pasar keuangan global masih akan fluktuatif karena investor akan sangat hati-hati.

“Masih wait and see dan mereka tentu akan cenderung mengambil pilihan-pilihan yang lebih aman, dibandingkan dengan pilihan-pilihan yang lebih berisiko. Pilihan yang lebih aman misalnya dengan ya sudah investasi balik aja di Amerika serikat. Terlepas dari ketidakpastian yang diciptakan oleh Trump ini, investasi balik ke Amerika adalah salah satu cara untuk menghindari Trump tarif,” jelasnya.

Habib mengatakan bahwa Indonesia tidak bisa melawan proteksionisme dengan proteksionisme. Menurutnya, pemerintah Indonesia harus lebih terbuka antara lain dengan memperluas mitra dagang, dengan membentuk perjanjian perdagangan dengan banyak negara dan lebih komprehensif.

“Karena kalau misalnya selama ini hanya bergantung pada pasar Amerika Serikat, kita harus melihat pasar yang equal dengan tipe konsumen yang ada di Amerika Serikat. Itu cuma bisa diberikan oleh FTA dengan standar tinggi, misalnya bagaimana EU CEPA harus kembali disegerakan, lalu juga ratifikasi Indonesia-Kanada, atau misalnya upgrade terhadap Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement, Indonesia-Australia CEPA dan sebagainya. Jadi, saya rasa, pada prinsipnya kita menghadapi proteksionisme dengan harus bersikap lebih terbuka terhadap dunia internasional,” pungkasnya. [gi/ka/hj/aa]VOA

Berita Terkait

Operasi Besar Ditres Siber Polda Jabar Bongkar Jaringan Judi Online Internasional Berbasis Aplikasi
Gayo Lues dan Ancaman Paceklik yang Datang Perlahan
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Adopsi Hukuman Di China Bagi Pemimpin Korup di Indonesia Agar Worning Bagi Pemimpin Korupsi!!
Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 06– 12 Mei 2026
Pelaku UMKM Kini Bisa Ganti Background Foto Produk Sendiri Tanpa Biaya Mahal 
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 11– 17 Maret 2026

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha, Personel Subdenpom IM/1 Bireuen

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:15 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh

Senin, 20 Juli 2026 - 02:43 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:23 WIB

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:28 WIB

Pemerintah Diminta Segera Hadir Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf Blang Padang

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:44 WIB

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Wadokai Day Karate Championship 2026 Resmi Ditutup, Hasballah Cut Apa: Dari Aceh Lahir Karateka Gemilang

Berita Terbaru