HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Jurnalis Mendalami Konservasi di Aceh Timur, Dorong Perlindungan Hutan

- Redaksi

Jumat, 27 Desember 2024 - 12:25 WIB

506,454 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

” Camp Conservation 2024 dengan tema ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’. Jurnalis Mendalami Konservasi di Aceh Timur, Dorong Perlindungan Hutan.

Aceh Timur|Sejumlah jurnalis yang fokus pada isu lingkungan mengikuti Kemah Konservasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Konservasi Alam Timur Aceh (Yakata) bersama Forum Konservasi Leuser (FKL) di eks Conservasi Respon Unit (CRU) Serbajadi, Aceh Timur, pada 25-26 Desember 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para jurnalis tentang pentingnya konservasi alam dan mendorong mereka untuk mengangkat isu-isu terkait kerusakan hutan Aceh yang semakin parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

kegiatan Camp Conservation 2024 dengan tema ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’.

Salah satu topik yang dibahas dalam kegiatan Kemah Konservasi 2024 ini adalah perhutanan sosial. Satwa dilindungi.dan kerusakan hutan.

Manajer Restorasi FKL Regional 1 Aceh, Nurul Hidayat Lubis menjelaskan bahwa perhutanan sosial merupakan upaya untuk melibatkan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Dengan cara ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian hutan. kita juga perlu mengembangkan konsep perhutanan sosial agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mengelola hutan secara berkelanjutan.

Perhutanan Sosial merupakan program pengelolaan hutan yang memberikan hak akses kepada masyarakat sekitar untuk memanfaatkan sumber daya hutan dengan prinsip keberlanjutan.

Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian hutan, dan mengurangi potensi konflik lahan.

Skema perhutanan sosial mencakup beberapa kategori, seperti Hutan Kemasyarakatan (HKM) Hutan Desa (HD) Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Kemitraan Kehutanan (KK) dan Hutan Adat (HA).

Kami berkeingina dapat mendorong masyarakat membatu dalam pengurusan izin ke kementerian dengan skema perhutana sosial (PS) dengan izin pengelolaannya hingga 35 tahun, Sehingga nantinaya, Masyarakat dapat memanfaatkan hasil hutan bukan kayu seperti, rotan, tanaman obat-obatan, madu, serta menerapkan praktik pertanian berkelanjutan tanpa merusak ekosistem hutan,”ujarnya Lubis .

Zamzami Ali, Ketua Yakata, menekankan pentingnya peran media dalam mengkampanyekan pelestarian lingkungan.

“Wartawan memiliki peran krusial dalam menginformasikan kondisi hutan Aceh saat ini dan mendorong masyarakat untuk ikut menjaga alam,” ujarnya.

Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Dengan begitu, konflik antara manusia dan satwa liar dilindungi dapat diminimalisir dan keseimbangan ekosistem dapat terjaga.(*)

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Landa Lokasi Pengeboran Minyak Ilegal di Aceh Timur, Petugas Damkar Masih Berjibaku
Tokoh Pemerhati Sosial Aceh Timur, Minta SPPG Tetap Harus Dipertahankan Dengan Perbaikan Kualitas Kelayakan
Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Maulid Nabi Aceh Timur Viral, TNI Lakukan Penertiban di Tengah Minimnya Penjelasan Resmi
Sengketa Lahan di Aceh Timur: Dugaan Ilegalitas PT CGU Ancam Ruang Hidup Warga
JANGAN BERMIMPI!” 10 Bulan Pascabanjir, Jalan Idi Tunong–Banda Alam Belum Juga Diperbaiki
Ribuan Warga Aceh Timur Kembali Ramaikan Jalan Sehat Gembira Medco E&P Malaka
Kapolsek Banda Alam Salurkan Bantuan Sosial Kepada Anak Penderita Disabilitas Berat Di Desa Panton Rayeuk
Polsek Banda Alam Dampingi Penyaluran Bantuan Kursi Roda Dan Sembako Untuk Warga Disabilitas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:48 WIB

Cukai Rokok yang Melempem dan Labirin Bisnis Ilegal yang Melanggeng

Rabu, 16 September 2026 - 03:44 WIB

Purbaya Diduga Ngotot Tarik Setoran Ratusan Triliun dari Danantara untuk Tambal APBN

Rabu, 16 September 2026 - 03:41 WIB

Polemik Setoran Rp 120 Triliun, CEO Danantara Akan Temui Menteri Keuangan

Rabu, 16 September 2026 - 03:37 WIB

Bahaya Zona Abu-abu: Menggugat Transparansi Aliran Keuntungan BUMN Pasca-Transisi

Rabu, 16 September 2026 - 03:33 WIB

Polemik Setoran Danantara: Menanti Kejelasan Arah Kebijakan di Era Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:23 WIB

Keberatan Setor Rp 120 T ke Negara, Danantara Bakal Bicarakan Nasib Dividen dengan Menkeu Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:17 WIB

Mengapa Purbaya Diganti? Menguji Kepercayaan di Balik Rotasi Kursi Bendahara Negara

Rabu, 16 September 2026 - 03:13 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam Pusaran Suap HGB Summarecon

Berita Terbaru