Ibu-Ibu Desa Pasir Putih Tempuh 18 Kilometer demi Beras Logistik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 01:44 WIB

50445 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, 20 Desember 2025 – Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dilaporkan harus berjalan kaki sejauh 18 kilometer untuk mendapatkan bantuan beras dari posko bantuan Pemerintah Daerah yang berada di Desa Setul. Perjalanan ini mereka tempuh menyusuri medan sulit pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November lalu.

Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa perjalanan dari Desa Pasir Putih ke Desa Setul memakan waktu antara 7 hingga 8 jam berjalan kaki. Warga umumnya berangkat sejak pukul 07.00 pagi dan kembali ke rumah menjelang sore atau malam hari.

Kondisi ini terjadi karena akses jalan menuju desa mereka masih belum dapat dilalui kendaraan, serta belum adanya sistem distribusi logistik yang mencapai langsung ke wilayah tersebut. Posko bantuan yang dikelola Pemerintah Daerah menjadi titik pusat penyaluran pangan, termasuk beras, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang menjadi perhatian dari situasi ini adalah sebagian besar ibu-ibu tersebut tidak memiliki anggota keluarga laki-laki yang bisa membantu mengambil logistik dari posko, sehingga mereka harus berangkat sendiri. Beberapa dari mereka adalah janda, lansia, atau kepala keluarga tunggal yang mengurus keluarga tanpa pendamping.

“Karena tidak ada anak laki-laki di rumah, kami ambil sendiri. Kalau tidak, kami tidak ada makanan di rumah,” ungkap salah seorang warga kepada relawan yang bertugas di lokasi.

Sementara itu, hingga hari ini, belum ada armada distribusi khusus yang menjangkau desa-desa terdampak di Kecamatan Pining secara langsung. Akses jalan yang rusak dan medan geografis yang berat menjadi salah satu kendala utama distribusi bahan logistik ke wilayah seperti Pasir Putih.

Pemerintah daerah sebelumnya telah menyampaikan komitmennya untuk memperluas distribusi bantuan melalui koordinasi lintas sektor, namun keterbatasan logistik dan infrastruktur masih menjadi tantangan. Warga berharap, dalam waktu dekat, Pemerintah Daerah Gayo Lues dapat mengerahkan bantuan yang lebih merata dengan mendekatkan titik distribusi ke desa-desa terdampak.

Situasi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memastikan bahwa distribusi bantuan tepat sasaran, merata, dan menjangkau masyarakat paling rentan, tanpa harus membebani mereka menempuh perjalanan jauh demi kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat dan relawan di lokasi berharap agar proses distribusi logistik diperbaiki ke depannya, termasuk dengan pengiriman langsung ke titik-titik yang saat ini masih minim akses kendaraan. Pemerintah juga diharapkan segera mempercepat perbaikan infrastruktur jalan agar jalur logistik bisa dibuka secara permanen. (Red)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:57 WIB

Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:17 WIB

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:14 WIB

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:02 WIB

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:51 WIB

Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang

Berita Terbaru