slot preparation.lsrs.lu

Hutan Papua Diobrak-abrik Tanpa Kejelasan, Wagub Papua Selatan Mengamuk di Depan DPR

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 01:28 WIB

50233 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Aksi protes keras mewarnai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, meluapkan kemarahannya terkait masifnya pembabatan hutan di wilayahnya yang dinilai dilakukan secara serampangan tanpa perencanaan yang jelas.

Dalam forum tersebut, Paskalis mempertanyakan nasib lahan luas yang telah gundul akibat proyek strategis nasional (PSN) dan program lumbung pangan. Ia menyoroti bahwa ribuan hektar hutan telah habis dibabat namun tidak diikuti dengan kejelasan peruntukan, apakah untuk lahan pangan, perkebunan tebu, kelapa sawit, atau peternakan. Ia secara tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut sangat tidak beraturan dan justru merugikan masyarakat adat pemilik hak ulayat yang kerap menolak kehadiran proyek tanpa koordinasi yang tepat.

Kekesalan Paskalis memuncak saat ia menyadari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tidak hadir dalam rapat tersebut. Ia memandang ketidakhadiran menteri terkait sebagai penghambat penyelesaian masalah tumpang tindih peruntukan kawasan hutan di Papua Selatan. Paskalis menekankan bahwa pemerintah daerah saat ini seolah kehilangan kewenangan dan terjebak dalam sistem sentralisasi yang kaku, padahal pemerintah provinsi adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat yang semestinya menjadi ujung tombak dalam menangani konflik di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi protes tersebut, Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan akan menampung keluhan tersebut. Ia berjanji akan segera menyampaikan aspirasi keras dari pemerintah Papua Selatan kepada Menteri Kehutanan agar segera dilakukan evaluasi terkait tata kelola lahan yang amburadul di wilayah Papua. Paskalis berharap pemerintah pusat tidak lagi mengambil keputusan sepihak tanpa memberikan ruang bagi daerah untuk berhadapan langsung dengan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan agraria yang semakin memanas. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru