Humas Polri Hadir sebagai Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jaga Stabilitas Informasi Publik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 20:04 WIB

50263 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Selatan — Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tidak terverifikasi dan rawan disinformasi, Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Republik Indonesia menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipercaya. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Selasa (14/4/2026) di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan.

Wakapolri menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Divhumas Polri semakin besar seiring dengan masifnya penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital. Dalam era media sosial yang memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat, proses verifikasi seringkali tertinggal, sehingga masyarakat rentan menerima kabar yang tidak benar. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keresahan publik bahkan konflik sosial apabila tidak diimbangi dengan komunikasi yang cepat, tepat, dan kredibel.

“Di tengah derasnya arus informasi, Humas Polri hadir bukan hanya untuk menyampaikan kabar, tetapi memastikan yang sampai ke masyarakat adalah kebenaran,” ujar Wakapolri. Ia menambahkan bahwa tanpa peran Humas yang kuat, masyarakat sangat rentan terpapar informasi menyesatkan yang dapat memicu kepanikan dan ketidakstabilan sosial. “Informasi yang salah bisa menimbulkan keresahan, tetapi informasi yang benar mampu menjaga ketenangan. Di situlah peran Humas menjadi sangat penting,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam upaya menghadapi tantangan tersebut, Divhumas Polri telah mengembangkan sistem komunikasi modern berbasis teknologi mutakhir, termasuk pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Teknologi ini memungkinkan Humas Polri untuk mendeteksi, menganalisis, dan merespons isu secara cepat dan akurat. Dengan demikian, Divhumas tidak hanya berperan dalam melakukan klarifikasi atas informasi yang salah, tetapi juga mampu mengantisipasi potensi penyebaran disinformasi sebelum berkembang luas di masyarakat.

Wakapolri menegaskan bahwa perang informasi di era digital merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi secara serius oleh institusi Polri. Dalam konteks ini, Divhumas memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas informasi publik dan mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kehadiran Humas Polri bukan sekadar fungsi komunikasi institusi, melainkan bagian dari upaya negara dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif informasi yang tidak benar,” ujarnya.

Rakernis Humas Polri tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarunit kerja di lingkungan Polri serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi dan teknologi informasi. Wakapolri mengingatkan seluruh jajaran Humas Polri untuk terus meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan kredibilitas dalam menyampaikan informasi kepada publik. “Humas Polri harus menjadi sumber informasi yang terpercaya, yang mampu meluruskan informasi dan menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.

Fenomena penyebaran hoaks dan disinformasi yang kian marak di era digital menuntut institusi negara untuk beradaptasi dan memperkuat mekanisme komunikasi publik. Polri, melalui Divhumas, berupaya menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan teknologi dan profesionalisme yang tinggi. Keberhasilan menjaga stabilitas informasi publik tidak hanya berdampak pada citra institusi, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya situasi sosial yang kondusif dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, peran Humas Polri menjadi sangat strategis dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika informasi yang terus berkembang. (*)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:15 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:45 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:52 WIB

Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:58 WIB

Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:45 WIB

Adi Maros Dorong Hilirisasi Gas South Andaman untuk Masa Depan Aceh yang Lebih Maju

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:31 WIB

Kinerja Ekspor Produk Kopi Aceh: Transparansi Data Kepabeanan dan Tren Pergerakan Devisa Daerah

Senin, 1 Juni 2026 - 14:46 WIB

Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:53 WIB

Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan

Berita Terbaru