GNI Apresiasi Pendekatan Humanis Kakorlantas Polri dalam Operasi Ketupat 2026: “Negara Hadir untuk Pemudik”

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:37 WIB

50259 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 5 Maret 2026 – Ketua Umum Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Jabodetabek, Ruslan Padli, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kebijakan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kebijakan yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan peniadaan tilang manual dinilai sebagai langkah progresif dalam melayani masyarakat.

Apresiasi ini merespons pernyataan Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 bukan sekadar operasi lalu lintas biasa, melainkan operasi kemanusiaan untuk menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.

Poin-Poin Utama Dukungan GNI Jabodetabek:
Peniadaan Tilang Manual: Ruslan Padli menilai keputusan untuk tidak memberlakukan tilang manual selama operasi (13–25 Maret 2026) akan menciptakan psikologi massa yang lebih tenang dan nyaman di perjalanan.
Modernisasi Pengawasan: Pemanfaatan teknologi berbasis data seperti radar lalu lintas, V-count, dan optimalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) menunjukkan Polri semakin profesional dan modern (Presisi).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semangat ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’: GNI memandang tagline ini sebagai bentuk komitmen nyata negara dalam menjamin keselamatan warga tanpa tekanan sanksi di lapangan, namun tetap berbasis pengawasan sistemik.
“Kami di GNI Jabodetabek melihat kebijakan Irjen Agus Suryonugroho sebagai manifestasi nyata dari kehadiran negara. Dengan meniadakan tilang manual dan fokus pada pelayanan, Polri berhasil mengubah wajah penegakan hukum menjadi wajah pengayoman,” ujar Ruslan Padli dalam keterangannya di Jakarta.

Transformasi Digital dalam Arus Mudik
GNI juga menyoroti penggunaan Command Center di Km 29 dan sistem identifikasi data e-TLE di jalan tol. Menurut Ruslan, kutipan Kakorlantas bahwa “Keselamatan tidak terjadi kebetulan, ia dirancang dan dikawal dengan sistem” adalah prinsip yang sangat tepat dalam manajemen krisis transportasi massal seperti mudik.
“Penggunaan e-TLE di jalan tol yang difokuskan untuk identifikasi dan evaluasi bukan semata-mata menghukum adalah langkah bijak. Ini adalah edukasi publik yang sangat baik bahwa teknologi digunakan untuk keselamatan bersama,” tambah Ruslan.

Harapan untuk Masyarakat
Menutup pernyataannya, Ruslan Padli mengajak seluruh anggota GNI dan masyarakat luas, khususnya di wilayah Jabodetabek yang menjadi titik keberangkatan terbesar, untuk tetap disiplin berlalu lintas meski tidak ada tilang manual.
“Ketiadaan tilang manual jangan dianggap sebagai kelonggaran untuk melanggar, melainkan bentuk kepercayaan Polri kepada kedewasaan kita dalam berkendara. Mari kita sukseskan tema ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ ini dengan tanggung jawab pribadi yang tinggi,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:15 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:45 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:52 WIB

Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:58 WIB

Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:45 WIB

Adi Maros Dorong Hilirisasi Gas South Andaman untuk Masa Depan Aceh yang Lebih Maju

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:31 WIB

Kinerja Ekspor Produk Kopi Aceh: Transparansi Data Kepabeanan dan Tren Pergerakan Devisa Daerah

Senin, 1 Juni 2026 - 14:46 WIB

Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:53 WIB

Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan

Berita Terbaru