JAKARTA, 5 Maret 2026 – Ketua Umum Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Jabodetabek, Ruslan Padli, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kebijakan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kebijakan yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan peniadaan tilang manual dinilai sebagai langkah progresif dalam melayani masyarakat.
Apresiasi ini merespons pernyataan Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 bukan sekadar operasi lalu lintas biasa, melainkan operasi kemanusiaan untuk menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.
Poin-Poin Utama Dukungan GNI Jabodetabek:
Peniadaan Tilang Manual: Ruslan Padli menilai keputusan untuk tidak memberlakukan tilang manual selama operasi (13–25 Maret 2026) akan menciptakan psikologi massa yang lebih tenang dan nyaman di perjalanan.
Modernisasi Pengawasan: Pemanfaatan teknologi berbasis data seperti radar lalu lintas, V-count, dan optimalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) menunjukkan Polri semakin profesional dan modern (Presisi).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Semangat ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’: GNI memandang tagline ini sebagai bentuk komitmen nyata negara dalam menjamin keselamatan warga tanpa tekanan sanksi di lapangan, namun tetap berbasis pengawasan sistemik.
“Kami di GNI Jabodetabek melihat kebijakan Irjen Agus Suryonugroho sebagai manifestasi nyata dari kehadiran negara. Dengan meniadakan tilang manual dan fokus pada pelayanan, Polri berhasil mengubah wajah penegakan hukum menjadi wajah pengayoman,” ujar Ruslan Padli dalam keterangannya di Jakarta.
Transformasi Digital dalam Arus Mudik
GNI juga menyoroti penggunaan Command Center di Km 29 dan sistem identifikasi data e-TLE di jalan tol. Menurut Ruslan, kutipan Kakorlantas bahwa “Keselamatan tidak terjadi kebetulan, ia dirancang dan dikawal dengan sistem” adalah prinsip yang sangat tepat dalam manajemen krisis transportasi massal seperti mudik.
“Penggunaan e-TLE di jalan tol yang difokuskan untuk identifikasi dan evaluasi bukan semata-mata menghukum adalah langkah bijak. Ini adalah edukasi publik yang sangat baik bahwa teknologi digunakan untuk keselamatan bersama,” tambah Ruslan.
Harapan untuk Masyarakat
Menutup pernyataannya, Ruslan Padli mengajak seluruh anggota GNI dan masyarakat luas, khususnya di wilayah Jabodetabek yang menjadi titik keberangkatan terbesar, untuk tetap disiplin berlalu lintas meski tidak ada tilang manual.
“Ketiadaan tilang manual jangan dianggap sebagai kelonggaran untuk melanggar, melainkan bentuk kepercayaan Polri kepada kedewasaan kita dalam berkendara. Mari kita sukseskan tema ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ ini dengan tanggung jawab pribadi yang tinggi,” pungkasnya. (*)









































