Dukung Kehadiran PUSAKA Islam di Gayo Lues, Wadah Kajian Ilmiah dan Dakwah Terpadu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:20 WIB

50650 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | InfoAcehNews.net – Kehadiran PUSAKA (Pusat Kajian Islam) di Kabupaten Gayo Lues, menjadi angin segar bagi pengembangan dakwah dan pendidikan keislaman di tengah masyarakat. Lembaga ini lahir dari proses panjang refleksi dan pengalaman kegiatan keagamaan, khususnya selama bulan Ramadhan, yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Penggagas PUSAKA, Ustadz Ali Abdan Banta Gayo, menyebutkan bahwa Pusat Kajian Islam merupakan “harta karun yang selama ini hilang”, yakni ilmu yang terstruktur dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

“PUSAKA ini adalah jawaban dari kebutuhan umat. Selama ini banyak potensi, banyak ilmu, tapi belum terhimpun dan terkelola secara maksimal,” ujarnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga diketahui sebagai Pimpinan Yayasan Bani Luqman serta pengelola lembaga pendidikan mulai dari PAUD, SDIT hingga SMPIT Ladia Galaska Beranang, Kecamatan Kutapanjang.

PUSAKA Islam sendiri dibidani oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al Kautsar Beranang, dengan tujuan utama menghadirkan ruang kajian keagamaan yang terbuka, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui wadah ini, masyarakat Gayo Lues nantinya dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti ceramah, kajian kitab, diskusi (mudzakarah), hingga seminar keislaman. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar agama sekaligus menjadi sarana pemerataan dakwah dan pencerahan umat.

Selain itu, PUSAKA juga berkomitmen menghimpun alumni pesantren dari berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera, Jawa hingga Timur Tengah yang berada di Gayo Lues. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan kajian ilmiah yang relevan dan mampu menjawab berbagai persoalan umat Islam masa kini.

Selama ini, aktivitas dakwah di Gayo Lues dinilai masih bersifat sektoral dan berjalan sendiri-sendiri di masing-masing kelompok seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga Jamaah Tabligh. Kehadiran PUSAKA diharapkan menjadi wadah pemersatu yang lebih umum dan inklusif.

Untuk tahap awal, kegiatan perdana PUSAKA akan dimulai dengan majelis taklim rutin yang digelar setiap pekan, tepatnya pada Sabtu malam Ahad. Rangkaian kegiatan dimulai sejak shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan kajian kitab, hingga shalat Isya.

Materi kajian akan disampaikan oleh para ustadz sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, mulai dari Tauhid, Tafsir, Hadits hingga Tahsin. Sejumlah pemateri yang akan terlibat di antaranya Dr. H. Andi Putra, Sabaruddin Al Hafidz, M. Raihan, Muslim, dan Suhada.

Rencananya, launching resmi PUSAKA akan dilaksanakan pada akhir bulan Syawal 1447 Hijriah. Untuk tahap awal, target peserta sebanyak 50 orang telah terpenuhi, bahkan grup WhatsApp PUSAKA saat ini sudah mencapai 150 anggota.

Kegiatan perdana akan dipusatkan di Masjid Al Kautsar Beranang, yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keilmuan Islam di wilayah tersebut.

Dengan hadirnya PUSAKA, masyarakat Gayo Lues diajak untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Berita Terkait

Harimau Sumatera Serang Petani di Desa Singah Mulo, Warga Putri Betung Desak BPKEL Turun Tangan
Diduga Tak Bertindak Tegas terhadap PT Hopson dan PT Rosin, PLT KPPH VIII Gayo Lues Diminta Dicopot dari Jabatan
BKPSDM Gayo Lues Klarifikasi Surat yang Beredar Palsu, Abdul Wahab: Ada Oknum Sengaja Membuat Kisruh
PT Hopson Diam-Diam “Main Malam” di Gayo Lues, Hukum dan Negara Dipermainkan di Tengah Sanksi
Pembangkangan PT Rosin: Ujian Nyali Negara di Tengah Hutan Gayo Lues
Pasca Pembekuan Operasional, PT Rosin Diduga Masih Beraktivitas, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues dalam Rangka Kunjungan Kerja, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
PT Rosin Sanggah Pembekuan, Hasil Rapat Pemerintah Aceh dan LIRA Tegaskan: Tidak Ada Negara di Atas Negara

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:49 WIB

DPP GRIB Jaya Bantah Aksi Pengepungan Rumah Ahmad Bahar, Tegaskan Kedatangan Anggota Hanya untuk Klarifikasi

Senin, 18 Mei 2026 - 16:01 WIB

Gerakan Pemuda Kebangsaan Layangkan Surat ke Kementerian Lingkungan Hidup, Desak Penindakan Industri Getah Pinus di Aceh

Senin, 18 Mei 2026 - 13:51 WIB

Hukum Dilanggar Terang-Terangan: PT Rosin Menjadi Simbol Negara di Atas Negara di Aceh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:22 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:53 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:43 WIB

Integrasi Sertipikat Elektronik dan Aplikasi Sentuh Tanahku Berikan Manfaat Lebih dalam Transaksi Pertanahan

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:20 WIB

Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:16 WIB

Mutiara Kasab dan Padusi Tapa: Pesona Kriya dan Aroma Aceh Memikat di Persit Bisa 2026

Berita Terbaru