Diduga Ada Tangki Siluman Antrian BBM Mengular di SPBU Raklunung

J.PORANG

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:27 WIB

50789 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto Kendaraan ngantri pada 4 Februari 2026

GAYO LUES — Antrean kendaraan kembali memanjang di SPBU Raklunung, Kabupaten Gayo Lues, Rabu (4/2/2026). Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena terjadi berulang dan menyulitkan masyarakat yang membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Yasir (47), salah seorang pengantre, menilai situasi di lapangan tidak semata dipicu tingginya kebutuhan, tetapi juga adanya dugaan praktik pengisian tidak wajar oleh kendaraan tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada mobil yang diduga mengambil minyak dalam jumlah besar. Setelah itu, muncul di pengecer, lalu kendaraan yang sama kembali antre lagi,” kata Yasir.

Ia mengaku, lamanya waktu menunggu membuat sebagian warga memilih jalan pintas dengan membeli BBM eceran meski harganya jauh lebih mahal. Menurutnya, harga di tingkat pengecer kini mencapai Rp 15.000 per liter.

“Kalau antre bisa habis seharian. Terpaksa beli di pengecer untuk kebutuhan mobil,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Kurnadi (29), pengendara sepeda motor. Ia mempertanyakan menjamurnya penjual BBM eceran dengan harga tinggi, terutama setelah bencana banjir melanda wilayah tersebut.

“Kalau tidak ada yang mengalirkan, kenapa pengecer bisa banyak sekali. Sekarang malah tumbuh pengecer baru, dan harganya sama-sama mahal,” kata Kurnadi.

Warga menilai kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Mereka menyayangkan belum terlihat langkah pengawasan yang tegas, meski keluhan masyarakat semakin sering terdengar.

Kemudian di tempat terpisah, Karim Kemala Darma, anggota DPRK Gayo Lues, menegaskan bahwa persoalan antrean BBM tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Ia meminta dinas terkait bersama aparat penegak hukum segera melakukan pengawasan ketat di SPBU, termasuk menertibkan dugaan kendaraan yang membeli BBM secara berulang untuk diperjualbelikan kembali.

“Kalau benar ada praktik pengisian tidak wajar dan BBM dialirkan ke pengecer, ini harus ditindak. Jangan sampai masyarakat kecil yang justru menjadi korban, sementara ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan,” ujar Karim.

Menurutnya, maraknya pengecer dengan harga tinggi pasca bencana banjir juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia menilai situasi tersebut menunjukkan adanya celah dalam distribusi yang harus segera dibenahi.

“Masyarakat sudah cukup terbebani setelah musibah banjir. Jangan ditambah lagi dengan persoalan BBM yang membuat biaya hidup semakin mahal,” katanya.

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBU Raklunung maupun dinas berwenang terkait dugaan praktik pengisian dan penjualan BBM di luar jalur resmi tersebut. (J.porang)

Berita Terkait

PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Kritik, Evaluasi, dan Harapan: Menatap Peran Baitul Mal Secara Objektif
Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA
Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla
Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
5 Bulan Operasi, Polda Riau Sikat 525 Pelaku C3 dan Sita 189 Motor Curian

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:15 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:45 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:52 WIB

Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:58 WIB

Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:45 WIB

Adi Maros Dorong Hilirisasi Gas South Andaman untuk Masa Depan Aceh yang Lebih Maju

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:31 WIB

Kinerja Ekspor Produk Kopi Aceh: Transparansi Data Kepabeanan dan Tren Pergerakan Devisa Daerah

Senin, 1 Juni 2026 - 14:46 WIB

Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:53 WIB

Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan

Berita Terbaru