slot preparation.lsrs.lu

Alat Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Ditemukan di Rumah Irjen Pol Ahrie Sonta

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026 - 02:05 WIB

5060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Tim penyidik Bareskrim Polri resmi menetapkan tiga jenderal polisi sebagai tersangka dalam kasus penyadapan ilegal yang menargetkan Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh nasional lainnya. Langkah hukum ini diambil setelah aparat kepolisian menemukan bukti-bukti kuat berupa perangkat teknologi intersepsi yang disembunyikan di kediaman Irjen Pol Ahrie Sonta.

Praktik penyadapan ilegal ini diduga telah berlangsung sejak tahun 2025 hingga 2026. Para tersangka, yang terdiri dari mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta, dan Irjen Eko Hadi Santoso, diduga menyalahgunakan sistem Lawful Interception Management System (LIMS). Sistem yang seharusnya digunakan untuk mendukung penegakan hukum tersebut, justru dimanfaatkan untuk memantau komunikasi pejabat negara, tokoh politik, insan media, hingga pengusaha tanpa melalui prosedur otorisasi dan verifikasi yang sah sesuai peraturan perundang-undangan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penemuan alat sadap di kediaman Irjen Pol Ahrie Sonta yang kemudian dibawa ke Mako Brimob untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam proses penyidikan, terungkap bahwa para tersangka memerintahkan penghapusan seluruh berkas hasil penyadapan dari komputer sistem LIMS untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka pada 4 November 2026. Selain mengamankan para tersangka di Rutan Mabes Polri, tim penyidik juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa 11 unit ponsel, satu unit tablet, serta empat unit flash disk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, ketiga tersangka dijerat dengan pasal dalam KUHP serta Undang-Undang ITE atas tindakan pelanggaran prosedur intersepsi komunikasi. Pihak kepolisian masih terus mendalami motif utama di balik aksi penyadapan yang dilakukan oleh para perwira tinggi tersebut, sekaligus membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam skandal ini.  (*)

Berita Terkait

Pengerahan Belasan Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Urgensi Keamanan atau Langkah Politis?
Dugaan Penyadapan di Lingkaran Istana Memicu Kegelisahan Politik
Rocky Gerung Kritik Paradigma Paten dan Singgung Kasus Penyadapan Pejabat Negara
Mantan Kapolri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan, Mahfud MD Soroti Dugaan Makar
Skandal Penyadapan Mantan Kapolri: Antara Pelanggaran Prosedur dan Narasi Makar yang Dipaksakan
Dugaan Penyadapan Oleh Mantan Kapolri Dinilai Belum Penuhi Unsur Makar
Listyo Tiga Kali Nyaris Dicopot, Mahfud MD Bongkar Peran Jokowi di Balik Tarik Ulur Pergantian Kapolri
Hasil Sadapan Listyo Sigit Prabowo Dikirimkan Ke Solo, Mahfud MD Soroti Desain Sistematis di Balik Pusaran Politik

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 02:11 WIB

Pengerahan Belasan Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Urgensi Keamanan atau Langkah Politis?

Kamis, 5 November 2026 - 02:07 WIB

Dugaan Penyadapan di Lingkaran Istana Memicu Kegelisahan Politik

Kamis, 5 November 2026 - 02:05 WIB

Alat Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Ditemukan di Rumah Irjen Pol Ahrie Sonta

Kamis, 5 November 2026 - 01:45 WIB

Rocky Gerung Kritik Paradigma Paten dan Singgung Kasus Penyadapan Pejabat Negara

Kamis, 5 November 2026 - 01:38 WIB

Mantan Kapolri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan, Mahfud MD Soroti Dugaan Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:26 WIB

Dugaan Penyadapan Oleh Mantan Kapolri Dinilai Belum Penuhi Unsur Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:20 WIB

Listyo Tiga Kali Nyaris Dicopot, Mahfud MD Bongkar Peran Jokowi di Balik Tarik Ulur Pergantian Kapolri

Kamis, 5 November 2026 - 01:13 WIB

Hasil Sadapan Listyo Sigit Prabowo Dikirimkan Ke Solo, Mahfud MD Soroti Desain Sistematis di Balik Pusaran Politik

Berita Terbaru