slot preparation.lsrs.lu

Pengerahan Belasan Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Urgensi Keamanan atau Langkah Politis?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026 - 02:11 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Langkah TNI Angkatan Laut yang memobilisasi 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan di wilayah Ibu Kota menuai perhatian publik di tengah situasi yang belum sepenuhnya transparan terkait urgensi pengerahan tersebut. Kebijakan ini secara resmi mendapatkan restu dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya penebalan pasukan tersebut.

Pernyataan dukungan ini disampaikan Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 4 November 2026. Ia berdalih bahwa pengamanan wilayah Jakarta merupakan wewenang penuh pemerintah pusat, mengingat status Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan Ibu Kota negara yang memiliki posisi sangat strategis. Meski demikian, sikap akomodatif kepala daerah terhadap masifnya kehadiran militer di ruang sipil memicu tanda tanya mengenai apakah situasi di Ibu Kota memang sedang mengalami eskalasi ancaman keamanan yang luar biasa, atau sekadar langkah antisipasi rutin yang berlebihan.

Dalam paparannya, Pramono menegaskan bahwa dirinya selaku Gubernur tidak ingin mencampuri ranah kebijakan pertahanan dan keamanan yang menjadi domain pemerintah pusat. Ia memilih untuk bersikap normatif dengan menekankan bahwa penebalan personel tersebut harus diapresiasi demi menjaga stabilitas kota global ini. Namun, di balik narasi tersebut, publik kini menuntut kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar, sehingga Ibu Kota harus dibentengi oleh puluhan ribu personel militer secara serentak. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai ancaman spesifik yang mendasari keputusan pengerahan ribuan personel tersebut, menyisakan ruang spekulasi di tengah masyarakat mengenai stabilitas Ibu Kota yang sesungguhnya. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Dugaan Penyadapan di Lingkaran Istana Memicu Kegelisahan Politik
Alat Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Ditemukan di Rumah Irjen Pol Ahrie Sonta
Rocky Gerung Kritik Paradigma Paten dan Singgung Kasus Penyadapan Pejabat Negara
Mantan Kapolri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan, Mahfud MD Soroti Dugaan Makar
Skandal Penyadapan Mantan Kapolri: Antara Pelanggaran Prosedur dan Narasi Makar yang Dipaksakan
Dugaan Penyadapan Oleh Mantan Kapolri Dinilai Belum Penuhi Unsur Makar
Listyo Tiga Kali Nyaris Dicopot, Mahfud MD Bongkar Peran Jokowi di Balik Tarik Ulur Pergantian Kapolri
Hasil Sadapan Listyo Sigit Prabowo Dikirimkan Ke Solo, Mahfud MD Soroti Desain Sistematis di Balik Pusaran Politik

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 02:11 WIB

Pengerahan Belasan Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Urgensi Keamanan atau Langkah Politis?

Kamis, 5 November 2026 - 02:07 WIB

Dugaan Penyadapan di Lingkaran Istana Memicu Kegelisahan Politik

Kamis, 5 November 2026 - 02:05 WIB

Alat Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Ditemukan di Rumah Irjen Pol Ahrie Sonta

Kamis, 5 November 2026 - 01:45 WIB

Rocky Gerung Kritik Paradigma Paten dan Singgung Kasus Penyadapan Pejabat Negara

Kamis, 5 November 2026 - 01:38 WIB

Mantan Kapolri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan, Mahfud MD Soroti Dugaan Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:26 WIB

Dugaan Penyadapan Oleh Mantan Kapolri Dinilai Belum Penuhi Unsur Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:20 WIB

Listyo Tiga Kali Nyaris Dicopot, Mahfud MD Bongkar Peran Jokowi di Balik Tarik Ulur Pergantian Kapolri

Kamis, 5 November 2026 - 01:13 WIB

Hasil Sadapan Listyo Sigit Prabowo Dikirimkan Ke Solo, Mahfud MD Soroti Desain Sistematis di Balik Pusaran Politik

Berita Terbaru