Akses Aceh Timur–Gayo Lues via Peureulak–Lokop Mulai Pulih, Harapan Warga Kembali Terbuka

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:11 WIB

50367 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR |  Pelan namun pasti, jalur penghubung antara Aceh Timur dan Gayo Lues melalui Peureulak–Lokop kian mendekati titik terang. Setelah sempat lumpuh total akibat dua kali diterjang banjir bandang dan tanah longsor, upaya pemulihan akses terus memperlihatkan kemajuan. Jalan yang sebelumnya tertutup material longsoran kini mulai dibersihkan, jalur yang sempat hilang tengah dibuka kembali secara darurat, dan distribusi logistik mulai kembali bergerak.

Penanganan darurat di lapangan saat ini telah mencapai kilometer 103, hanya berjarak kurang dari tujuh kilometer dari perbatasan wilayah Gayo Lues yang berada di KM 110. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa dalam waktu dekat, jalur vital ini akan kembali berfungsi dan bisa digunakan meski dalam kapasitas terbatas. Sisa pekerjaan saat ini tinggal 6,4 kilometer, dengan tim gabungan dari kedua kabupaten bekerja dalam ritme cepat untuk mengejar target pembukaan akses secara penuh.

Pengerjaan dilakukan secara simultan dari dua arah: Aceh Timur dan Gayo Lues. Alat berat dikerahkan, bersama dengan personel lapangan yang bekerja nyaris tanpa jeda. Jalan yang runtuh di sejumlah titik telah dialihkan sementara, bagian yang tersapu banjir diperkuat, dan jalur sementara dibuka untuk memastikan arus pergerakan kembali mengalir. Target yang ditetapkan tidak muluk: dalam waktu satu pekan ke depan, jalur ini diharapkan dapat kembali tersambung secara fungsional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak Sabtu (10/1), kabar baik mulai datang dari Gampong Lokop, lokasi yang sebelumnya menjadi titik rawan dan penghambat utama. Jalur darurat di kawasan tersebut kini telah kembali dapat dilalui oleh kendaraan. Tidak hanya sepeda motor dan mobil pribadi, kendaraan berkapasitas besar seperti truk DT bahkan hingga pesawat logistik darat sekelas Hercules juga sudah berhasil melintasi wilayah ini. Pergerakan logistik yang sempat terhambat kini mulai berjalan kembali, dan mobilitas warga secara bertahap mulai menunjukkan tanda pemulihan.

Pemulihan akses jalan ini tidak hanya berarti terbukanya jalur fisik, tetapi juga keterhubungan sosial, ekonomi, dan pelayanan dasar yang sempat terputus. Warga yang selama beberapa pekan terakhir terisolasi kini bisa bepergian kembali, pasokan kebutuhan dasar mulai menjangkau desa-desa yang sebelumnya sulit diakses, dan pendistribusian bantuan dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan dapat dilakukan lebih cepat.

Akses Peureulak–Lokop memiliki peran strategis dalam menopang konektivitas antarwilayah di pedalaman Aceh. Jalur ini menjadi tulang punggung penghubung antara wilayah timur dan tengah Aceh, terlebih bagi daerah seperti Gayo Lues yang secara geografis berada di kawasan pegunungan dan memiliki keterbatasan jalur keluar. Ketika jalur ini lumpuh, tidak hanya aktivitas ekonomi yang terganggu, tetapi juga penyaluran bantuan kemanusiaan dan layanan publik yang sangat bergantung pada konektivitas darat.

Selama masa tanggap darurat, segenap unsur pemerintah daerah, TNI, dan relawan bahu-membahu melakukan pembersihan jalur dan pembukaan akses sementara. Fokus kini telah bergeser ke tahap transisi menuju pemulihan fungsional, dengan pendekatan tanggap cepat namun tetap memperhatikan aspek keselamatan pengerjaan. Sebab, kontur jalur yang rawan longsor membutuhkan solusi jangka panjang agar tak lagi menjadi titik kegentingan saat cuaca ekstrem melanda.

Proses pemulihan jalan ini menjadi bagian dari semangat lebih luas: menghubungkan kembali kehidupan yang sempat terhenti. Ia bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga jembatan emosional antara warga dengan rasa aman dan akses dasar yang layak. Langkah-langkah ke depan dirancang bukan hanya untuk mengembalikan kondisi seperti sebelumnya, tetapi dengan prinsip Build Back Better—membangun kembali dengan mutu yang lebih baik, tahan bencana, dan menjamin keberlanjutan mobilitas jangka panjang.

Masyarakat yang selama ini bertahan dengan kondisi serba terbatas kini mulai melihat harapan. Pulihnya jalur Peureulak–Lokop secara bertahap telah membalikkan peta isolasi menuju konektivitas. Jalan yang mulai terbuka kembali memberi ruang untuk keadaan menjadi lebih stabil, dan menjadi pijakan awal menuju pemulihan yang utuh—baik dalam dimensi fisik, sosial, maupun psikologis. (*)

Berita Terkait

PUPR Aceh Kejar Penyelesaian Jalan Peureulak–Lokop–Gayo Lues
Sebulan Lebih Pasca Banjir Bandang Aceh Timur, Ketua PW FRN Aceh Soroti Masih Banyak Warga Bertahan Tanpa Peralatan Dapur Jelang Bulan Suci Ramadhan
Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis / Niaga Indonesia (IMABI )Salurkan Bantuan Donasi bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Bea Cukai Peduli Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Peureulak Aceh Timur
Berkerja Senyap di Pelosok Aceh, Relawan Gimbal Alas Jatim Sulap Air Banjir Jadi Layak Konsumsi
Satu Bulan Tanpa Kepastian, Pengungsi Banjir Aceh Timur. Kami Mau Pindah ke Mana?
Banjir Aceh: Posko Tanggap Bencana Faisal Rizal Hasan Peduli Terobos Jalan Lumpur Menuju Gp Sijudo
Penemuan Mayat Tergeletak Diitengah Jalan Kondisi Terluka Parah,Polisi Tangkap Pelakunya.

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB