HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Aceh Siap Kirim Pemain ke Eropa! Akademi Sepak Bola ASSIPA-SIS Resmi Dibuka Januari 2026

ADMIN

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 11:09 WIB

50317 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Dunia olahraga Aceh kembali bergairah dengan hadirnya Akademi Sepak Bola Spanyol Internasional Perjuangan Aceh (ASSIPA-SIS), sebuah lembaga pelatihan sepak bola berkelas dunia yang kini resmi membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2025–2026.

Program ini merupakan inisiatif dari Partai Perjuangan Aceh (PPA) bekerja sama dengan Spain International Sport (SIS), organisasi olahraga global yang berfokus pada pengembangan pemain muda dan internasionalisasi sepak bola.

ASSIPA-SIS dibentuk dengan visi besar: melahirkan talenta muda Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Akademi ini menjadi wadah pembinaan usia dini yang tidak hanya berfokus pada teknik bermain, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan wawasan global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak-anak usia 8 hingga 17 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, berkesempatan untuk bergabung dalam program yang menggabungkan pelatihan sepak bola profesional dengan pendidikan bahasa Inggris dan Spanyol sebagai bekal menuju panggung dunia.

Ketua ASSIPA, Musri Idris, S.E., M.Si., bersama Pembina Teuku Rayuan Sukma, menjelaskan bahwa fasilitas latihan di ASSIPA-SIS dirancang sesuai standar internasional. Akademi ini dilengkapi dengan lapangan latihan berstandar profesional, ruang belajar, ruang ganti, serta fasilitas pendukung seperti gym dan kolam renang. Latihan dijadwalkan empat kali seminggu di lapangan sepak bola Lambung dan Meuraxa, Banda Aceh.

Kami ingin memberikan pengalaman latihan yang lengkap, profesional, dan menyenangkan bagi anak-anak Aceh yang memiliki semangat juang tinggi,” ujar Musri.

Selain berfokus pada pembinaan lokal, ASSIPA-SIS juga membuka jalan menuju karier internasional. Melalui program kerja sama dengan Spain International Sport, peserta terbaik akan berkesempatan mengikuti Soccer Try Out yang diadakan langsung oleh pelatih dan pemandu bakat dari Spanyol.

Setiap tahunnya, pemain terpilih dapat memperoleh beasiswa olahraga serta akses menuju klub-klub profesional di Madrid dan kota lainnya di Spanyol. Inilah peluang nyata bagi anak Aceh untuk menembus dunia sepak bola Eropa.

Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh, Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes., Paparan nya menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kepedulian PPA terhadap masa depan generasi muda Aceh. “Aceh punya sejarah panjang dalam dunia olahraga. Melalui ASSIPA-SIS, kita ingin mengembalikan semangat juang itu dan menjadikan sepak bola sebagai jalan menuju kejayaan baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat olahraga harus dibarengi dengan pendidikan karakter dan disiplin agar melahirkan generasi yang tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga cerdas dan berakhlak.

Program ASSIPA-SIS juga menghadirkan pelatih berlisensi internasional dari Spanyol, dengan kurikulum yang mengacu pada standar Spain International Sport (SIS). Pelatihan meliputi aspek teknik, taktik, nutrisi, dan psikologi olahraga.

Selain itu, para siswa akan mengikuti friendly match rutin dan evaluasi performa setiap empat bulan sekali untuk memastikan perkembangan berkelanjutan. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu mencetak pemain muda Aceh yang berkarakter kuat dan siap bersaing di tingkat global.

Dengan biaya pendidikan terjangkau sebesar Rp500.000 per bulan sudah termasuk atribut, seragam, dan pelatihan ASSIPA-SIS membuka kuota terbatas hanya untuk 100 siswa pada gelombang pertama. Pendaftaran resmi dimulai pada Januari 2026, dan antusiasme masyarakat Aceh sudah mulai terlihat sejak diumumkannya program ini.

Ini bukan sekadar akademi sepak bola, tapi gerakan besar untuk membangun kembali kejayaan olahraga Aceh,” tegas Prof. Marniati. Melalui ASSIPA-SIS, Aceh kini memiliki jembatan nyata menuju Eropa—tempat di mana mimpi anak-anak Aceh untuk menjadi pemain profesional bisa benar-benar terwujud.

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Aceh Siaga Menghadapi Ancaman Banjir dan Longsor
Masa Depan Dana Otsus Aceh Terancam, Pemerintah dan DPRA Didesak Ambil Langkah Strategis
Penanganan Bencana Aceh Dinilai Berlarut, Pemerintah Didesak Berikan Solusi Nyata
HUT ke-67 Pasukan Pelopor, Brimob Polda Aceh Teguhkan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
Langkah Pertama di Kampus Biru, 910 Mahasiswa Baru USM Ikuti PKKMB 2026
Kapolda Aceh Ungkap Strategi Akselerasi Rekonstruksi Pascabencana, 265 Titik Sumur Bor Dibangun untuk Perkuat Ketahanan Masyarakat
Pergantian Inspektur Aceh Tuai Pertanyaan Publik, Pemerintah Diminta Jelaskan Secara Terbuka
Pengemis di Aceh Viral Gunakan QRIS, Pengunjung Warung Makan Terkejut

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:26 WIB

Ancaman Demokrasi di Balik Tuntutan Masa Jabatan Kepala Desa Tanpa Batas

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB