slot preparation.lsrs.lu

Dugaan Penyadapan Oleh Mantan Kapolri Dinilai Belum Penuhi Unsur Makar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026 - 01:26 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Isu penyadapan yang menyeret mantan Kapolri menjadi sorotan publik setelah pemerintah menyebut adanya indikasi tindakan yang mengarah pada upaya makar. Namun, sejumlah pengamat dan praktisi hukum menilai tuduhan tersebut masih terlalu prematur karena belum didukung oleh bukti-bukti yang memadai sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam diskusi yang berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, ditegaskan bahwa penyadapan yang dilakukan secara ilegal atau menyalahi prosedur memang merupakan pelanggaran hukum yang harus dibuktikan terlebih dahulu. Tuduhan makar, merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, membutuhkan bukti kuat berupa tindakan nyata yang mengancam kedaulatan negara atau upaya menggulingkan pemerintahan yang sah, bukan sekadar aktivitas pengumpulan informasi oleh individu.

Eks penasehat ahli Kapolri menjelaskan bahwa motif di balik tindakan penyadapan tersebut diduga berkaitan dengan kepentingan personal atau politik praktis, alih-alih sebagai bagian dari rencana penggulingan kekuasaan. Praktik tersebut dinilai tidak lazim dilakukan oleh seorang pejabat tinggi kepolisian terhadap Presiden, terlebih dalam struktur organisasi yang seharusnya tegak lurus pada fungsi keamanan dan ketertiban. Fenomena ini memicu pertanyaan besar mengenai prosedur internal di kepolisian yang memungkinkan terjadinya pengintaian terhadap pejabat negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakhadiran nama Wakil Presiden dalam daftar pihak yang disadap memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut lebih bersifat sektoral dan tidak ditujukan pada seluruh jajaran pimpinan tertinggi negara. Upaya penyadapan ini, meskipun dianggap sebagai pelanggaran prosedur, sejauh ini dipandang lebih sebagai perilaku yang menyimpang dari tugas pokok dan fungsi kepolisian, yang menuntut adanya perbaikan struktural agar tidak terulang kembali di masa depan. Fokus utama penegakan hukum saat ini didorong untuk tetap berada pada pembuktian pelanggaran prosedur penyadapan ilegal, alih-alih melompat pada kesimpulan makar yang belum memiliki dasar pembuktian yang utuh. (*)

Berita Terkait

Pengerahan Belasan Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Urgensi Keamanan atau Langkah Politis?
Dugaan Penyadapan di Lingkaran Istana Memicu Kegelisahan Politik
Alat Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Ditemukan di Rumah Irjen Pol Ahrie Sonta
Rocky Gerung Kritik Paradigma Paten dan Singgung Kasus Penyadapan Pejabat Negara
Mantan Kapolri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan, Mahfud MD Soroti Dugaan Makar
Skandal Penyadapan Mantan Kapolri: Antara Pelanggaran Prosedur dan Narasi Makar yang Dipaksakan
Listyo Tiga Kali Nyaris Dicopot, Mahfud MD Bongkar Peran Jokowi di Balik Tarik Ulur Pergantian Kapolri
Hasil Sadapan Listyo Sigit Prabowo Dikirimkan Ke Solo, Mahfud MD Soroti Desain Sistematis di Balik Pusaran Politik

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 02:11 WIB

Pengerahan Belasan Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Urgensi Keamanan atau Langkah Politis?

Kamis, 5 November 2026 - 02:07 WIB

Dugaan Penyadapan di Lingkaran Istana Memicu Kegelisahan Politik

Kamis, 5 November 2026 - 02:05 WIB

Alat Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Ditemukan di Rumah Irjen Pol Ahrie Sonta

Kamis, 5 November 2026 - 01:45 WIB

Rocky Gerung Kritik Paradigma Paten dan Singgung Kasus Penyadapan Pejabat Negara

Kamis, 5 November 2026 - 01:38 WIB

Mantan Kapolri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan, Mahfud MD Soroti Dugaan Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:26 WIB

Dugaan Penyadapan Oleh Mantan Kapolri Dinilai Belum Penuhi Unsur Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:20 WIB

Listyo Tiga Kali Nyaris Dicopot, Mahfud MD Bongkar Peran Jokowi di Balik Tarik Ulur Pergantian Kapolri

Kamis, 5 November 2026 - 01:13 WIB

Hasil Sadapan Listyo Sigit Prabowo Dikirimkan Ke Solo, Mahfud MD Soroti Desain Sistematis di Balik Pusaran Politik

Berita Terbaru