PIDIE | Persoalan pengibaran Bendera Bintang Bulan di tengah pelaksanaan Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, berujung pada ketegangan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 4 November 2026, saat warga setempat menggelar peringatan Maulid Nabi. Ketegangan yang awalnya muncul di lokasi kegiatan dilaporkan berkembang menjadi bentrokan yang melibatkan warga dan aparat.
Akibat peristiwa itu, satu warga dinyatakan meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Informasi jatuhnya korban diperoleh dari keterangan pihak rumah sakit dan warga yang berada di lokasi kejadian.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Abdullah Syafi’i Mutiara Timur Pidie, dr Kamaruzzaman, membenarkan bahwa rumah sakit menerima empat warga yang dievakuasi pasca-kejadian. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya menjalani perawatan karena luka-luka.
Keterangan warga di sekitar lokasi menyebutkan korban luka tidak hanya berasal dari kalangan laki-laki dewasa, tetapi juga melibatkan anak-anak dan perempuan yang berada di sekitar arena kenduri.
Informasi awal yang beredar menyebutkan korban meninggal dunia diduga mengalami luka akibat tembakan. Namun penyebab pasti kematian maupun asal tembakan belum dapat dipastikan melalui keterangan resmi dari pihak berwenang.
Pascakejadian, sejumlah foto dan video yang memperlihatkan kondisi korban serta suasana setelah insiden beredar melalui berbagai platform media sosial dan menarik perhatian publik. Keaslian, waktu pengambilan, serta konteks rekaman tersebut masih perlu diverifikasi.
Informasi lain yang berkembang di lapangan menyebutkan persoalan bermula dari pengibaran Bendera Bintang Bulan di lokasi acara yang kemudian memicu ketegangan antara warga dengan personel TNI. Hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan hubungan langsung antara persoalan pengibaran bendera tersebut dengan terjadinya bentrokan, dan kronologi lengkap peristiwa masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. (*)








































