slot preparation.lsrs.lu

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Redaksi

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Asoe Bumoe Atjeh (ABA), Suryadi Djamil, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menangani dugaan kasus penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia.

Suryadi menilai, dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Pasalnya, perkara tersebut berkaitan erat dengan keamanan nasional, kedaulatan negara, serta kehormatan institusi kepresidenan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum agar mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, profesional, dan transparan, termasuk mengungkap seluruh pihak yang terbukti terlibat.

“Presiden Republik Indonesia mendapatkan mandat dan kepercayaan dari rakyat untuk memimpin negara serta menjaga kedaulatan bangsa. Jika dugaan penyadapan ini benar terjadi, maka persoalan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan menyangkut kepentingan dan keamanan negara. Karena itu, harus diusut hingga tuntas,” tegas Suryadi, Selasa (4/11/2026).

Tokoh masyarakat Aceh tersebut juga meminta penyidik menelusuri secara mendalam siapa pihak yang diduga memerintahkan, melaksanakan, menerima, hingga memanfaatkan hasil penyadapan tersebut.

Menurutnya, keterbukaan informasi berdasarkan fakta dan bukti hukum sangat penting agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai duduk perkara yang sebenarnya.

“Siapa yang memerintahkan? Siapa yang menjalankan? Siapa yang menerima dan memanfaatkan hasilnya? Bahkan, siapa saja yang menjadi sasaran? Semua harus diungkap berdasarkan fakta dan bukti hukum. Jangan sampai ada informasi penting yang sengaja disembunyikan,” ujarnya.

Suryadi menegaskan bahwa LSM ABA mendukung Polri untuk menjalankan tugas secara profesional, independen, dan tanpa pandang bulu.

Ia berharap proses penyidikan tidak hanya menyasar pelaksana di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pihak yang diduga berada di balik peristiwa tersebut.

“Kami mendukung penuh Polri untuk mengungkap perkara ini secara menyeluruh. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan berhenti pada pelaku lapangan apabila berdasarkan bukti ditemukan keterlibatan pihak lain,” katanya.

Lebih lanjut, Suryadi meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Menurutnya, penanganan yang transparan dan akuntabel merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan yang dapat merugikan kepentingan negara.

Ia juga mendorong agar dilakukan pemeriksaan atau audit terhadap pihak-pihak terkait apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan kewenangan, termasuk penelusuran aliran dana serta sumber pembiayaan yang memiliki hubungan dengan perkara tersebut.

“Jangan sampai kekuasaan dan amanah yang diberikan negara justru disalahgunakan untuk kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan bangsa. Semuanya harus diperiksa berdasarkan hukum, bukti, dan prinsip akuntabilitas,” tegasnya.

Suryadi turut menyoroti kemungkinan adanya keterlibatan lebih dari satu pihak dalam perkara tersebut.

Ia meminta penyidik tidak menutup kemungkinan adanya jaringan yang terorganisasi apabila memang ditemukan indikasi dan bukti yang mengarah ke sana.

“Kami melihat persoalan ini perlu ditelusuri secara mendalam. Jika memang ditemukan adanya jaringan yang terstruktur, penyidik harus mengungkap seluruh mata rantainya, mulai dari pihak yang berada di balik perencanaan hingga pelaksana di lapangan. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum,” ungkap putra asli Pidie, Aceh, tersebut.

Di sisi lain, Suryadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal proses penegakan hukum secara bijaksana. Ia mengingatkan agar masyarakat tetap menghormati independensi penyidik serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Menurutnya, pengungkapan perkara secara terbuka dan berdasarkan ketentuan hukum akan menjadi bukti bahwa negara hadir dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan kepercayaan rakyat.

“Rakyat memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk ikut menjaga kedaulatan negara. Mari kita kawal proses ini bersama- sama, berikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara profesional, dan pastikan kebenaran terungkap melalui proses hukum yang transparan,” pungkasnya.

LSM Asoe Bumoe Atjeh (ABA) berharap penanganan dugaan perkara tersebut dapat berjalan secara profesional, menyeluruh, dan akuntabel.

Penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu merupakan fondasi penting dalam menjaga kehormatan negara, melindungi kepentingan nasional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. (Red )

Berita Terkait

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif
Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya
Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan
Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya
Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru