HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:43 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Banjir kembali mengancam Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (25/10/2026). Ironisnya, kondisi tanggul desa yang mulai menipis semakin menambah keresahan warga karena berpotensi memperparah dampak banjir, mengancam permukiman penduduk, serta merusak lahan pertanian masyarakat.

Sahidi Usman dan Agus Tamar, yang merupakan tokoh pemuda Desa Kuning I, menyuarakan keresahan masyarakat terkait kondisi tanggul yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Warga khawatir tanggul yang semakin menipis tidak mampu menahan luapan air apabila banjir kembali membesar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman tersebut bukan hanya membayangi rumah-rumah warga, tetapi juga mengancam tanaman padi dan jagung yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan gagal panen dan kerugian ekonomi bagi para petani.

Sahidi Usman, yang akrab disapa Pale, berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara segera turun ke lapangan untuk meninjau kondisi tanggul dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

“Kami berharap kepada BPBD Aceh Tenggara agar secepatnya melakukan pembuatan dan penguatan tanggul. Kami ingin menikmati hasil panen padi dan jagung kami, serta berharap rumah-rumah kami tidak terendam banjir,” ujar Sahidi Usman.

Sementara itu, Sahidi Usman bersama Agus Tamar menegaskan bahwa keselamatan warga dan keberlangsungan mata pencaharian petani harus menjadi perhatian serius. Menurut mereka, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum banjir menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

“Jangan tunggu rumah dan lahan kami terendam baru Anda turun ke desa kami,” tegas Sahidi .

Pernyataan tersebut menjadi gambaran keresahan warga yang berharap adanya respons cepat dan tindakan nyata dari pihak terkait. Bagi masyarakat Desa Kuning I, tanggul bukan sekadar bangunan penahan air, melainkan pelindung rumah, lahan pertanian, dan sumber penghidupan mereka.

Warga berharap BPBD Aceh Tenggara segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi tanggul yang mulai menipis, mengidentifikasi tingkat kerawanan, serta menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Penanganan sejak dini dinilai penting agar ancaman banjir tidak berkembang menjadi bencana yang menimbulkan kerusakan rumah, kegagalan panen, dan kerugian ekonomi bagi masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari BPBD Aceh Tenggara mengenai rencana penanganan tanggul di Desa Kuning I. Konfirmasi dari pihak terkait diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan. (*)

Berita Terkait

Banjir Abadi Desa Kuning 1: Saat Pemerintah Aceh Bungkam, Warga Memanggil Gubernur Jawa Barat dan BPJN Aceh Dituding Tutup Mata
Kapolres Aceh Tenggara diwakili Wakapolres Hadiri Kegiatan Minggu Kasih di HKBP Maranatha,, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas
Pengurus Baitul Mal Aceh Tenggara Enam Bulan Belum Gajian
Kematian Kilat Buron Lapas Kutacane Setelah Ditangkap, Ada Apa di Balik Penjemputan Itu?
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah IWarga Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu
Setelah Setahun Lebih Buron, Ishak alias Icak yang Kabur dari Lapas Kutacane Ditangkap di Kamar Rumahnya Sendiri
Kapolres Aceh Tenggara diwakili Wakapolres, Terjun Langsung Laksanakan Strong Point Bersama Personel
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Laksanakan Subuh Keliling di Masjid Al Muchlisin Pasbel

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Warga Resah, Buaya Ganas Mulai Mengintai di Aliran Sungai Tamiang

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh

Selasa, 6 Oktober 2026 - 03:43 WIB

110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji

Senin, 28 September 2026 - 19:27 WIB

Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya

Senin, 28 September 2026 - 18:59 WIB

Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan

Jumat, 25 September 2026 - 10:59 WIB

Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang

Jumat, 25 September 2026 - 01:38 WIB

Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan

Berita Terbaru