https://www.facebook.com/reel/2632324573905890
ACEH TAMIANG – Banjir dengan ketinggian mencapai atap merendam komplek Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu, 11 Oktober 2026.
Berdasarkan rekaman video yang diambil dari lantai dua salah satu bangunan pesantren, seluruh halaman, lapangan, dan akses jalan di dalam komplek berubah menjadi lautan air berwarna cokelat keruh. Bangunan masjid utama pesantren dengan kubah besar tampak terisolasi di tengah genangan, dengan air merendam hingga lebih dari setengah dinding masjid.
Terlihat pula sejumlah bangunan asrama santri di sisi barat komplek yang hanya menyisakan bagian atap. Puing-puing kayu, papan, dan material sampah hanyut berserakan di permukaan air. Di tengah lapangan, tiang bendera masih berdiri dengan air hampir menutupi batangnya, sementara seorang warga tampak berenang menyeberangi genangan untuk mencapai area yang lebih tinggi.
Hingga sore hari, belum ada tanda air surut. Kondisi ini membuat seluruh aktivitas belajar mengajar dan ibadah di pesantren lumpuh total. Para santri dilaporkan telah dievakuasi ke lantai dua bangunan dan ke titik aman di sekitar desa.
Pondok Pesantren Darul Mukhlisin merupakan salah satu pesantren terbesar di Aceh Tamiang dengan ratusan santri yang bermukim. Banjir yang melanda kawasan tersebut diduga akibat meluapnya sungai usai hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak Jumat malam.
Warga dan pengelola pesantren berharap bantuan perahu karet dan logistik segera tiba, mengingat akses jalan menuju desa Tanjung Karang masih terputus akibat genangan dan tumpukan material kayu yang terbawa arus. (*)









































