slot preparation.lsrs.lu

Ketegangan Memuncak di Ruang Sidang: Debat Sengit Soal Ijazah Joko Widodo Berujung Teguran Keras Majelis Hakim

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:33 WIB

50180 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Persidangan perkara terkait ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali diwarnai ketegangan hebat yang melibatkan pihak terdakwa dr. Tifa, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan majelis hakim. Suasana memanas saat kubu terdakwa melakukan pemeriksaan silang terhadap saksi, yang memicu perdebatan panjang mengenai tata cara pembuktian dan penggunaan bukti digital dalam persidangan.

Dalam proses yang berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, pihak terdakwa berupaya mencecar saksi terkait sejumlah tangkapan layar unggahan di media sosial X yang dijadikan alat bukti. Perdebatan tajam terjadi ketika JPU mengajukan keberatan atas metode pertanyaan terdakwa, yang dinilai tidak substansial dan cenderung bersifat opini. Ketegangan semakin meningkat saat kubu terdakwa memprotes pembatasan waktu dan ruang gerak dalam melakukan pemeriksaan silang, yang mereka anggap tidak adil.

Ketua Majelis Hakim akhirnya melayangkan teguran keras lantaran pihak terdakwa terus-menerus mendebat aturan persidangan alih-alih fokus pada substansi perkara. Hakim menegaskan bahwa setiap keberatan atau tanggapan harus disampaikan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, yakni melalui mekanisme pembelaan, bukan dengan adu argumen di tengah pemeriksaan saksi. Puncak ketegangan terjadi ketika majelis hakim menantang pihak yang mendalilkan KUHAP untuk menunjukkan dasar pasal yang digunakan sebagai acuan atas keberatan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan di persidangan, saksi yang dihadirkan sempat dicecar mengenai keaslian data digital dan prosedur pengumpulan barang bukti. Namun, hakim menilai bahwa sebagian pertanyaan dari pihak terdakwa hanya berupa komentar yang tidak produktif dan berpotensi menghambat jalannya persidangan. Hingga akhir sesi, perdebatan tetap tidak terelakkan meski hakim telah berupaya menertibkan jalannya agenda pembuktian tersebut, hingga akhirnya sidang diskors untuk memberikan jeda bagi para pihak. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru