slot preparation.lsrs.lu

Celah Pengawasan Apartemen: Menyoal Kehadiran WNA yang Meresahkan di Kalibata

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:21 WIB

50112 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Keresahan warga penghuni apartemen Kalibata City kian memuncak menyusul maraknya perilaku menyimpang dari sejumlah warga negara asing (WNA) yang menghuni kawasan tersebut. Berbagai bentuk gangguan, mulai dari pelecehan verbal atau cat calling hingga tindakan membuntuti penghuni, kini menjadi pemandangan sehari-hari yang merusak kenyamanan lingkungan hunian vertikal tersebut.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, situasi ini sebenarnya telah berlangsung cukup lama dan mencapai titik nadir ketika warga merasa privasi serta keamanan mereka terancam. Sejumlah penghuni mengaku kerap berpapasan dengan oknum WNA yang berkeliaran di fasilitas umum hingga dini hari, menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi masyarakat lokal. Peristiwa penertiban oleh pihak kepolisian terhadap oknum WNA tersebut diketahui berlangsung pada 23 Oktober 2026.

Lemahnya pendataan menjadi persoalan utama yang memicu karut-marutnya kondisi ini. Pihak manajemen apartemen secara terbuka mengakui bahwa mereka tidak memiliki basis data akurat mengenai jumlah WNA yang tinggal, lantaran mayoritas penghuni asing tersebut mengakses unit hunian melalui perantara atau broker pribadi tanpa melalui prosedur pelaporan resmi. Kondisi ini secara langsung menciptakan celah pengawasan yang lebar, di mana pengelola tidak memiliki otoritas maupun informasi cukup untuk melakukan kontrol terhadap perilaku para penghuni ilegal tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini disinyalir merupakan ekses dari migrasi sementara yang tidak tertangani dengan pendampingan lembaga internasional yang jelas. Ketidakmampuan pengelola dalam mendata para penghuni asing ini mencerminkan sistem administrasi apartemen yang rapuh. Tanpa adanya tindakan tegas dari pihak imigrasi dan koordinasi yang lebih ketat antara otoritas keamanan dengan pengelola, apartemen yang seharusnya menjadi hunian nyaman justru berpotensi menjadi zona rawan konflik sosial akibat minimnya pengawasan terhadap orang asing. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru