slot preparation.lsrs.lu

Banjir Berulang Rendam Gayo Lues, Warga Desak Pemerintah Pusat Segera Tangani Sungai Aih Bobo dan Jalan Badak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:57 WIB

50233 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Gayo Lues dan melumpuhkan aktivitas warga. Luapan air dengan debit besar dan keruh pekat merendam badan jalan nasional hingga memutus akses transportasi dan mengancam permukiman di sekitar aliran sungai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir terjadi di dua titik krusial. Sungai Aih Bobo di kawasan  Rigeb, Gayo Lues, kembali meluap dengan arus deras. Di waktu yang hampir bersamaan, banjir juga merendam Jalan Badak, yang menjadi jalur penghubung utama antar kecamatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Pada 10 Oktober 2026, aliran Sungai Aih Bobo di Rigeb meluap hingga melampaui tanggul dan menggenangi area di sekitarnya. Air berwarna cokelat pekat membawa material lumpur dan kayu, dengan arus yang sangat deras. Sehari berselang, pada 11 Oktober 2026, luapan kembali terjadi di Jalan Badak. Air naik ke badan jalan sehingga kendaraan, terutama sepeda motor, tidak dapat melintas dan diimbau untuk tidak memaksakan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi berulang ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai. Warga yang bermukim di bantaran Sungai Aih Bobo diminta untuk tetap waspada karena debit air masih tinggi dan berpotensi naik kembali jika hujan di wilayah hulu terus mengguyur. Hingga kini belum ada penanganan permanen yang terlihat di lokasi, selain imbauan untuk saling berbagi informasi antar warga demi keselamatan.

Kritik keras pun mengemuka. Banjir di Gayo Lues bukan lagi peristiwa insidental, melainkan bencana musiman yang terus berulang akibat buruknya tata kelola daerah aliran sungai dan minimnya normalisasi. Proyek pengendalian banjir yang bersifat tambal sulam dinilai tidak mampu menjawab akar persoalan. Jika hanya dibiarkan surut dengan sendirinya tanpa intervensi serius, maka siklus banjir akan terus menghantui warga.

Warga mendesak pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera turun tangan. Penanganan Sungai Aih Bobo di Bukit Rigeb dan sistem drainase di Jalan Badak tidak bisa lagi ditangani dengan anggaran daerah yang terbatas. Dibutuhkan pengerukan, penguatan tebing, pembangunan tanggul permanen, serta penataan kawasan hulu yang menjadi sumber material banjir agar bencana serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan serta perekonomian masyarakat Gayo Lues. (*)

Berita Terkait

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru