slot preparation.lsrs.lu

Pemkab Gayo Lues Matangkan Perlindungan Lahan Persawahan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026 - 04:29 WIB

50569 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui penataan dan perlindungan lahan pertanian yang berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar musyawarah khusus membahas lahan persawahan abadi sebagai bagian dari Rancangan Qanun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Musyawarah tersebut digelar di Logon Hills, Gayo Lues, yang menjadi lokasi pertemuan terbuka dengan latar perbukitan hijau. Forum ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, aparatur dinas terkait, serta pemangku kepentingan pertanian yang duduk bersama membahas arah kebijakan perlindungan lahan.

Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 24 September 2026 itu dipimpin oleh Plt Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Kasman, ST. Dalam pemaparannya di hadapan peserta, Kasman menegaskan pentingnya penetapan lahan persawahan abadi sebagai instrumen hukum untuk mencegah alih fungsi lahan produktif menjadi non-pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kasman, Gayo Lues sebagai daerah agraris sangat bergantung pada keberlanjutan lahan sawah. Tanpa perlindungan yang jelas, produktivitas pangan daerah akan terancam akibat tekanan pembangunan dan konversi lahan yang kian masif.

Melalui musyawarah tersebut, pemerintah daerah berupaya menyatukan persepsi mengenai kriteria lahan yang masuk dalam kategori abadi, mekanisme insentif bagi petani yang mempertahankan lahannya, serta pengawasan agar lahan yang telah ditetapkan tidak dialihfungsikan.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap hasil musyawarah yang digelar pada 24 September 2026 itu dapat menjadi landasan kuat dalam penyusunan qanun, sehingga keberadaan lahan persawahan abadi tidak hanya tercatat di atas peta, tetapi benar-benar terjaga di lapangan sebagai penopang kedaulatan pangan daerah dalam jangka panjang. (*)

Berita Terkait

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru