slot preparation.lsrs.lu

Proyek Jalan di Pining Gayo Lues Terjebak Lumpur, Alat Berat Mangkrak di Tengah Hutan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:07 WIB

50579 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Aktivitas alat berat di kawasan perbukitan Kecamatan Pining terhenti di tengah kubangan lumpur tebal yang menutup badan jalan proyek. Dua ekskavator besar merek Hitachi tampak berjuang di medan berlumpur, satu di antaranya masih berada di atas truk tronton oranye, sementara satu lainnya menggali tebing tanah merah di samping dump truk hijau kuning yang terlihat amblas dan tidak mampu bergerak.

Rekaman video di lokasi memperlihatkan betapa parahnya kondisi lapangan. Tanah jalan yang seharusnya sudah dipadatkan berubah menjadi kubangan dalam dengan jejak roda yang terisi air. Medan curam diapit pepohonan pinus dan tiang listrik di kejauhan, sementara beberapa pekerja berbaju gelap hanya berdiri di sekitar alat berat tanpa bisa berbuat banyak. Lumpur pekat mengunci pergerakan truk, membuat pekerjaan konstruksi yang seharusnya berjalan justru menjadi tontonan kemacetan proyek.

Apa yang terjadi di Pining bukan sekadar hambatan cuaca, melainkan cerminan lemahnya perencanaan teknis proyek infrastruktur di wilayah pegunungan. Bagaimana mungkin proyek jalan di kawasan hutan dengan curah hujan tinggi dikerjakan tanpa sistem drainase sementara dan tanpa pemadatan badan jalan yang memadai? Mengapa alat berat sekelas ekskavator dan dump truk dikerahkan ke medan yang jelas-jelas belum siap, hingga akhirnya terjebak dan mangkrak?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek yang diharapkan menjadi pembuka isolasi wilayah justru menunjukkan potret pemborosan dan ketidaksiapan. Siapa yang melakukan kajian kelayakan medan? Di mana pengawasan teknis yang seharusnya memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai standar konstruksi di lahan berlumpur? Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kualitas perencanaan dan transparansi anggaran, karena setiap hari alat berat yang mangkrak berarti biaya sewa dan bahan bakar yang terus berjalan tanpa hasil.

Warga Pining yang menggantungkan harapan pada terbukanya akses jalan yang layak kini harus kembali menunggu dalam ketidakpastian. Akses yang seharusnya memperlancar distribusi hasil bumi dan mobilitas warga justru terhambat oleh proyek yang tidak kunjung tuntas.

Peristiwa yang terekam pada 26 September 2026 ini harus menjadi evaluasi keras bagi pelaksana proyek dan dinas terkait. Membangun jalan di wilayah pegunungan tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan dan mengandalkan alat berat semata tanpa perhitungan matang terhadap kontur tanah dan cuaca. Jika pengerjaan terus dibiarkan dengan pola seperti ini, yang tertinggal bukan jalan yang mulus, melainkan proyek mangkrak, anggaran yang tergerus lumpur, dan warga yang kembali terisolasi di tengah hutan. (*)

Berita Terkait

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru