slot preparation.lsrs.lu

Skandal Rumah Mewah di Lapas Cibinong: Mengapa Pemasyarakatan Berulang Kali Gagal Mencegah Korupsi?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43 WIB

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan didesak untuk tidak lagi menutup mata terhadap praktik-praktik istimewa di dalam lembaga pemasyarakatan. Temuan Ombudsman RI, yang disampaikan dalam konferensi pers pekan ini, kembali memperlihatkan bukti tentang adanya “klaster rumah mewah” lengkap dengan fasilitas apartemen serta deretan mobil-mobil kelas atas di Lapas Kelas IIA Cibinong, sesuatu yang terang-terangan melabrak prinsip keadilan dan asas persamaan di depan hukum.

Fakta lapangan yang ditemukan dalam inspeksi mendadak, Rabu (23/9), menunjukkan sejumlah bangunan yang diduga dihuni warga binaan, dilengkapi fasilitas jauh di atas standar hunian penjara. Saat tertangkap basah, seorang oknum bahkan menolak diwawancara dan langsung mengunci pintu kamar, memperkuat dugaan adanya skenario sistematis yang melibatkan aparat pemasyarakatan.

Pertanyaan keras harus diajukan: bagaimana mungkin ‘napi biasa’ bisa menikmati kenyamanan mobil Alphard dan Fortuner di lingkungan penjara? Mengapa sistem pengawasan bisa sedemikian lemah, hingga celah pemberian fasilitas mewah terbuka lebar di depan mata publik dan pengawas eksternal? Padahal, sejak 2011, Indonesia Corruption Watch telah memetakan sedikitnya lima modus korupsi penjara, dua di antaranya adalah pemberian fasilitas eksklusif dan penyalahgunaan izin keluar—persoalan yang hingga kini belum diberantas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekomendasi Ombudsman pun tidak main-main: seluruh narapidana yang terbukti tinggal di luar blok tahanan harus dikembalikan ke ruang semestinya, para petugas lapas yang menghalangi inspeksi harus mendapat sanksi tegas, dan bangunan ‘liar’ yang menodai integritas penjara harus diruntuhkan. Tanpa langkah konkret, janji-janji perbaikan sistem yang diulang bertahun-tahun hanya akan menjadi basa-basi dan bahan lelucon bagi para mafia hukum yang selama ini menikmati jual-beli fasilitas di balik jeruji.

Menyikapi polemik ini, pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan hanya menegaskan telah membentuk tim verifikasi, meski publik sudah terlalu sering mendengar janji serupa—dari kasus Lapas Sukamiskin di Bandung, hingga drama jual-beli keluar-masuk tahanan koruptor. Pertanyaannya, kapan komitmen itu benar-benar diwujudkan dalam bentuk penindakan hukum yang adil, transparan, dan memberi efek jera?

Kasus Cibinong menjadi potret nyata kegagalan pembenahan internal dan pengawasan yang lemah dalam sistem pemasyarakatan saat ini. Negara dan masyarakat mesti mendesak, sampai kapan pengelolaan lembaga pemasyarakatan akan terus dibiarkan menjadi lahan subur praktik korupsi, ketika nyawa keadilan seharusnya dijaga paling utama? (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 12:37 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terbaru