slot preparation.lsrs.lu

Hunian Mewah di Balik Jeruji: Menelanjangi Celah Diskriminasi di Lapas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 07:14 WIB

50213 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Lembaga pemasyarakatan yang seharusnya menjadi tempat pembinaan warga binaan justru kembali tercoreng oleh praktik diskriminasi berbasis ekonomi. Temuan mengenai keberadaan fasilitas mewah menyerupai hunian vila di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi bukti nyata rapuhnya sistem pengawasan yang selama ini diterapkan. Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh anggota Ombudsman RI, Syafrida R. Rasahan dan Fikri Yasin, pada 23 September 2026, mengungkap sedikitnya 10 rumah yang dilengkapi dengan furnitur laiknya hunian pribadi, mulai dari sofa, kulkas, televisi, hingga meja makan dan temuan botol minuman keras di dalamnya.

Praktik ini terungkap setelah tim Ombudsman berhasil menembus area yang sebelumnya sempat tertutup bagi mereka dalam kunjungan pada 26 Juli 2026. Keberadaan fasilitas ini diduga kuat menjadi ladang jual beli kenyamanan bagi narapidana berduit, yang secara sistematis menciptakan ketimpangan perlakuan di balik jeruji besi. Pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdalih bahwa lokasi tersebut merupakan sarana asimilasi dan edukasi, namun dalih tersebut justru memicu tanda tanya besar mengenai urgensi dan transparansi penggunaan aset negara bagi segelintir warga binaan.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan komitmen untuk melakukan investigasi mendalam terhadap temuan tersebut. Langkah tegas, termasuk penindakan terhadap pejabat yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan wewenang, dijanjikan akan segera ditempuh. Persoalan klasik mengenai daya tampung lapas yang tidak manusiawi, ditambah dengan rendahnya integritas oknum petugas, dituding menjadi akar masalah yang memicu tumbuhnya ekonomi informal di dalam penjara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan sinyal bahaya akan bobroknya sistem pemasyarakatan yang masih menjadi “surga kecil” bagi mereka yang mampu membayar. Tanpa adanya pembenahan sistemik yang berani dan transparan, penjara akan terus kehilangan fungsinya sebagai tempat perbaikan diri dan justru menjadi bukti nyata bahwa hukum masih tajam ke bawah namun tumpul ke atas. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 12:37 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terbaru